Kisah Kehidupan Abadi Count St. Germain




"He is a man who never dies and who knows everything."
(Voltaire)


Sepanjang perjalanan umat manusia, ditemukan beberapa kisah mengenai orang-orang yang menjalani kehidupan abadi. Misalnya saja beberapa nama yang juga pernah dibahas di blog merinding.com ini sebelumnya yaitu Fulcanelli dan Nicolas Flamel yang terkenal sebagai sosok alkemis misterius yang diduga berhasil menemukan rahasia kehidupan abadi. 

Orang-orang ini sangat misterius. Tidak diketahui berasal dari mana mereka mendapatkan rahasia paling misterius di dunia itu. Namun yang jelas mereka terlihat di beberapa tempat yang berbeda dalam rentang waktu yang sangat jauh dan sama sekali tidak menampakkan usia yang menua seperti manusia normal pada umumnya.

Salah satu dari kisah kehidupan abadi, datang dari seorang pria misterius bernama Count St. Germain. Hal yang menarik dari Count St. Germain dibanding Fulcanelli dan Nicolas Flamel adalah kesaksian banyak orang yang telah melihatnya di banyak tempat berbeda dalam rentang waktu yang sangat lama. Orang-orang itu bukan orang biasa melainkan para raja, kaum bangsawan, dan orang-orang besar lainnya dalam sejarah.

Baiklah kita mulai saja inilah kisah kehidupan Count St. Germain yang diduga hidup abadi.

Namanya Count Saint Germain. Meskipun namanya Count St. Germain, namun ia sebenarnya bukanlah seorang count maupun sanit. Tidak diketahui pula kapan ia dilahirkan dan dari mana ia berasal. Namun ada pula dugaan yang percaya bahwa ia berasal dari keluarga bangsawan. Semua tentangnya tertutup misteri.


Kemunculan Count St. Germain dari Masa ke Masa

Count St. Germain dilaporkan pertama kali terlihat pada tahun 1710. Di tahun itu, ia terlihat berusia sekitar 40an tahun. Kurun waktu 1737-1742 ia diduga pergi ke Persia dan mempelajari ilmu alkemi di sana. Pada tahun 1742-1743 St. Germain diketahui berada di Inggris dan terlibat dalam Jacobite Revolution. Ia kemudian pergi ke Vienna untuk mengunjungi Frederick The Great untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Edinburg, Skotlandia. Sementara itu tahun 1755 ia diketahui berada di India.

Setelah kembali dari India, Count St. Germain rupanya mendapatkan undangan dari Raja Louis XV yang kemudian memintanya untuk tinggal di Royal Chateau of Chambord di Touraine sekitar tahun 1758. Ada sesuatu yang menarik saat St. Germain bertemu dengan Raja Louis XV di istanaya.

Raja Louis XV

Raja Louis rupanya sudah mendengar mengenai St.Germain sebelumnya, namun ia sendiri agak skeptis dengan kemampuan St. Germain yang telah hidup dalam waktu lama. Maka ia pun menantang St. Germain di meja makan kerajaan.

"Jika kau bisa memberikan ilmu elixir of live atau memberikan philosopher stone, kami akan membayarnya dengan istana yang megah dan berlian dalam jumlah yang sangat banyak," tantang Raja.

"Aku tidak membutuhkan istana megah atau berlian yang banyak," ujar Count Saint Germain sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.

Seketika keluarlah berlian yang sangat banyak yang sinarnya menyilaukan. Seluruh orang di Hall Versailles itu pun takjub memandangi berlian-berlian itu.

Selama di Prancis itu Count St.Germain dikabarkan membagi-bagikan permata-permata sebagai hadiah. Beberapa foto St.Germain didapat ketika ia berada di Royal Chateau of Chambord, bisa jadi juga foto di atas.

Dalam sejarah pertemuan Count St.Germain, orang-orang selalu melihatnya sebagai orang yang tak pernah menua. Ia juga dikenal sebagai misterius dan petualang terbesar di zaman modern. Di banyak negara, ia amat dihormati oleh berbagai kalangan mulai dari raja hingga para bangsawan. Ia juga dikagumi dan disegani bahkan dianggap suci oleh berbagai kelompok esoteris. Sebut saja Rosicrucian, Theosofi, hingga Freemasonry.

Apakah kalian mengenal Voltaire? Ia adalah seorang filsuf dan sasrwan berpengaruh di dunia. Voltaire rupanya pernah berjumpa dengan St.Germain. Voltaire menyebutnya sebagai orang yang tahu segalanya dan tak pernah mati.

Voltaire

Raja Prusia bernama Frederick The Great juga pernah berjumpa suatu ketika. Dalam kisahnya ia menyebut Count St. Germain sebagai manusia yang tidak bisa mati. Dan menurut Prince of Hesse-Cassel, ia menyebut St. Germain sebagai petapa terhebat yang pernah ada.

Pada tahun 1760, St. Germain diketahui berangkat ke Hague dalam mengemban misi  perjanjian damai antara Prancis dan Inggris. Sementara itu sepulangnya dari sana, ia melakukan kunjungan ke Belanda, bahkan diketahui turut serta dalam perang Rosso-Turkish (1768-1774) dengan pangkat Jendral Imperial Russian Army.

Dari Prancis ke Inggris kemudian diketahui berada di Rusia, Count St.Germain kemudian dikabarkan menghilang. Ia kemudian muncul kembali pada tahun 1761 di Belgia. Di sana ia membeli sebidang tanah dan hidup dengan nama Surmont. Seorang menteri bernama Karl Cobenz dan Cassanova mengaku pernah melihat S. Germain mengubah logam menjadi emas. Ia kemudian kembali menghilang.

Tahun 1774 ia muncul di Bavaria dengan nama samaran Freiherr Reinhart Gemmigen-Guttenberg atau Count of Tsarogy. Tahun 1776 ia muncul lagi di Jerman dan menyebut dirinya Count Welldone. Di sana ia sempat tinggal di lingkungan istana dan memberikan pengobatan bagi kaum miskin.

Tahun 1789 ia muncul di istana Rusia dan disambut langsung oleh ratu. Di sana ia juga bertemu dengan Comtesse d'Adhemar dan sempat berbincang-bincang di Gereja Recollets. Saat itu St.Germain mengatakan bahwa Ratu Marie Antoinette akan tewas secara mengenaskan dan keluarga kerajaan akan hancur. Beberapa tahun kemudian apa yang dikatakannya benar-benar menjadi kenyataan.

Pada suatu waktu di tahun 1821, Comtesse d'Adhemar menuliskan pengalamannya bertemu dan berbincang dengan Count St.Germain. "Setiap kali aku melihatnya, aku selalu saja merasa takjub. Aku berjumpa dengannya keika Ratu dibunuh dan berjumpa lagi setelah kematian Duke of d'Enghien, dan bertemu lagi pada saat kematian Duke de Berry. Namun ia sama sekali tidak berubah".

Pada tahun 1790, seorang pria dari Austria mengaku ia telah menerima surat dari Count St. Germain. Isi surat itu menyatakan bahwa St. Germain akan menghilang dari Eropa pada akhir abad itu untuk kemudian menyepi di Himalaya.

Ada banyak laporan dari orang-orang yang mengaku pernah bertemu dengan St. Germain dari tahun 1700an hingga abad modern saat ini. Pada tahun 1973, Peter Mt Shasta mengaku melihat St.Germain muncul di Muir Woods di Marin County California. Dan yang terbaru adalahpengakuan Miroslav Zimmer pada tahun 2011 yang lalu. Ia mengaku berjumpa dengan St. Germain di pegunungan Mala Fatry.


Kemampuan Menakjubkan dan Misterius Count St. Germain

Count St. Germain diketahui memiliki suatu kebiasaan yang aneh. Tidak ada seorang pun yang pernah melihatnya makan. Ia tidak pernah terlihat menyantap makanan apa pun di depan umum. Bahkan pada acara-acara penting kenegaraan. Ia hanya terlihat minum teh sesekali.

Count St. Germain diyakinin oleh banyak orang memiliki kekuatan magis. Ia disebut-sebut mampu berteleporasi dari suatu tempat ke tempat lain yang jaraknya sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan yang lainnya disebutkan dalam berbagai kisah bahwa ia bisa terbang, menembus tembok, hingga mengubah logam menjadi emas dan permata, sama seperti kisah legendaris Nicolas Flammel yang pernah dibahas di blog merinding.com ini.

Mengenai kemampuannya mengubah logam menjadi emas atau permata menurut berbagai kisah telah disaksikan secara langsung oleh banyak orang. Dan gilanya lagi, orang-orang itu bukanlah orang biasa melainkan para raja, bangsawan, dan kaum terpandang. Salah satunya adalah kesaksian seorang diplomat Denmark di Prancis bernama Baron Charles-Henri de Gleichen. Ia bahkan menuliskan pengalamannya bertemu dengan St.Germain dalam autobiografinya tahun 1813:

"Ia memperlihatkan padaku permata dalam jumlah dan ukuran yang luar biasa. Kupikir aku baru saja melihat harta karun di hadapanku"



Count St. Germain ternyata juga jago melukis,bermain biola dan piano, dan bahkan berbicara dalam banyak bahasa. Ia menguasai bahasa Swedia, Portugis, China, Arab, Prancis, Portugis, Italia, Jerman, Rusia,dan Spanyol dengan sangat lancar.

Kemampuan berbicara Count St. Germain juga sangat menakjubkan. Bayangkan saja, ia mampu menceritakan dengan detail peristiwa sejarah yang terjadi berabad lampau seolah-olah dia sendiri yang mengalaminya. Selain itu ia juga dikenal sebagai ambidextrous yaitu orang yang memiliki kemampuan menulis dengan kedua tangannya di waktu yang bersamaan dengan sempurna.

Sampai saat ini tidak diketahui lagi keberadaan Count St. Germain atau suatu saat nanti ia bisa muncul kembali. Entahlah...

0 Response to "Kisah Kehidupan Abadi Count St. Germain"

Posting Komentar