Insiden Hilangnya Amelia Earhart




Amelia Earhart melakukan penerbangan sejauh 29.000 mil mengikuti jalur khatulistiwa sebagai upayanya untuk berkeliling dunia pada tahun 1937. Tidak ada yang menyangka bahwa penerbangan itu akan menjadi penerbangan terakhir wanita yang berhasil mencatatkan namanya sebagai penerbang solo wanita pertama di dunia ini sebelum akhirnya menghilang secara misterius...

Amelia Mary Earhart lahir di Atchison, Kansas pada 24 Juli 1897. Ia adalah putri dari Samuel Stanton Earhart dan Amelia Otis Earhart. Amelia dikenal sebagai pelopor penerbangan dan juga pendiri organisasi pilot wanita Amerika, Ninety Nine. Ia juga merupakan wanita pertama yang menerima penghargaan Distinguished Flying Cross berkat usahanya sebagai wanita pertama yang terbang seorang diri menyeberangi Samudera Atlantik.

Amelia muda telah menunjukkan ketertarikan pada dunia penerbangan. Pelajaran terbang pertamanya dilakukan pada tahun 1921 di Lapangan Udara Kinner dekat Long Beach setelah sebelumnya berprofesi sebagai perawat, fotografer, hingga pengemudi truk. Karier penerbangan Amelia sangat cemerlang. Pada tahun 1922, ia bahkan menjadi perempuan ke 16 yang mendapatkan Lisensi Pilot Federation Aeronautique Internationale. Amelia menikahi pria bernama George Putnam pada tahun 1931.


Proyek Ambisius Penerbangan Keliling Dunia

Sejak tahun 1928, Amelia Earhart telah menjalankan beberapa ekspedisi ambisius dalam perjalanan kariernya sebagai penerbang. Beberapa kali ia terbang seorang diri melitasi samudera dan memecahkan beberapa rekor dunia. Ia bahkan berhasil mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama yang terbang seorang diri melintasi Samudera Atlantik.

Amelia Earhart di depan pesawat Electra

Pada tanggal 1 Juni 1937, Amelia Earhart bersama navigatornya, Fred Noonan terbang dari Miami mengendarai pesawat Lockheed L-10 E Electra. Earhart berencana untuk melakukan perjalanan sejauh 29.000 mil keliling dunia mengikuti jalur khatulistiwa. Earhart diketahui melakukan pemberhentian di beberapa negara selama perjalanannya yaitu Amerika Selatan, Afrika, India, Asia Timur, dan terakhir di Lae, New Guinea pada tanggal 29 Juni 1927.

Amelia Earhart dan Fred Noonan

Setelah terakhir singgah di New Guinea itu, diketahui bahwa Earhart dan Noonan rupanya telah menyelesaikan perjalanannya sejauh 22.000 mil dan hanya menyisakan 7.000 mil lagi untuk menyelesaikan ekspedisi mereka. Rupanya perjalanan terakhir itu sebelum kembali ke Amerika, haruslah melewati Samudera Pasifik.

Earhart dan Noonan lalu menuju ke Pulau Howland yang terletak di Samudera Pasifik pada tengah malam tanggal 2 Juli 1937. Namun rupanya, sesuatu yang menjadi pertanda buruk terjadi dini hari itu. Pemancar transmiter 50 watt yang dipasang oleh Earhart ternyata diletakkan kurang dari jarak yang seharusnya. Hal ini kemudian membuat gelombang radio kacau.

Jalur ekspedisi penerbangan Amelia Earhart 1937

Transmisi suara terakhir yang terdengar pada gelombang radio itu adalah laporan Amelia Earhart bahwa ia berada di Pulau Howland. Dalam transmisi radio itu, Earhart melaporkan bahwa pesawatnya telah kehabisan bahan bakar. Sejak saat itu tidak terdengar lagi laporan dari Earhart. Earhart dan Noonan dinyatakan menghilang.

Pada tanggal 19 Juli 1937 pemerintah Amerika Serikat resmi menyatakan bahwa Amelia Earhart dan navigatornya telah menghilang. Presiden Amerika Serikat saat itu, Franklin D. Rosevelt memerintahkan untuk melakukan pencarian besar-besaran pada pahlawan penerbangan Amerika itu. Namun pencarian yang melibatkan Angkatan Laut Amerika, penjaga pantai, hingga masyarakat, namun tak juga menemukan titik terang.


Penemuan-Penemuan Yang Diduga Milik Amelia Earhart

Di Pulau Gardner (sekarang Nikumaroro) ditemukan beberapa barang yang diduga adalah milik Amelia Earhart oleh tim pencarian Gillespie. Di pulau tak berpenghuni selama lebih dari 4 dekade itu, ditemukan Plexiglass dengan lengkungan dan ketebalan yang mirip dengan pesawat Electra milik Amelia Earhart. Selain itu ditemukan pula sebuah sepatu dengan ukuran 9, cocok dengan ukuran kaki Earhart.

Serpihan pesawat Electra  yang berhasil ditemukan

Seruas tulang jari juga berhasil ditemukan di Pulau Nikumaroro. Awalnya tulang itu dikira adalah tulang penyu, namun ternyata bukan. Selain itu pula ditemukan sisa-sisa pembakaran dan ikan-ikan di pulau itu. Pada tahun 1939, pemerintah Amerika Serikat resmi menyatakan bahwa Earhart dan Noonan tewas. Upaya pencarian pun dihentikan.


Teori-Teori Menghilangnya Amelia Earhart

Ada 3 teori paling populer yang mencoba untuk menjawab misteri insiden menghilangnya Amelia Earhart dalam perjalanannya berkeliling dunia tahun 1937. Salah satu dari tiga teori ini dipercaya adalah jawaban paling masuk akal untuk menjawab apa yang sebenarnya terjadi pada Earhart dan navigatornya, Fred Noonan.


1. Pesawat Electra Jatuh dan Tenggelam

Teori ini dipercaya merupakan penyebab dari menghilangnya Earhart dan Noonan. Pasangan suami istri Elgan dan Marie K. Long melalui buku Amelia Earhart: The Mystery Solved adalah salah satu yang percaya pada teori ini. M

Teori ini muncul setelah mendengar laporan terakhir Earhart dari transmisi radio yang menyatakan bahwa pesawatnya kehabisan bahan bakar pada dini hari tanggal 2 Juli 1937. Saat itu kemungkinan Earhart terbang di atas Samudera Pasifik dan gagal mencapai daratan karena kehabisan bahan bakar. Pesawat itu lalu jatuh dan tenggelam ke dasar Samudera Pasifik. Teori ini juga diyakini oleh seorang peneliti sekaligus pensiunan Angkatan Laut Amerika Serikat bernama Laurence Stafford.


2. Earhart dan Noonan Mendarat di Pulau Gardner dan Meninggal di Sana

Teori yang menyatakan bahwa Earhart dan Noonan mendarat darurat di Pulau Gardner karena kehabisan bahan bakar. Teori ini diperkuat dengan beberapa penemuan puing pesawat di pulau tak berpenghuni itu. Penemuan itu antara lain serpihan badan pesawat dan beberapa bekas pembakaran. Earhart dan Noonan diduga membuat perapian dan membakar ikan di sana terlihat dari adanya tempat bekas pembakaran dan tulang-tulang ikan berserakan.

Selain itu pula menurut beberapa penemuan yang berhasil pada tahun-tahun berikutnya berhasil mendapati barang-barang pribadi Amelia seperti sepatu, wadah kosmetik, dan pisau yang diduga milik Amelia. Bahkan seruas tulang jari berhasil pula ditemukan di Pulau Nikumaroro oleh grup internasional penyelamatan historis.

Barang-barang milik Amelia Earhart yang berhasil ditemukan

Seorang perwira angkatan laut bernama Paul Mantz dan ibu Earhart terus melakukan pencarian pada bukti-bukti bahwa Earhart berhasil mendarat di Kepulauan Phoenix sekitar 550 km tenggara Pulau Howlnad. Mereka menduga bahwa kemungkinan pesawat Earhart terbang tanpa transmisi radio selama 2,5 jam dan tiba di Pulau Gardner. Namun naasnya mereka tak berhasil bertahan hidup dan meninggal di pulau tersebut.


3. Amelia Earhart Berhasil Selamat dan Hidup dengan Identitas Baru

Sekilas teori ini agak mengada-ada. Mengapa? Karena untuk memunculkan teori ini, paling tidak harus menjawab pertanyaan paling mendasar, untuk apa Earhart melakukannya? Harus ada alasan yang sangat kuat bagi seseorang untuk menghilang dan mengganti identitasnya.

Seorang penulis bernama Joe Klaas pada tahun 1970 menulis sebuah buku berjudul: Amelia Earhart Lives. Dalam bukunya ini, Klaas mengkalim bahwa Earhart sebenarnya masih hidup dan berhasil menyelesaikan penerbangannya keliling dunia pada tahun 1937. Namun ia memutuskan untuk memulai hidup baru dengan nama samaran Irene Craigmile Bolam.

Amelia Earhart (1935) dan Irene Bolam (1970)

Rupanya di New York ada wanita dengan nama itu dan berprofesi sebagai seorang bankir. Penulis buku dan penerbitnya pun kemudian dituntut oleh wanita ini sebesar US$1,5 juta karena merasa telah dirugikan.


Perkembangan Terbaru Misteri Kasus Menghilangnya Amelia Earhart

Sebuah kabar terbaru terkait misteri menghilangnya Earhart terdengar pada pertengahan tahun 2017. Saat itu pula bertepatan dengan peringatan 80 tahun hilangnya pilot wanita legendaris Amerika ini. Juli 2017 beredar sebuah foto yang diunggah oleh History Channel dalam serial dokumenternya berjudul "Amelia Earhart: The Lost Evidence".

Tayangan ini rupanya dibuat menyusul penemuan sebuah foto oleh U.S. Treasury Agent bernama Les Kinney. Kinney menemukan foto itu di dalam kotak milik Angkatan Laut yang tertulis "PL-Marshall Island, Jaluit Atoll, Jaluit Island. Jaluit Harbor. ONI #14381.

Foto yang diduga Amelia Earhart dan Fred Noonan

Foto yang diambil antara tahun 1943-1944 itu berlatar sebuah pelabuhan di dekat Pulau Howland. Di dalam foto hitam putih itu, meskipun agak samar, terlihat seorang pria berdiri di kiri dock pelabuhan yang diduga adalah Fred Noonan dan seorang wanita berambut pendek menghadap belakang yang terlihat sangat mirip dengan Amelia Earhart.

Kent Gison seorang ahli forensik menganalisa foto tersebut dan menyatakan bahwa dua orang berkulit terang itu memang sangat mirip dengan Earhart dan Noonan, tetapi ia tidak dapat memastikan itu 100%.

Sementara itu, Susan Butler yang merupakan penulis biografi Amelia Earhart mengatakan pada The New York Times pada sebuah wawancara bahwa tayangan History Channel hanya mengada-ada demi mengejar kepentingan headline semata.


0 Response to "Insiden Hilangnya Amelia Earhart"

Posting Komentar