Fenomena Pertemuan Dua Lautan




"Dia membiarkan dua laut mengalir (kemudian) keduanya bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing."
(Q.S Al-Rahman:19-20)


Salah satu fenomena anomali alam paling menakjubkan yang terjadi di laut adalah fenomena bertemunya dua lautan. Bukan pertemuan lautan biasa karena anomali ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu kedua lautan ini tidak menyatu. Seolah-olah ada batas pemisah antara keduanya.

Halocline, nama fenomena anomali ini. Kedua lautan memiliki kadar garam (salinitas), kekentalan (densitas), dan suhu yang berbeda satu sama lainnya sehingga karakteristik air laut tersebut tidaklah berubah. Karena adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan bercampur satu sama lain, seolah-olah ada pembatas antara keduanya.

Ternyata fenomena alam menakjubkan ini terjadi di beberapa wilayah di bumi. Salah satunya adalah terjadi di Selat Gibraltar, Spanyol. Selat Gibraltar adalah selat yang memisahkan Samudera Atlantik dengan Laut Tengah. Selat ini juga memisahkan dua benua yaitu Eropa (Spanyol) dan Afrika (Maroko). Di wilayah inilah terjadi pertemuan antara Lautan Atlantik memasuki wilayah Laut Mediterania yang berwarna biru tua atau laut tengah melalui Selat Gibraltar.

Lokasi Selat Gibraltar

Di tengah Teluk Alaska, sekitar 1.500 km dari Selat Bering ternyata terjadi pula fenomena serupa. Fenomena ini biasanya terjadi setiap musim panas. Dimana pelapukan glasial muda bertemu dengan air lautan Alaska yang memiliki kadar persentase garam yang lebih tinggi. Hal ini kemudian menyebabkan kedua air laut memiliki kepadatan yang berbeda dan menyebabkannya tidak bercampur.

Fenomena pertemuan dua lautan terjadi pula di pantai Benua Antartika Utara hingga ke Cape Agulhas ujung selatan Afrika Selatan. Di lautan ini terjadi pertemuan antara arus Samudera Atlantik dengan Samudera Hindia. Menurut pakar oceanografi, fenomena anomali ini terjadi karena arus batas barat daya dari Samudera Hindia mengalir secara cepat dan kuat sehingga membawa air hangat dari subtropis ke pantai timur Afrika Selatan.

Penjelasan tentang terjadinya fenomena halocline di Selat Gibraltar

Berikut ini penjelasan ilmiah bagaimana fenomena ini dapat terjadi. Air laut dari lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania (Laut Tengah). Kedua lautan ini memiliki karakteristik yang berbeda, suhu yang berbeda, kadar garam yang berbeda, hingga kerapatan air yang juga berbeda.

Ketika kedua air yang berkarakteristik berbeda tersebut bertemu di Selat Gibraltar, tentu masing-masing keduanya tidak berubah. Hal ini dapat dilihat dengan sangat jelas dari citra di atas laut itu. Mana air laut dari Atlantik, dan mana air laut yang berasal dari laut Mediterania. Penguapan air yang terjadi di laut Mediterania rupanya sangat besar, sementara itu air dari sungai yang bermuara di laut Mediterania menjadi berkurang. Itulah mengapa kita dapat melihat dari atas air dari laut Atlantik mengalir sangat deras ke arah laut Mediterania.

Air laut Mediterania berwarna lebih gelap dari pada Air Laut Atlantik. Air ini menyusup sampai pada kedalaman 1000 meter dari permukaan laut, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik. Dinding pemisah antara kedua lautan ini tak lain adalah air lautnya sendiri yang disebut pula dengan front (jabhah).


0 Response to "Fenomena Pertemuan Dua Lautan"

Posting Komentar