Kisah Aneh Norton I, Kaisar Amerika Serikat




Apakah kalian tahu bahwa di Amerika Serikat pernah ada seorang kaisar? Bukan kaisar sungguhan, melainkan hanya seorang pria yang mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar Amerika Serikat. Tetapi yang mengagumkan adalah bagaimana ia mendapatkan penghormatan, ketenaran luar biasa, dan namanya menginspirasi banyak karya sastra terkenal. Inilah kisah Norton I, Sang Kaisar Amerika.

Beberapa orang berhasil menjadi raja atau kaisar karena keturunan, sementara sisanya merebut tahta dengan perebutan kekuasaan dan penaklukan wilayah. Tetapi ada sebuah cerita yang berbeda. Seorang pria mengangkat dirinya sendiri sebagai Kaisar Amerika Serikat.

Pada tanggal 17 September 1859, sebuah dekrit yang sangat aneh muncul di surat kabar San Fransisco Bulletin. Disampaikan seolah-olah itu adalah maklumat sangat penting yang isinya menyatakan, "Atas permintaan dan keinginan besar sebagian besar penduduk... Saya, Joshua Norton.. menyatakan diri saya sebagai Kaisar Amerika Serikat. Dekrit itu ditandatangani atas nama "Norton I, Kaisar Amerika Serikat.

Namanya Joshua Abraham Norton (1818-1880). Dialah yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai "Yang Mulai Kaisar Norton I, Kaisar Amerika Serikat" dan juga "Pelindung Meksiko".



Norton lahir di Inggris tetapi menghabiskan sebagian masa kecilnya di Afrika Selatan bersama dengan keluarganya. Dia lalu pindah ke San Fransisco untuk menjajal peruntungannya pada masa-masa perburuan emas (Gold Rush) tahun 1849, setelah menerima warisan sebesar $40.000 dari properti ayahnya.

Norton lalu terjun ke bisnis real estate dan pada awal tahun 1850an, ia berhasil mengubah uangnya yang awalnya hanya senilai US$ 40.000 menjadi uang seperempat juta dolar. Tetapi seperti banyak spekulator era Gold Rush, Norton mulai serakah.

Pada tahun 1853, untuk mengantisipasi kekurangan beras di San Fransisco, ia berinvestasi dalam beras Peru. Dengan tidak adanya pengiriman beras lainnya, ia berharap dapat menjual beras dengan harga tinggi dan menghasilkan banyak uang. Tetapi ternyata ia justru kena tipu. San Fransisco sama sekali tidak kekurangan beras.

Kapal-kapal yang membawa beras Peru berlabuh di San Fransisco pada keesokan harinya setelah ia memasok dalam jumlah sangat besar. Akibatnya fatal. Beras membanjiri pasar, harga anjlok. Norton kemudian mengajukan tuntutan. Ia pergi ke pengadilan dan menghabiskan 2 tahun dalam ligitimasi tanpa hasil dan akhirnya kehilangan seluruh kekayaannya. Ia kemudian dinyatakan bangkrut dan kemudian menghilang dari San Fransisco dalam waktu cukup lama.

Pada September 1859, Norton kembali. Tetapi ada yang aneh. Ia tiba-tiba mengaku sebagai Kaisar Amerika Serikat. Ia memasang pengumuman di surat kabar lokal. Banyak yang menduga mentalnya tidak sehat, tetapi ia tidak pernah menunjukkan gejala ketidakstabilan mental. Namun tampaknya ia telah kehilangan akal sehatnya bersama dengan hilangnya kekayaannya.




Meskipun ia dianggap gila, tetapi warga San Fransisco senang dengan kehadirannya. Warga San Fransisco bukannya menertawakan atau menganggapnya gila, mereka justru mendukung Norton sepenuh hati. Jadi menurut orang-orang, jika pria itu ingin menjadi kaisar, biarkan dia menjadi kaisar.

Baca juga: Kisah Anna Anderson yang Mengaku Sebagai Putri Anastasia

Salah satu pernyataannya yang paling terkenal darinya adalah bahwa Kongres Amerika Serikat harus segera dibubarkan. Ia juga mengatakan akan mengubah hukum negara menjadi lebih baik. Norton juga mengeluarkan sejumlah dekrit kaisar yang menyerukan pembangunan jembatan penyeberangan dan terowongan di bawah Teluk San Fransisco.

Namun anehnya, meskipun dia tidak memiliki kekuatan politik sama sekali, ia diperlakukan dengan hormat di seluruh San Fransisco. 

Kaisar Norton I selalu berpenampilan eksentrik. Ia mengenakan mantel Angkatan Laut yang dihiasi tanda pangkat serta topi bulu burung unta di atas kepalanya serta sesekali membawa pedang militer.



Norton yang entah mungkin hidup dalam imajinasinya akan kebesaran dirinya sebagai seorang kaisar Amerika itu, biasanya akan pergi berjalan-jalan di sekitar jalanan San Fransisca dan menyapa orang-orang dengan ramah. Penduduk San Fransisco juga seolah meladeni kegilaannya. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan apa yang dilakukan Norton, justru malah merasa senang.

Kaisar Norton I yang berseragam berjalan-jalan setiap hari di sekitar kota untuk memeriksa trotoar, properti publik, dan pegawai negeri, untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Ia biasanya ditemani dua anjing liar bernama Bumner dan Lazarus. Norton juga terkadang membaca di perpustakaan atau bermain catur. Penduduk menyambutnya dengan hormat, memberi makanan gratis, tiket teater gratis, tiket kereta gratis, dan banyak lagi.



Mereka juga mendengarkan pidato filosofisnya. Bahkan sejumlah warga rela membayar pajak secara sukarela, sehingga Norton dapat hidup lebih layak dan nyaman di apartemen sewaan karena Norton sebenarnya tinggal di sebuah rumah susun. Beberapa tentara juga memberinya seragam baru, dengan warna biru mencolok yang juga dilengkapi dengan tanda pangkat emas, ketika mereka melihat seragam pria itu sudah usang.

Baca juga: Kebetulan yang Mengerikan di Novel Edgar Allan Poe

Kadang kala Dewan Pengawas San Fransisco mengambil dana publik untuk membayar penjahit kota demi membuatkannya lebih banyak seragam baru. Selain itu juga, saat kaisar Norton ini memutuskan untuk mengeluarkan mata uangnya sendiri, perusahaan percetakan di kota bahkan menawarkan untuk mencetak mata uang itu secara gratis. Hal-hal aneh ini terus dimuat di surat kabar kota dan tambah membuatnya makin dikenal.



Pada tahun 1867, seorang penjaga keamanan swasta bernama Armand Barbier dengan pasukan lokal bermaksud menangkap Kaisar Norton I dengan tuduhan masalah kesehatan mental. Mereka berencana mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Tetapi ternyata publik San Fransisco amarah besar.

Harian lokal Alta menyebutkan bahwa tidak ada alasan untuk menangkap Norton, karena dia sama sekali tidak melukai siapa pun. Norton kemudian segera dibebaskan dan ia juga menunjukkan kemurahan hatinya dengan memaafkan Armand Barbier dan pasukannya. Setelah kejadian itu, polisi kota bahkan memberi hormat ketika mereka bertemu dengannya di jalan-jalan.

Kaisar Norton I dengan cepat menjadi salah satu tokoh paling terkenal di San Fransisco. Turis sering kali meminta unuk berfoto bersama. Toko-toko souvenir juga menjual boneka Kaisar Norton I sebagai cindera mata. 



Suatu ketika saat Kaisar Pedro II mengunjungi San Fransisco, warga meminta Kaisar dari Brasil tersebut untuk mengadakan pertemuan dengan Kaisar Norton I. Keduanya kemudian benar-benar bertemu, berbincang-bincang dan mengadakan acara minum teh bersama.

Pada 8 Januari 1880, ketika dalam perjalanan untuk kuliah di Akademi Ilmu Pengetahuan California, Kaisar Norton I menderita serangan jantung dan pingsan di jalan. Seorang polisi datang membantunya untuk membawanya ke rumah sakit. Tetapi sudah terlambat. Dia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Baca juga: Kisah James Sidis, Orang Paling Jenius Dalam Sejarah

Hampir 30.000 orang memadati jalan-jalan San Fransisco untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Norton. Kematiannya menjadi berita utama di banyak surat kabar Amerika Serikat. Setelah kematiannya banyak desas-desus yang beredar selama bertahun-tahun tentang dirinya yang diam-diam memiliki banyak harta. Tetapi ternyata dia sangat miskin, bahkan ia tidak memiliki cukup uang untuk membayar pemakamannya.

Awalnya Norton akan dimakamkan di pemakaman orang miskin, tetapi kemudian seorang pengusaha dari Pacific Club San Fransisco menyumbangkan uang untuk menyelenggarakan pemakaman yang cukup besar. Sejumlah besar penduduk kota datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepadanya. Kaisar Norton I dimakamkan di Pemakaman Masonik San Fransisco.



Kaisar Norton I juga mendapatkan perhatian dari tokoh-tokoh sastra terkemuka dunia. Mark Twain dan Robert Louis Stevenson mengabadikannya sebagai karakter dalam novel mereka masing-masing yaitu Petualangan Huckleberry Finn dan The Wrecker.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Emperor_Norton
https://www.history.com/news/the-strange-case-of-emperor-norton-i-of-the-united-states

0 Response to "Kisah Aneh Norton I, Kaisar Amerika Serikat"

Post a Comment