Kasus Pembunuhan Berantai Wineville Chicken Coop Murders





Kasus pembunuhan terhadap sejumlah anak laki-laki mengguncang Wineville, sebuah kota kecil di California selatan pada akhir tahun 1920an. Begitu mengerikan dan memalukannya tragedi pembunuhan berantai ini sampai membuat warganya mengganti nama kota kecil itu. Inilah kasus pembunuhan berantai Wineville Chicken Coop Murders yang juga berhubungan dengan hilangnya Walter Collins.

Jika kalian mencari di peta California, Amerika, bisa dipastikan kalian tidak akan menemukan sebuah tempat bernama Wineville. Kota di California selatan ini menghilang pada tahun 1930 dan diganti dengan nama Mira Loma. Apa yang sebenarnya terjadi di sana adalah sebuah kejahatan yang begitu kejam sehingga warga tak ingin mendengar dengan nama Wineville lagi.

Penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa anak laki-laki, di mana jumlah korban yang sebenarnya tak pernah diketahui, terjadi di Riverside County, California selatan selama kurun waktu antara tahun 1926-1928. Kejahatan ini terjadi di sebuah peternakan ayam milik seorang pria muda bernama Gordon Stewart Northcott.

Gordon Stewart Northcott

Gordon Stewart Northcott lahir di Bladworth dan dibesarkan di British Columbia. Ia dan orang tuanya kemudian pindah ke Los Angeles pada tahun 1924. Dua tahun kemudian saat usianya 19 tahun, Gordon minta dibelikan sebidang tanah di Wineville, di mana ia kemudian membangun sebuah peternakan ayam.

Dengan alasan inilah, Gordon kemudian meminta izin keluarga Clark, untuk membawa seorang anak laki-laki yang tak lain adalah keponakannya sendiri yang bernama Sanford Clark dari Bladworth ke peternakan Wineville. Namun di sana, Gordon mulai memukuli dan melakukan pelecehan terhadap Sanford.

Peternakan ayam Wineville

Sementara itu, pada awal tahun 1928, polisi menemukan mayat seorang remaja laki-laki tanpa kepala di sebuah selokan di Wineville. Kasus ini menemui kebuntuan hingga akhirnya pihak berwenang menerima sebuah panggilan telepon dari konsulat Amerika di Kanada yang memicu terbongkarnya serangkaian peristiwa luar biasa ini. Dan ini semua dimulai dari kedatangan seorang gadis muda dari Bladworth yang pergi mengunjungi adiknya.

Pada Agustus 1928, kakak perempuan Sanford, Jessie Clark (19) pergi mengunjungi adiknya di Wineville. Pada saat itulah Sanford mengatakan pada kakaknya bahwa nyawanya terancam. Suatu malam saat Gordon sudah tertidur, Sanford lalu menceritakan segalanya pada Jessie. Ia berkata bahwa Gordon telah membunuh sedikitnya 4 anak laki-laki di peternakannya.

Jessie Clark

Sanford bertanya kepada Jessie apa dia membaca di koran tentang seorang anak laki-laki bernama Walter Collins yang hilang. Sanford kemudian mengatakan Gordon telah menculik dan menahan anak itu di peternakan lebih dari seminggu dan Gordon kemudian membunuhnya saat orang-orang mulai ribut mencarinya. Dia juga menceritakan tentang dua pembunuhan anak laki-laki lain dan seorang anak Meksiko yang dilakukan Gordon dengan dibantu oleh ibunya.

Baca juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi Pada Walter Collins?

Jessie ada di Wineville selama satu minggu dan begitu ia kembali ke Kanada, gadis muda itu segera melaporkan kejahatan Gordon ke konsul Amerika di sana yang langsung meneruskan laporan tersebut kepada Departemen Kepolisian Los Angeles.

Sanford Clark

Pada tanggal 31 Agustus 1928, dua orang inspektur Layanan Imigrasi Amerika, Judson F. Shaw dan George W. Scallorn, mendatangi peternakan ayam Gordon.

Di sana mereka menemukan Sanford Clark. Gordon yang sudah melihat dari kejauhan kedatangan polisi menyuruh Sanford untuk menemui agen-agen itu atau ia mengancam akan menembaknya. Sementara itu Gordon dan ibunya, Sarah Louise melarikan diri.

Setelah dianyai selama lebih dari 2 jam dan merasa agen-agen polisi itu dapat melindunginya dari Gordon, Sanford akhirnya memberitahu bahwa Gordon dan ibunya telah pergi melarikan diri.

Sarah Louise Northcott

Gordon dan ibunya Sarah Louise melarikan diri hingga ke Kanada, tetapi berhasil ditangkap di dekat Vernon, British Columbia pada 19 September 1928.

Sanford bersaksi bahwa pamannya itu telah menculik anak laki-laki itu dan memperkosa mereka. Saat ia mulai bosan, dia akan membawa mereka ke ruang inkubator dan membunuh mereka dengan kapak di sana. Untuk menghancurkan bukti dan menghilangkan jasad para korbannya dengan kapur.

Sanford juga bersaksi tentang pembunuhan anak laki-laki ke empat, seorang anak Meksiko di La Puente. Gordon lalu memaksa Sanford untuk membuang kepalanya dan membakarnya. Terakhir, ia memerintahkan untuk menghancurkan tengkorak tersebut.

Petugas yang tengah mencari beberapa barang bukti dan jasad para korban

Gordon mengatakan ia meninggalkan tubuh tanpa kepala itu di sisi jalan dekat Puente. Sanford mengatakan ia menggunakan kalium oksida untuk menghilangkan jejak.

Sanford kemudian mengatakan pada polisi bahwa mereka dapat menemukan kuburan di dekat kandang ayam. Di sana terkubur Winslow bersaudara dan Walter Collins.

Kuburan dangkal yang terletak di dekat kandang ayam di Wineville

Pihak kepolisian lalu menemukan 3 kuburan dangkal di Wineville persis seperti kesaksian Sanford. Tetapi tidak ada mayat di sana, hanya potongan tulang.

Baca juga: 7 Kasus Pembunuhan Tak Terpecahkan yang Meninggalkan Pesan dan Kode Misterius

Sementara itu ditemukan kapak di antara peralatan pertanian lainnya. Pada kapak itu terdapat darah dan rambut manusia. Beberapa tulang ditemukan tersebar di seluruh peternakan, yang menurut patolog semuanya adalah tulang anak laki-laki.

Penggalian di sekitar peternakan untuk menemukan jenazah korban dan juga bukti lainnya

Di dalam rumah ditemukan peluit dan beberapa lencana pramuka juga beberapa pakaian korban. Tetapi anehnya tidak ada sama sekali barang-barang milik Walter Collins yang ditemukan.

Pakaian salah satu korban pembunuhan Gordon Northcott
Pakaian, topi, dan beberapa barang milik para korban yang ditemukan di peternakan

Selama kesaksian dari Sanford dan Jessie, diketahui bahwa mayat-mayat itu telah digali oleh Gordon dan ibunya pada 4 Agustus 1928, sebelum kedatangan Jessie ke peternakan. Mayat-mayat itu lalu dibawa ke daerah gurun, tempat di mana kemungkinan besar mereka membakarnya di sana pada malam hari.

Bukti yang ditemukan di kuburan terdiri dari 51 bagian anatomi tubuh. Bukti ini memungkinkan Negara Bagian California untuk menyimpulkan bahwa Walter Collins, dua bersaudara Winslow, dan Alvin Gothea semuanya telah dibunuh.

Sementara itu, Sanford Clark dinyatakan tak bersalah karena membantu Gordon di bawah ancaman. Ia kemudian dibebaskan dan kembali ke kampung halamannya di Saskatoon, Saskatchewa, Kanada, dan meninggal di sana tahun 1991.

Polisi Kanada menangkap Gordon di British Columbia pada 20 September 1928. Mereka juga berhasil menangkap ibunya di Alberta. Keduanya kemudian dikembalikan ke Los Angeles pada 30 November 1928 setelah dokumen ekstradisi selesai.

Gordon ketika dalam masa tahanan

Sementara Gordon dan Sarah ditahan di British Columbia menunggu ekstradisi ke California, Sarah mengakui pembunuhan, termasuk pembunuhan pada Walter Collins. Dia mengatakan telah memberi pukulan terakhir pada anak itu sebelum ia tewas. Walter, menurut pengakuan Sarah, dikuburkan di sebuah lubang di dekat kandang ayam.

Sementara itu selama persidangannya, Sarah mengklaim putranya tidak bersalah dan membuat berbagai cerita aneh tentang asal usulnya termasuk bahwa Gordon adalah putra tidak sah dari seorang bangsawan Inggris, bahwa ia sebenarnya adalah neneknya Gordon, bahwa ia adalah hasil hubungan inses antara suaminya, Cyrus George Northcott dengan putri mereka. Ia juga bilang bahwa Gordon pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kanak-kanak.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Elizabeth Short (The Black Dahlia)

Sarah Louise Northcott dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 31 Desember 1928 atas pembunuhan Walter Collins. Sarah menjalani hukuman di Penjara Negara Bagian Tehachapi dan dibebaskan 12 tahun kemudian. Ia meninggal tahun 1944.

Pada Desember 1928, polisi membawa Gordon kembali ke peternakan untuk reka ulang kejadian dan juga mendapatkan informasi lebih lanjut.

Polisi membawa Gordon kembali ke peternakan Wineville untuk reka ulang kejadian

Saat berada di sana, Gordon secara lisan mengakui 5 pembunuhan, termasuk 2 bersaudara Winslow, Walter Collins, dan seorang anak laki-laki Meksiko bernama Alvin Gothea. Namun kemudian pada hari itu juga Gordon mengubah kesaksiannya dan mengatakan bahwa ia hanya mengakui satu pembunuhan dalam sebuah pengakuan tertulis dan itu adalah pembunuhan terhadap Alvin Gothea.

Persidangan Gordon dimulai pada Januari 1929 di Riverside County, California. Sidang dipimpin oleh hakim George R. Freeman. Pada persidangan itu, Gordon mengaku menyalahgunakan anak laki-laki itu karena dia mencintai mereka.

Gordon selama persidangan

Gordon terlibat dalam pembunuhan Walter Collins, tetapi karena ibunya sudah mengakui dan dihukum atas itu, negara memilih untuk tidak menuntut Gordon. Ada spekulasi bahwa pria itu mungkin telah membunuh sebanyak 20 anak laki-laki, tetapi sayangnya tidak ada bukti yang mendukung spekulasi tersebut.

Pada akhirnya negara hanya mengajukan dakwaan terhadap Gordon atas pembunuhan seorang anak Meksiko, Lewis dan Nelson Winslow, dan anak-anak yang dilaporkan hilang dari Pamona pada 16 Mei 1928.

Lewis dan Nelson Winslow

Pada tanggal 8 Februari 1929, juri yang semuanya beranggotakan laki-laki menetapkan hukuman Gordon atas pembunuhan tingkat pertama atas dua bersaudara Winslow dan Alvin Gothea. Hakim Freeman kemudian menjatuhkan hukuman mati. Gordon menjalani hukuman gantung pada 2 Oktober 1930.

Pengakuan tertulis Gordon bahwa dia hanya membunuh Alvin Gothea

Pada 1 November 1930 tak lama setelah eksekusi mati Gordon, warga Wineville kemudian sepakat mengubah nama kota itu yang menurut mereka telah begitu banyak publisitas negatif tentang pembunuhan keji yang telah mencoreng nama kota.

Mereka kemudian mengubahknya menjadi "Mira Loma" yang diambil dari bahasa Spanyol yang artinya "pemandangan dari bukit". Mira Loma kemudian secara resmi menjadi bagian dari Jurupa Valley, Riverside County, California, Amerika Serikat.


0 Response to "Kasus Pembunuhan Berantai Wineville Chicken Coop Murders"

Post a Comment