Kasus Misterius Bruneri-Canella




Profesor Bruneri dinyatakan menghilang dalam Perang Dunia I tahun 1915. Namun istrinya bersikukuh dan yakin sang suami masih hidup. Sebelas tahun kemudian ada seorang pria lupa ingatan di rumah sakit jiwa yang kemudian kisahnya masuk dalam surat kabar. Istri Bruneri yakin itu adalah suaminya yang hilang 11 tahun lalu. Namun kemudian sesuatu yang tak terduga terjadi...

Profesor Giulio Canella adalah seorang pengajar filosofi yang hilang saat bertugas pada Perang Dunia I tahun 1915. Lahir di Padova tahun 1881, ia diketahui menikahi sepupunya, Giulia Concetta Canella yang merupakan putri tuan tanah dan juga pebisnis sukses di Brasil.

Pada tanggal 25 November 1916, Prof. Canella berangkat wajib milier pada Perang Dunia I, di mana ia bertugas sebagai kapten infanteri. Pasukannya dikabarkan dikepung tentara Bulgaria. Canella dinyatakan hilang. Menurut beberapa rekannya yang terakhir kali melihatnya, pria itu mengalami luka di kepala, tetapi masih hidup dan ia dibawa sebagai tahanan oleh pihak musuh.

Sebuah surat kemudian dikirimkan kepada istrinya mengabarkan Canella yang telah hilang dan mungkin saja telah meninggal dunia di medan perang. Namun Giulia tak menerima berita itu, ia tak putus asa mencari keberadaan suaminya. Ia yakin Giulio masih hidup. Hingga 11 tahun kemudian ia secara tak sengaja melihat foto seorang pria di surat kabar.

Koran nasional La Domenica del Corriere tertanggal 6 Februaru 1927 memuat sebuah berita tentang pasien di Collegno Mental Hospital. Pria itu awalnya ditemukan oleh penjaga makam yang memergokinya tengah mencuri di makam Yahudi. Saat ditangkap oleh petugas, ia menangis dan mengancam akan bunuh diri. Pria 45 tahun itu adalah gelandangan dengan janggut lebat. Saat ditanya identitasnya, ia tak ingat apa pun.

Baca juga: Kasus Misterius Bobby Dunbar

Quaestor Turin kemudian membawa pria itu ke sebuah rumah sakit jiwa dengan harapan ia mendapatkan ingatannya kembali. Pria yang kemudian dikenal dengan nomor 44179 itu berkelakuan baik selama berada di sana. Para staf rumah sakit juga terkejut lantaran ia memiliki kemampuan akademis yang baik. Pria itu tampak sangat berpendidikan.



Giulia yang melihat koran itu menyadari pria di rumah sakit jiwa itu begitu mirip dengan suaminya, Giulio Canella yang telah lama menghilang. Giulia lalu bergegas ke rumah sakit untuk memastikan.  Ia berkunjung ke Collegno Mental Hospital pada 27 Februari 1927, dan setelah beberapa kali pertemuan ia menjadi sangat yakin pria itu memang suaminya, Giulio Canella.

Pada awal Maret 1927, pasien itu kemudian dinyatakan sebagai Profesor Canella dan dibawa pulang oleh Giulia ke Verona. Akhirnya keluarga itu dapat kembali bersama. Profesor Giulio Canella, Giulia, beserta ketiga anak mereka. Kisah ini sepertinya berakhir bahagia hingga beberapa hari kemudian sebuah surat tanpa nama datang ke meja Quaestor Turin.

Dalam surat tanpa nama pengirim itu, sang pengirim menuliskan bahwa pria di rumah sakit jiwa yang dibawa pulang oleh Giulia itu bukanlah Profesor Giulio Canella melainkan Mario Bruneri. Bruneri adalah seorang juru ketik yang lahir di Turin pada 1886. Sejak tahun 1922 ia menjadi buronan polisi atas kasus pencurian, kekerasan, dan juga penipuan.

Menurut catatan kepolisian, Mario Bruneri memiliki catatan kriminal yang cukup panjang. Ia telah beberapa kali keluar masuk penjara atas berbagai kasus kriminal. Ia bukan hanya menjadi buronan polisi Turin, tapi juga buronan di Pavia dan Milan bersama dengan seorang wanita rekan kriminalnya yang bernama Camilla Ghildini.

Baca juga: Misteri Teleportasi William Cantello dan Hiram Maxim

Tanggal 6 Maret 1927, pihak berwajib secara resmi kemudian membawa kembali pria itu ke Turin dan mengklaimnya sebagai Mario Bruneri, seorang kriminal dan buronan polisi.

Dua hari kemudian, polisi melakukan identifikasi dengan memanggil sejumlah anggoa keluarga Bruneri. Dua saudara perempuan Bruneri, Maria dan Matilda, dan seorang saudara laki-laki Felice, mengenali pria itu sebagai Bruneri yang telah hilang 6 tahun yang lalu. Begitu pula dengan strinya, Rosa Negro dan seorang putranya Giuseppio, 14 tahun juga merasa yakin bahwa pria itu tak lain adalah keluarga mereka yang hilang Mario Bruneri.

Pihak berwajib bahkan melakukan tes sidik jari dan membandingkannya dengan milik Bruneri. Hasilnya, pria itu adalah Mario Bruneri.

Sementara itu, Giulia bersikukuh pria itu adalah suaminya, Giulio Canella. Bahkan hingga putusan sidang terakhir dikeluarkan. Giulia dan pria itu beserta anak-anaknya kemudian pindah ke Brasil. Ayah Giulia bersikukuh bahwa masalah itu akan menjadi skandal yang akan menghancurkan nama keluarga mereka. Lagi pula masalah ini telah menjadi bahan gosip seluruh Italia yang menggunjingkan Giulia.

Mereka kemudian tinggal di Rio de Janeiro. Giulia dan pria yang mirip Giulio itu kemudian memiliki anak dan pemerintah di sana memberikan nama anak mereka dengan nama keluarga Canella. Pria yang mirip Giulio itu kemudian memiliki identitas baru sebagai Julio Canella beserta dengan gelar Profesornya. Pria itu kemudian diketahui bekerja di koran lokal dan menjadi dosen filosofi.

Giulia dan pria yang diduga Giulio Canella

Julio Canella meninggal dunia di Rio de Janeiro pada 12 Desember 1941. Giulia sendiri terus mengajukan tuntutan hukum agar suaminya diakui sebagai Giulio Canella secara sah sekaligus membersihkan namanya. Namun usaha itu tak pernah berhasil hingga Giulia akhirnya meninggal pada tahun 1977.

Setelah meninggalnya Giulia tamatlah kasus ini. Tak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Benarkah pria itu sungguh Giulio Canella atau memang benar ia adalah kriminal Mario Bruneri? Lalu mengapa Giulia bersikukuh itu adalah Canella? Apa motif wanita itu melakukan hal tersebut?


Pertemuan Giulio Canella dan Mario Bruneri

Seorang wanita bangsawan asal Inggris yang tinggal di Milan menulis sebuah surat yang ditujukan kepada pengadilan. Ia mengaku bernama Mrs. Taylor. Wanita itu meceritakan kisahnya yang terjadi tahun 1923.

Baca juga: Kasus Misterius Pauline Picard

Menurutnya saat itu ia pernah memberikan tempat berteduh bagi seorang gelandangan yang ditemukan berkeliaran di jalan dengan mengenakan seragam militer. Ia memberinya tempat tinggal, pakaian, dan juga makanan. Pria yang tak mengetahui identitasnya itu dinamainya "The Tramp". Menurut wanita ini The Tramp sangat sopan dan bersikap seperti orang yang sangat berpendidikan. Keduanya kemudian berteman.

Giulio Canella

Hari-hari berlalu. The Tramp bercerita pada Mrs. Taylor bahwa ia masuk dalam tugas militer perang dunia dan memiliki keluarga. Namun sayangnya pria itu tak mengingat identitasnya dan di mana ia tinggal.

The Tramp mengatakan selama menggelandang ia mengenal seorang wanita yang sehari-hari menjajakkan jualanannya di jalan. The Tramp kemudian mengenalkan wanita itu pada Mrs. Taylor. Keduanya segera menjadi sahabat dan sering bercerita mengenai The Tramp. Menurut pengakuan wanita penjual itu, ia pernah melihat pria yang mirip dengan The Tramp namun sifatnya berbeda. Ia mneyadarinya ketika berinteraksi dengan pria itu terkadang ia sangat sopan dan baik, namun kadang kala ia sangat kasar. Rupanya mereka memang dua orang pria yang berbeda.

Mario Bruneri kala itu diketahui memang tinggal di Milan bersama dengan Camilla Ghidini, rekan kriminalnya. Keduanya tengah dalam pengejaran polisi.

Mrs. Taylor yakin bahwa Canella yang baik dan sopan adalah The Tramp yang asli. Ia menduga bahwa Bruneri bisa jadi bertemu tanpa sengaja dengan Canella di jalan. Keduanya kemudian akrab dan menjadi teman dekat. Dari situlah Bruneri mendapatkan semua informasi mengenai Canella. Ia lalu sengaja tertangkap polisi dan dibawa ke rumah sakit jiwa sambil menghindar dari kejaran polisi.

Saat bertemu dengan istri Canella, Giulia di rumah sakit jiwa, di sanalah kesempatannya datang untuk terlepas dari semua catatan kriminal dan memulai hidup yang baru di bawah identitas Giulio Canella. Namun apa yang sebenarnya terjadi pada Canella yang asli, tak ada yang pernah mengetahuinya.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Bruneri-Canella_case


0 Response to "Kasus Misterius Bruneri-Canella"

Post a Comment