Benarkah Teknologi HAARP Mampu Menciptakan Bencana Alam dan Mengendalikan Pikiran Manusia?




Seorang fisikawan mengklaim bahwa HAARP memiliki teknologi yang mampu mengubah cuaca dan menetralkan satelit. Sementara itu, seorang mantan gubernur Minnesota sekaligus pemerhati teori konspirasi menyatakan bahwa Amerika sesungguhnya telah menguasai teknologi yang mampu menciptakan bencana alam dan mengatur cuaca di dunia. Teknologi ini juga disebut-sebut mampu mengendalikan pikiran manusia. Inilah HAARP dan segala teori konspirasi yang menyelimutinya...

Jika kalian adalah penggemar teori konspirasi, maka HAARP bukanlah hal yang asing. Akhir-akhir ini teknologi yang salah satunya bermarkas di Alaska ini makin sering disebut-sebut sebagai penyebab berbagai bencana yang terjadi di dunia. Banyak spekulasi berkembang yang meyakini bahwa teknologi ini adalah senjata mematikan yang telah dikembangkan secara rahasia. Maka tak heran selama bertahun-tahun HAARP menjadi subjek berbagai teori konspirasi di dunia.


Apa itu HAARP?

HAARP adalah singkatan dari High Frequency Active Auroral Research Program atau Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi. HAARP merupakan sebuah program penelitian ionosfer yang didanai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Darat Amerika Serika, Universitas Alaska, serta Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

HAARP di Gakona, Alaska

HAARP didirikan pada tahun 1993, dan dirancang serta dibangun oleh BAE Advanced Technologies (BAEAT). Program ini bertujuan untuk menganalisis keadaan ionosfer serta menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionosfer terbaru untuk pengintaian dan komunikasi radio. Per 2008, HAARP telah menghabiskan $250 juta untuk membiayai pembangunan serta proses pengoperasiannya.

Program HAARP ini beroperasi di sebuah fasilitas yang disebut dengan HAARP Research Station dan berada di lahan milik Angkatan Udara Amerika Serikat, tepatnya di Gakona, Alaska. Sementara itu terdapat pula stasiun penelitian lainnya di dunia yakni Sura Facility (Rusia), EISCAT (Norwegia), HIPAS Observatory yang dikelola UCLA, dan Arecibo Observatory (Puerto Rico).

HAARP di seluruh dunia


Cara Kerja HAARP

Di stasiun penelitiannya, HAARP memiliki instrumen terpenting yang disebut Ionospheric Research Instrument (IRI). Instrumen lainnya yang tak kalah penting yaitu VHF dan radar UHF, fasilitas pemancar frekuensi radio bertenaga tinggi, magnometer fluxgate, magnetometer induksi (untuk mempelajari proses fisik yang terjadi di wilayah kejut), serta digisonde (perangkat pengukuran ionosfer).

Stasiun HAARP di Alaska memiliki 360 buah antena yang masing-masingnya mampu menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt. Jika saja semua antena diaktifkan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan sekitar 3,6 juta watt bahkan lebih.

HAARP memiliki cara kerja kurang lebih seperti ini. HAARP menembakkan gelombang radio ke atmosfer mulai dengan frekuensi paling rendah/kecil hingga sangat tinggi/besar. Nah, efek dari penembakan gelombang radio tadi akan mempengaruhi ionosfer dan stratosfer yang kemudian menjadi hangat dan menciptakan awan yang lalu dikatakan dapat mengubah iklim di suatu tempat.

Cara kerja HAARP

Gelombang radio berfrekuensi tinggi tadi kemudian dipantulkan oleh ionosfer kembali ke bumi. Proses pemantulan kembali inilah yang dikatakan dapat menciptakan berbagai bencana alam alam mulai dari gempa, tornado, badai, kekeringan, hingga tsunami. Selain itu juga disebut-sebut teknologi ini mampu membuat jatuh pesawat yang berada di radius tertentu, serta membuat satelit menjadi tak berfungsi. Efek lainnya yang tak kalah mengerikan adalah kemampuannya untuk mempengaruhi pikiran manusia (mind control).


Teori Konspirasi HAARP

Sejak awal mula dibangunnya teknologi ini tahun 1993, bahkan setelah Ionospheric Research Instrument (IRI) selesai dibangun tahun 2007 yang lalu, teknologi ini terus menerus dihujani oleh berbagai teori kospirasi.

Pada sebuah jurnal militer yang diterbitkan Rusia disebutkan bahwa pengujian terhadap ionosfer dapat menimbulkan banjir elektron. Hal ini mampu membalikkan keadaan kutub magnetik bumi. Tak hanya itu pada sebuah sidang dengar pendapat mengenai HAARP, Parlemen Eropa berkali-kali menyebutkan bahwa teknologi ini terkait dengan "masalah lingkungan".



Sebuah website yang dikelola oleh Nick Begich Jr, putera dari Anggota DPR Amerika mengklaim bahwa HAARP adalah alat yang mampu mengendalikan pikiran manusia. Selain itu juga menurutnya teknologi ini dapa menciptakan gempa dan mengubah atmosfer bumi menjadi semacam lensa raksasa sehingga menyebabkan langit tampak terbakar.

Jesse Ventura, mantan gubernur Minnesota (1999-2003) sekaligus mantan pegulat profesional yang juga pemerhati konspirasi. Suatu ketika dirinya dan kru TV pernah ditolak masuk ketika akan mengunjungi HAARP. Jesse Ventura adalah host TruTV untuk acara "Conspiracy Theory with Jesse Ventura".

Jesse Ventura

Jesse pernah menyatakan bahwa pemerintah Amerika menggunakan HAARP tak lain dengan tujuan untuk memanipulasi cuaca dan membombardir orang-orang dengan gelombang radio yang mampu mengendalikan pikiran.

"Radio wave really can get inside your head, they get inside mind! Humans only use 10% of their brains, developing 100% brain potential. Should be on everyones agenda! You think, you know the whole story? Just think again..." 
(Jesse Ventura)


Seolah ingin menegaskan bahwa konspirasi teori memang benar-benar ada di HAARP, seorang fisikawan bernama Bernard Eastlund juga ikut angkat bicara. Menurutnya HAARP memang memiliki teknologi dari patennya yang mampu memodifikasi cuaca sampai menetralkan satelit.

Dr. Bernard Eastlund
Dihujani dengan berbagai tuduhan sebagai senjata rahasia pemerintah Amerika, HAARP tak tinggal diam. Mereka mencoba menyangkal berbagai tuduhan miring tersebut.

Menurut HAARP, mereka membuka stasiun penelitian itu pada umum. Tidak seperti banyak website dan blog katakan bahwa mereka benar-benar tertutup. Mereka mengatakan bahwa HAARP bahkan melakukan open house setiap musim panas dan tidak ada ijin pengamanan khusus yang dilakukan pada setiap pengunjung.

Program Open House HAARP

Selain itu pula stasiun penelitian ini telah bekerja sama dengan banyak universitas seperti University Alaska, Boston College, Cornell, Penn State, University of Massachusetts,MIT, Dartmouth, Tomsk Polytechnic University, University of Tulsa, dan UCLA.

Menurut mereka HAARP beroperasi di wilayah luas 28 acre dengan 180 antena frekuensi tinggi. Masing-masing antena memiliki tingi 72 kaki dengan maksimum kekuatan transmisi 3600 kilowatt. Meskipun observatory beroperasi secara berkesinambungan namun sesungguhnyaantena frekuensi tinggi itu sendiri sangat jarang diaktifkan untuk eksperimen spesifik, rata-rata hanya sekali dalam sebulan. HAARP juga tak memiliki potensi mengacaukan cuaca atau semacamnya.

Sejumlah orang yang mengunjungi HAARP

Klaim ini setidaknya disetujui oleh beberapa pakar. Umran Inan, dosen dari Universitas Stanford mengatakan bahwa HAARP sama sekali tidak mampu mengganggu sistem cuaca bumi. Sekalipun tenaga yang diradiasikan HAARP begitu besar, namun intensitasnya sangat kecil bahkan jika dibandingkan dengan kekuatan kilatan petir.

Seorang ilmuwan komputer, David Naiditch juga mengatakan bahwa HAARP menarik perhatian terutamanya oleh penggemar konspirasi karena tujuan program ini tampak begitu misterius bagi pihak-pihak yang tidak memahami cara kerjanya. 

Austin Baird, penulis di Alaska Dispatch juga berpendapat serupa. Menurutnya, salah satu alasan mengapa HAARP begitu dihujani oleh teori konspirasi adalah karena fasilitas penelitian ini tak begitu terbuka dan juga HAARP sendiri tampaknya enggan menjelaskan panjang lebar mengenai manfaat teknologi penelitian ini pada masyarakat.

Memang jika diamati lokasi HAARP tidaklah begitu tertutup seperti Area 51 yang sangat terkenal akan konspirasi alien dan UFO di dalamnya.

Sebuah mobil dihentikan ketika akan mendekati wilayah Area 51

Di Area 51 bahkan jarak beberapa mil harus steril dari pandangan publik. Kunjungan untuk masyarakat atau Open House? Jangan harap! Kalian bisa ditangkap bahkan saat baru mendekat ke batas wilayahnya.

Baca juga : Konspirasi di Area 51

Maka dari itu agak aneh sebenarnya bagi mereka yang meyakini bahwa HAARP sama sekali senjata rahasia yang mampu menciptakan bencana alam apalagi sampai mempengaruhi pikiran orang.

Salah satu alasan mengapa di awal-awal pembangunan proyek ini orang-orang langsung mengaitkannya dengan konspirasi dan cenderung paranoid adalah kontraktor HAARP adalah ARCO Power Technologies atau APTI. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan dengan karyawan terbesar di Alaska. Salah satu ilmuwannya adalah Dr. Bernard Eastlund yang tadi disebutkan.

Teknologi HAARP disebut mampu mengendalikan cuaca dan menyebabkan bencana alam

Pada tahun 1985, Eastlund mematenkan penemuannya yaitu metode mengubah atmosfer, ionosfer, dan magnetosfer bumi yang ada di suatu wilayah. Temuan Eastlund ini membutuhkan sumber tenaga yang berasal dari gas alami yang dapat diperoleh di Alaska. Beberapa tahun kemudian, program HAARP dengan teknologi yang sama dimulai. Oleh karena itu dirinya meyakini bahwa HAARP tak lain digunakan untuk memanipulasi cuaca dan senjata untuk digunakan untuk menimbulkan bencana alam di suatu wilayah.

Bagaimana menurut kalian?

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/High_Frequency_Active_Auroral_Research_Program
https://indocropcircles.wordpress.com/2011/10/20/haarp-senjata-paling-mutakhir-kemampuannya-mengatur-cuaca-dunia/
https://skeptoid.com/episodes/4122


0 Response to "Benarkah Teknologi HAARP Mampu Menciptakan Bencana Alam dan Mengendalikan Pikiran Manusia?"

Posting Komentar