Kasus Pembunuhan Misterius JonBenet Ramsey




Seorang anak perempuan dilaporkan hilang di kediamannya. Anak ini bukan anak biasa. Ia dikenal publik Amerika sebagai ratu kontes kecantikan anak. Namun yang mengejutkan adalah mayatnya justru ditemukan di salah satu ruangan di rumahnya sendiri dalam kondisi mengenaskan. Yang menarik pada kasus ini adalah banyaknya kejanggalan yang ditemukan di TKP yang menjurus pada dugaan bahwa pelaku adalah orang dalam....

Anak perempuan itu bernama JonBenet Patricia Ramsey. Gadis kecil itu baru berusia 6 tahun, tapi namanya cukup terkenal di Amerika pada periode pertengahan 90an. Memiliki mata biru indah, rambut pirang, serta senyuman yang menawan, gadis kecil kelahiran 6 Agustus 1990 itu akan memikat hati siapa pun yang melihatnya.

JonBenet Ramsey

JonBenet adalah putri dari John dan Patsy Ramsey. John adalah seorang pengusaha komputer dan ibunya merupakan mantan ratu kecantikan West Virginia. Mungkin itulah yang membuat JonBenet juga berkarir sama seperti ibunya. Ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Burke Ramsey yang berusia 3 tahun lebih tua. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah mewah di kota Boulder, di pinggiran negara bagian Colorado.

Kisah tragis ini dimulai pada suatu pagi tanggal 26 Desember 1996. Di pagi hari yang bersalju itu warga kota Boulder masih belum sepenuhnya beraktivitas. Kemarin mereka baru saja merayakan natal. Pohon natal dengan hiasan berwarna-warni masih berdiri tegak di ruang tamu. Di hari natal itu rupanya keluarga ini menghadiri pesta natal di kediaman keluarga Fleet White dan baru kembali sekitar pukul 9 malam. Begitu sampai di rumah pasangan Ramsey segera pergi tidur di kamar mereka yang terletak di lantai tiga, setelah sebelumnya menidurkan si bungsu di lantai dua.

Rumah keluarga Ramsey

Keluarga Ramsey rupanya berencana akan pergi berlibur tanggal 26 Desember itu. Patsy Ramsey terbangun pada pukul 5 pagi dan bersiap-siap akan pergi untuk liburan. Saat melangkahkan kaki ke dapur yang berada di lantai bawah, Patsy menemukan tiga lembar surat yang tergeletak di tangga dekat dapur. Surat itu berisi pernyataan bahwa JonBenet telah diculik dan sang penculik yang berinisial SBTC itu meminta uang tebusan sebesar US$118.000. Patsy segera menelepon 911.

Hanya berselang 7 menit polisi langsung datang ke kediaman keluarga Ramsey. Namun rupanya  pihak kepolisian Boulder tak begitu biasa menghadapi kasus semacam ini. Kota kecil di Colorado itu terkenal sebagai kawasan aman. Tidak sering terjadi kasus-kasus penculikan atau semacamnya. Akibatnya adalah polisi yang kurang pengalaman itu melakukan beberapa keteledoran yang cukup fatal. Mulai dari tidak diperiksanya tempat kejadian secara menyeluruh hingga para tetangga yang hilir mudik di dalam rumah merusak TKP. Polisi bahkan tak memberi pita pembatas. Keadaan ini semakin diperparah karena petugas yang seharusnya bekerja saat itu banyak absen karena libur natal.

Saat hari mulai siang, seorang detektif bernama Linda Arndt yang datang ke TKP meminta untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah megah yang sangat luas itu. Anggota keluarga juga bergabung dengan aparat menyelusuri tiap sisi rumah. Saat mereka melakukan pencarian di ruang bawah tanah, John menemukan sebuah selimut putih yang tergeletak. Di bawah selimut putih itulah tubuh gadis malang itu berada.

JonBenet ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan kondisi yang memilukan. Mulutnya ditutup dengan lakban, kedua tangannya terikat ke atas kepala, dan terdapat beberapa bercak hitam di bagian tubuhnay seperti luka bekas setruman. Pada bagian leher dan punggung terdapat luka lecet. Setelah dilakukan otopsi diketahui bahwa bagian tengkorak JonBenet pecah. Diduga ia dicekik dan dipukuli hingga tewas. Hanya dalam hitungan jam dugaan pelaku mengarah pada anggota keluarga Ramsey.

Ilustrasi JonBenet Ramsey ketika ditemukan

Kejanggalan demi kejanggalan

Dugaan yang mengarah pada keluarga Ramsey bukan tanpa sebab. Didapati banyak sekali kejanggalan pada kasus ini yang tidak biasanya ditemukan pada kasus penculikan dan pembunuhan. 

Pertama, rumah yang ditinggali keluarga Ramsey adalah rumah yang sangat besar dengan lorong-lorong yang berliku. Menurut penuturan pembantu rumah tangga yang bekerja di sana, Linda Hoffman, dirinya bahkan sempat tersasar beberapa kali saat awal bekerja di rumah itu. Sangat janggal bila pelaku adalah orang luar dan tahu dengan jelas setiap sudut rumah hingga dapat menemukan kamar JonBenet dan meletakkannya di ruangan bawah tanah.

Kedua, setelah dilakukan otopsi didapati bahwa di dalam perut JonBenet terdapat nanas yang diduga adalah makanan yang terakhir masuk ke dalam perutnya sebelum tewas. Di bagian dapur rumah tergeletak sebuah mangkuk berisi sisa nanas yang ketika ditanyakan pada anggota keluarga Ramsey mereka mengaku tak tahu menahu.

Ketiga, tidak seperti para penculik biasanya yang setelah mengirimkan surat meminta uang tebusan maka akan menghubungi. Penculik JonBenet sama sekali tidak pernah menghubungi keluarga tersebut.

Keempat, uang tebusan yang diminta oleh sang penculik entah kebetulan atau tidak jumlahnya sama persis seperti jumlah uang bonus yang diterima John. Menanggapi hal ini John dan Patsy mengatakan bahwa mungkin saja rekan bisnis John menaruh iri pada keberhasilan bisnisnya.

Kelima, surat yang ditinggalkan sang penculik. Surat itu sangat panjang untuk ukuran surat dari penculik. Bayangkan saja panjangnya bahkan sampai 2,5 halaman seperti karangan cerpen. Apa mungkin seorang penculik sempat menulis surat sepanjang itu? Belum lagi tulisan pada surat itu terlihat seperti sang penulis menulisnya dengan tangan bergetar karena ketakutan. Dan coba tebak mirip seperti apa tulisan itu? Ya, menurut laporan tulisan di lembaran surat itu mirip dengan tulisan Patsy!

Tiga lembar surat yang ditinggalkan oleh pelaku

Keenam, tali yang diikatkan pada JonBenet menghadap ke depan bukan ke belakang seperti pada kasus kriminal biasanya. Dan anehnya lagi, tali-tali itu sangat longgar, mestinya JonBenet bisa kabur dengan mudah.

Ketujuh, pada ujung tali yang digunakan untuk menjerat leher terdapat patahan kuas yang digunakan untuk melukis. Kuas itu adalah kuas lukis milik Patsy.

Kedelapan, pada lakban yang digunakan untuk menutup mulut korban ditemukan cap bibir yang tertutup. Ini adalah pertanda bahwa korban sama sekali seperti tak melakukan perlawanan atau memang sudah tak sadarkan diri saat lakban itu dipasang, karena biasanya korba akan berontak saat lakban dipasang yang membuat cap bibir pada lakban tak mungkin tertutup sempurna.

Kesembilan, tak lama setelah kasus ini mengemuka pasangan ini menyewa pengacara. Entah apa tujuannya. Mereka seolah-olah ketakutan dan merasa perlu didampingi pengacara. 

Seorang penyidik bernama Steve Thomas berteori bahwa kemungkinan yang terjadi sehingga JonBenet Ramsey meninggal dunia adalah karena kecelakaan. Gadis kecil itu diketahui masih mengompol dan ini mungkin saja membuat berang Patsy. Patsy yang menginginkan putri kecilnya itu tampil sempurna, apalagi sebagai ratu kecantikan yang terkenal. Sebuah kesaksian juga mengatakan bahwa JonBenet pada suatu ketika memakai pakaian yang cukup tipis padahal saat itu sedang musim dingin. Ibunya tak memberikannya mantel karena takut merusak penampilannya.

Menurut Thomas, bisa jadi pada hari naas itu sang ibu mendorongnya hingga kepalanya terbentur dinding atau bak mandi. Karena panik kemudian Patsy sengaja membuat skenario seolah-olah putrinya itu diculik lalu dibunuh.

Seorang mantan kepala FBI Unit Behavioral Science bernama John E. Douglas dimintai tolong oleh keluarga Ramsey untuk mengusut kasus ini. Menurut Douglas kasus ini adalah kasus penculikan yang berakhir fatal. Ia juga mengatakan bahwa anggota keluarga Ramsey sama sekali tak terlibat. Lagi pula bagaimana mungkin orang tua kandung mampu membunuh putri mereka sendiri. Mereka sama sekali tak memiliki motif untuk melakukan hal tersebut.

Namun tampaknya publik sudah terlanjur mencap miring keluarga Ramsey. Mereka berupaya membersihkan nama baik mulai dari datang dari satu talkshow ke talkshow yang lainnya hingga menerbitkan sebuah buku bertajuk The Death of Innocence yang diharapkan mampu meredam penilaian buruk publik.

John dan Patsy Ramsey

Kejaksaan kota Boulder yang sebelumnya berencana untuk menyeret pasangan ini ke pengadilan mengurungkan niat mereka lantaran minimnya bukti. Belum lagi kecerobohan pihak kepolisian yang dikhawatirkan malah akan membuka borok buruknya proses penyelidikan olah TKP yang saat itu dilakukan. Pasangan ini sendiri tak pernah ditahan ataupun diadili. Patsy Ramsey meninggal dunia pada Juni 2006 yang lalu karena penyakit kanker rahim.

Pada 16 Agustus 2006, seorang pria bernama John Mark Karr alias Alexis Reich, 41 tahun, seorang mantan guru sekolah membuat pengakuan yang mengejutkan. Ia mengaku bahwa dirinyalah yang membunuh JonBanet Ramsey. Pengakuan itu dituliskannya dalam sebuah email yang ditujukan pada Michael Tracey, seorang profesor jurnalis di University of Colorado. Namun setelah diselidiki ternyata pria ini hanya ingin mencari popularitas saja.

Dan kasus pembunuhan JonBanet Ramsey pun tetap terselubung misteri...


Referensi :

http://arsip.gatra.com/2006-09-04/majalah/artikel.php?pil=23&id=97759
https://en.wikipedia.org/wiki/Death_of_JonBen%C3%A9t_Ramsey

0 Response to "Kasus Pembunuhan Misterius JonBenet Ramsey"

Post a Comment