Merinding.com

Merinding.com

Wabah Tawa Tanganyika




Wabah Tawa?! Mungkin agak terdengar aneh dan bercanda. Tapi wabah ini benar-benar terjadi di Tanganyika, Tanzania tahun 1962. Tidak main-main wabah ini memakan korban hingga ribuan orang. Apa yang sebenarnya terjadi?

Wabah Tawa Tanganyika (Tanganyika Laughter Epidemic) adalah sebuah wabah misterius yang terjadi pada tahun 1962 di Tanganyika, Tanzania di mana para korban akan tertawa tanpa terkontrol selama berjam-jam hingga berhari-hari. Wabah ini bermula pada 30 Januari 1962 di sebuah asrama putri di daerah Kashasha, pantai barat danau Victoria, negara Tanzania.

Awalnya ada 3 orang gadis yang sedang bercanda seperti kebanyakan siswa yang lainnya di sekolah tersebut. Namun anehnya mereka tidak berhenti tertawa bahkan menularkannya pada teman-teman mereka yang lainnya. Tidak tanggung-tanggung ada 95 orang siswi yang terjangkit wabah tawa ini. Mereka berusia 12-18 tahun. Mereka yang terjangkit wabah ini akan merasakan sesak nafas, kesakitan, hingga pingsan.

Para siswi terus tertawa. Walaupun guru dan beberapa staf pengajar di sekolah tersebut tidak tertular wabah ini, namun tetap saja proses belajar terganggu. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menutup sekolah pada 18 Maret 1962.

Setelah sekolah khusus wanita tersebut ditutup, para siswi dipersilahkan untuk pulang. Namun anehnya, menyebar hingga ke desa Nshamba, tempat tinggal beberapa siswi yang sebelumnya terkena wabah ini. Pada bulan April hingga Mei sebanyak 217 orang di desa tersebut telah tertular. Kebanyakan dari korban wabah tertawa ini adalah usia sekolah dan dewasa muda.

Sekolah Kashasha pun akhirnya dibuka kembali pada 21 Mei 1962. Namun sayangnya kembali ditutup pada akhir Juni 1962. Pada bulan Juni tersebut, wabah tawa ini menyebar ke sebuah sekolah menengah yaitu Ramashenye yang terletak di Bukoba. Di sekolah wanita tersebut 48 siswinya terkena wabah tertawa ini.

Total ada sekitar 14 sekolah yang ditutup dan lebih dari seribu orang terkena wabah tertawa yang misterius ini. Setelah kurang lebih 6-8 bulan sejak pertama kali terjadi, barulah wabah ini benar-benar hilang. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab dari wabah yang telah didata dalam sebuah jurnal kesehatan yaitu Central African Journal Of Medicine ini.

Namun ada sebuah teori yang coba dikemukakan oleh seorang ahli dari Purdue University, Charles F. Hempelmann. Menurut teorinya para siswi tersebut tertawa disebabkan karena stres dipaksa (stress-induced). Rupanya pada tahun 1962 tersebut, Tanzania baru saja merdeka dan para orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya. Ekspektasi atau harapan berlebihan orang tua yang dibebankan pada sang anak membuat mereka mengalami tingkat stres yang tinggi. Ini juga yang menyebabkan mengapa wabah ini kebanyakan menimpa anak sekolah.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wabah Tawa Tanganyika"

Posting Komentar