Merinding.com

Merinding.com

Kebetulan Pada Insiden Tenggelamnya Titanic




Malam hari yang dingin tanggal 14 April 1912 kapal Titanic sedang berlayar di Atlantik Utara menuju New York saat tiba-tiba kapal menabrak gunung es. Titanic yang merupakan salah satu kapal terbesar di zamannya itu pun tenggelam dan menewaskan lebih dari 1.500 orang penumpangnya. Insiden kecelakaan laut terbesar di dunia ini ternyata telah diprediksikan 14 tahun sebelumnya..

Kapal RMS Titanic adalah kapal penumpang yang terbesar pada masanya. Kapal yang dimiliki White Star Line ini dibangun dengan amat mewah dan mampu menampung lebih dari 2000 penumpang. Dilengkapi perpustakaan, gymnasium, kolam renang, kabin, serta restoran mewah di dalamnya. Tak heran bila kapal yang memulai pelayaran perdananya pada 10 April 1912 ini berpenumpang orang-orang kaya dan para bangsawan.

RMS Titanic melakukan pelayang perdananya pada 10 April 1912 setelah dinyatakan selesai dibangun pada 2 April 1912. Rencananya kapal yang dibangun di Belfast ini akan berlayar dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat. Dalam perjalanannya Titanic sempat berhenti di Cherbourg, Perancis dan Queenstown, Irlandia.

Empat hari pasca meninggalkan pelabuhan Southampton, yaitu pada tanggal 14 April 1912 malam hari tepatnya pukul 23.40 Titanic menabrak gunung es di sebelah selatan Newfoundland. Hanya beberapa jam setelah menabrak gunung es, pukul 02.20 dini hari tanggal 15 April 1912 Titanic tenggelam ke dasar Samudera Atlantik. Beberapa penumpang berhasil diselamatkan dengan menggunkan sekoci yang selanjutnya diangkut oleh RMS Carphathia. Namun lebih dari 1500 penumpangnya tewas.

Insiden maritim terbesar di dunia ini anehnya telah diprediksi oleh seorang penulis beberapa tahun sebelumnya yaitu pada 1898 dengan kisah insiden kecelakaan kapal yang nyaris sama.

Morgan Robertson dan bukunya "The Wreck of The Titan"

Morgan Robertson, seorang penulis kenamaan asal Amerika Serikat. Pada tahun 1898 ia menerbitkan sebuah novel fiksi pendek karangannya yang berjudul "Futility" atau "The Wreck of The Titan". Tidak ada yang aneh dari novel ini. Novel ini seperti kebanyakan novel fiksi pada umumnya. Namun 14 tahun kemudian, novel ini menyita perhatian luas publik saat diketahui isi dalam novelnya persis sama dengan insiden tenggelamnya kapal Titanic 1912.

Dalam novel karangannya tersebut, Robertson bercerita mengenai sebuah kapal besar yang disebut Titan dan dipercaya "tidak dapat tenggelam". Anehnya entah suatu kebetulan ataukah Morgan Robertson memang dapat memprediksi masa depan, apa yang diceritakannya dalam novel tersebut benar-benar menjadi kenyataan.

Futility atau The Wreck of The Titan dikisahkan berlayar dari New York menuju Inggris. Sementara kapal Titanic memiliki rute Inggris ke New York. Kapal Titan dikisahkan menabrak gunung es dan tenggelam di Samudera Atlantik, sama persis seperti insiden yang menimpa Titanic. Kapal Titan juga dikisahkan kekurangan sekoci untuk menyelamatkan penumpangnya. Selain itu kesamaan mengejutkan lainnya adalah keduanya tenggelam pada bulan April.

Baling-Baling Titanic

Tidak hanya sampai di situ saja, antara cerita tenggelamnya kapal Titan dengan kapal Titanic juga memiliki kesamaan yang lainnya antara lain jumlah baling-baling yang sama yaitu 3 buah; panjang kapal yang hampir sama yaitu 800 kaki (Titan) dan 882 kaki (Titanic); dan jumlah penumpang kapal Titan adalah 2.500 penumpang sedangkan Titanic 2224 orang penumpang.

Bisa jadi kemiripan pada insiden tenggelamnya Titanic dengan cerita novel "Futility" atau "The Wreck of The Titan" ini hanyalah kebetulan semata. Ataukah Morgan Robertson memang dapat memprediksi masa depan mengingat begitu banyak kesamaan yang ada. Entahlah..



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebetulan Pada Insiden Tenggelamnya Titanic"

Posting Komentar