Propaganda Stalin yang Menghapus Orang-Orang Dalam Foto Sejarah




Dalam masa kepemimpinan Stalin, beberapa tokoh menghilang dalam sejumlah foto sejarah. Orang-orang itu sebagian besar merupakan kawan politiknya atau orang dalam pemerintahan Soviet yang kemudian dianggap sebagai musuh atau penghianat. Orang-orang itu kebanyakan diasingkan atau menghadapi regu tembak dan kemudian sosok mereka sengaja dihilangkan dari berbagai arsip dan foto seolah-olah tak pernah ada..

Jika sekarang kita familiar dengan teknologi photoshop atau foto editing, maka sebenarnya Joseph Stalin sudah mempraktekkan hal itu sejak masa kekuasaannya hampir 100 tahun yang lalu. Contohnya adalah foto Stalin di bawah ini.




Foto yang diambil dari tahun 1924 ini (kiri) memperlihatkan bagaimana wajah asli sang diktator. Ada sejumlah kerutan dan juga bekas bopeng akibat penyakit cacar yang dideritanya saat kecil. Namun pada versi cetak dari foto ini yang diterbitkan pada tahun 1939 (kanan), terlihat  sekali perbedaannya. Tampak pemimpin Soviet itu memiliki kulit mulus dan rambut yang halus seperti sutra. Membuatnya seolah-olah sebagai sosok sempurna.

Terkadang Stalin juga sengaja memasukkan dirinya ke dalam foto-foto pada saat-saat penting dalam sejarah. Ia juga seperti gambar di atas seringkali meminta teknisi foto membuat fisiknya terlihat lebih tinggi atau lebih tampan. 

Ternyata selain kerap mengedit hasil foto dirinya, Stalin juga menerapkannya pada foto-foto dirinya dengan sejumlah orang. Memang Stalin tidak memiliki aplikasi Photoshop, tetapi itu tidak mencegahnya menghapus jejak musuh-musuhnya dari buku-buku sejarah dengan teknik manipulasi foto.

Hari ini seorang politisi bisa jadi merupakan kawan dan pendukung Stalin, tetapi esok hari siapa yang tahu. Hal ini jugalah yang banyak terjadi pada orang-orang terdekat Stalin. Orang-orang itu bahkan bisa saja di hari berikutnya menghadapi regu tembak sebagai musuh rakyat. Hal tersebut terjadi pada tokoh Soviet terkenal Leon Trotsky, yang membantu menciptakan komunisme. Sosok Trotsky dihilangkan dari semua foto-foto sejarah setelah Trotsky diasingkan oleh Stalin. Tak terhitung jumlah kaum revolusioner yang menghilang dan ditutupi dalam sejarah.

Selama masa Pembersihan Besar, sejumlah orang dieksekusi dan lebih dari satu juta orang diasingkan ke daerah-daerah terpencil untuk melakukan kerja paksa. Selama pembersihan ini, banyak musuh Stalin menghilang begitu saja dari rumah mereka, sementara sisanya dieksekusi di depan umum. Namun ternyata orang-orang tersebut bukan hanya kehilangan nyawa mereka, tetapi jejak mereka dalam foto-foto sejarah juga ikut dilenyapkan.


Gambar di atas menunjukkan kaum sosialis muda. Gambar diambil pada tahun 1897 beberapa waktu sebelum mereka naik ke tampuk kekuasaan. Dalam foto tersebut terlihat sosok Lenin (tengah) dan juga sosok bernama Alexander Malchenko (berdiri di kiri atas) yang pada foto di bawah tidak terlihat lagi. Apa yang terjadi padanya? Ternyata pada tahun 1930 Malchenko dituduh sebagai mata-mata dan diekskusi mati. Sosoknya kemudian dihilangkan seolah-olah tidak pernah ada dan fotonya diganti dengan bercak putih.

Selain Alexander Malchenko, ada pula Nikolai Yezhov. Yezhof adalah Komisaris Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri, yang memimpin mesin penindas dari tahun 1936-1938. 

Yezhov yang bertugas di Angkatan Darat Rusia Tsar, bergabung dengan kaum Bolsheviks pada 5 Mei 1917 di Vitebsk, beberapa bulan sebelum Revolusi Oktober. Selama Perang Saudara Rusia (1919-1921), ia bertempur di pihak Tentara Merah. Ia naik pada tahun 1935 ke Komite Sentral Partai Komunis dan pada tahun berikutnya menjadi sekretaris Komite Sentral. Dari Februari 1935 hingga Maret 1939 ia juga menjadi Ketua Komisi Pusat untuk Kontrol Partai.

Pada saat pembersihan mencapai puncaknya, dengan kira-kira setengah dari pembentuk politik dan militer Soviet dipenjara atau ditembak, bersama dengan ratusan ribu lainnya, Yezhov adalah salah satu yang dicurigai tidak loyal atau berkhianat. Yezhov ditangkap pada 10 April 1939. dan pada 4 Februari 1940, dia dieksekusi. Setelah itu segera foto-fotonya juga menghilang, contohnya adalah foto di bawah ini saat dirinya berpose bersama Stalin di Kanal Moskow.

Baca juga: Jahbulon, Rahasia di Balik Isyarat Tangan yang Disembunyikan




Selain itu ada pula foto lainnya yang tak kalah dramatis. Pada foto di bawah ini yang diambil pada tahun 1926 tampak Stalin berfoto bersama Nikolai Antinov, Sergey Kirov, dan Nikolai Shvernik (dari kiri ke kanan). Namun seiring berjalannya waktu, satu demi satu orang-orang di kiri kanan Stalin menghilang. Pada akhirnya tinggallah Salin berdiri seorang diri dalam foto tersebut.




Kemudian ada pula foto pidato Lenin yang diambil pada 5 Mei 1920. Pada foto tersebut tampak Lenin memberikan pidato terkenal kepada kerumunan pasukan Soviet di Sverdlov Square, Moskow. Di latar depan adalah Leon Trotsky dan Lev Kamenev.




Tampak pada foto, Trotsky dengan topi, berdiri di dekat Lenin yang memberikan pidato dari sebuah tribun. Namun dalam versi selanjutnya, kedua sosok itu lenyap. Kamenev yang juga merupakan saudara ipar Trotsky tewas ditembak, sementara Stalin diasingkan dari Uni Soviet pada tahun 1929 tetapi ia melanjutkan perjuangan politiknya melawan Stalin dari luar negeri, sebelum dibunuh oleh antek Georgia pada tahun 1940.

Referensi:

https://www.rbth.com/history/329317-stalin-propaganda-photos
https://en.wikipedia.org/wiki/Censorship_of_images_in_the_Soviet_Union
https://www.history.com/news/josef-stalin-great-purge-photo-retouching

0 Response to "Propaganda Stalin yang Menghapus Orang-Orang Dalam Foto Sejarah"

Post a Comment