10 Orang yang Selamat Setelah Dieksekusi Mati Berkali-Kali




Percayakah kalian jika ada beberapa kisah di mana orang-orang yang dieksekusi mati, baik itu dengan cara digantung, ditembak, maupun disuntik mati, berhasil selamat bahkan beberapa di antaranya berkali-kali menghadapi eksekusi tersebut.

Ya, pada kenyataannya memang ada kisah orang-orang yang secara ajaib mampu bertahan hidup setelah menghadapi hukuman matinya. Nah, orang-orang dari daftar berikut ini adalah di antara orang-orang tersebut. Berikut ini adalah 10 orang yang berhasil selamat setelah dieksekusi mati berkali-kali.


1. John "Babbacombe" Lee




John "Babbacombe" Lee (1864-1945) adalah pria Inggris yang terkenal setelah selamat dari 3 kali eksekusi gantung. Hukuman itu dijalaninya karena ia didakwa sebagai pembunuh. Lee yang dikenal sebagai pencuri pernah bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Pada tahun 1885, Lee dieksekusi mati atas pembunuhan Emma Keyse yang terjadi di rumah wanita itu di Babbacombe Bay dekat Turquay pada 15 Noovember 1884. Saat pihak berwenang datang, di rumah itu hanya ada Lee dan Keyse sementara wanita itu sudah bersimbah darah ditikam dengan pisau.

Lee tak dapat berkelit karen ia satu-satunya orang yang berada di sana saat peristiwa pembunuhan itu terjadi. Meskipun demikian Lee berkali-kali menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Pria itu tidak pernah mengakui melakukan pembunuhan tersebut. Namun karena semua bukti memberatkannya, Lee tetap dianggap bertanggung jawab dan oleh karena itu ia dijatuhi hukuman mati.

Eksekusi akhirnya dilakukan pada 23 Februari 1885 di Penjara Exeter. Namun tiga kali upaya menggantung dirinya di tiang gantungan semuanya gagal. Tiga kali pintu perancah gagal dibuka saat Lee sudah berada di tali gantungan. Padahal algojo James Berry sudah berkali-kali pula menguji pintu perancah itu, tetapi ia tidak menemukan adanya masalah pada alat tersebut.

Karena tiga kali gagal, Sir William Harcout kemudian mengubah hukuman Lee menjadi penjara seumur hidup. Lee kemudian terus mengajukan petisi selama bertahun-tahun dan akhirnya ia bebas pada tahun 1907.


2. Romell Broom




Romell Broom adalah pria Amerika yang dijatuhi hukuman mati atas kasus penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan atas Tyrna Middleton, seorang gadis berusia 14 tahun. Tyrna diculik usai pertandingan menyaksikan sepak bola di Cleveland, Ohio. Pria itu dinyatakan bersalah dalam persidangan yang digelar pada tahun 1984.

Broom dijadwalkan akan menghadapi hukuman matinya pada 15 September 2009. Pria itu akan menjalani eksekusi mati dengan cara disuntik. Pada eksekusi pertama, algojo mencoba selama 2 jam untuk menyuntikkan obat mematikan, namun gagal. Gubernur setempat, Ted Strickland kemudian mengeluarkan penangguhan hukuman.

Pada 12 Desember 2016 yang lalu, pria ini mengajukan banding tetapi ditolak oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Rencananya ia akan menjalani eksekusi pada 17 Juni 2020 mendatang.


3. Willie Francis





Willie Francis terkenal karena selamat dari eksekusi mati di kursi listrik. Ia dihukum mati pada usia 16 tahun oleh negara bagian Louisiana pada tahun 1945 atas pembunuhan Andrew Thomas, seorang pemilik farmasi di St. Martinville, di mana ia bekerja.

Pada 3 Mei 1946, saat berusia 17 tahun, ia menghadapi eksekusi dengan kursi listrik. Namun eksekusi mati tersebut mengalami kegagalan karena kursinya tidak berfungsi. Setelah itu kasusnya dibawa ke Mahkamah Agung Amerika untuk mengajukan banding, tetapi gagal. Francis kemudian dijadwalkan akan menjalani eksekusi mati pada tahun 9 Mei 1947.

Eksekusi keduanya ini juga sama dilakukan di atas kursi listrik. Sebelum menjalani hukuman matinya itu, dia mengatakan kepada reporter, Elliott Chaze bahwa dia siap menemui Tuhan dengan celana panjang di hari Minggu itu. Francis dinyatakan meninggal dunia di kursi listrik pada pukul 12:10. Dia adalah orang pertama yang lolos dari eksekusi mati di kursi listrik.

Baca juga: 7 Ratu dan Putri Kerajaan yang Dieksekusi Mati


4. Anna Greene

Greene lahir pada tahun 1628 di Steeple Barton, Oxfordhire. Greene kemudian diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah keluarga bangsawan Sir Thomas Reade. Namun di sana, wanita ini diperkosa oleh cucu Reade dan melahirkan seorang anak yang sayangnya meninggal tak lama setelah dilahirkan.

Namun ia malah dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan terhadap bayi tersebut pada 14 Desember 1650. Menurut keputusan, ia akan menjalani eksekusi gantung di Oxford. Pada saat eksekusi gantung itu, beberapa orang bahkan menarik tubuhnya dan menghantamnya dengan keras untuk memastikan kematiannya.

Setelah dipastikan telah meninggal oleh dokter penjara, jasad Greene kemudian diberikan kepada mahasiswa kedokteran untuk dibedah. Tetapi anehnya, sebelum pembedahan itu dilakukan, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan. Denyut nadi dan nafas wanita itu muncul meskipun lemah. Dengan bantuan medis, ia kemudian secara perlahan pulih dari kesehatannya.

Greene kemudian diberi grasi. Lolosnya wanita itu dari hukuman mati dianggap sebagai mukjizat yang merupakan campur tangan Tuhan untuk menolongnya yang diklaim banyak pihak bahwa ia memang tidak bersalah.


5. Maggie Dickinson




Margaret "Maggie" Dickinson digantung pada tanggal 2 September 1724 di Edinburg. Kejahatannya adalah pembunuhan bayi. Sama seperti kasus Anne Greene, ia dituduh telah membunuh bayinya yang baru saja dilahirkannya sendiri. Maggie bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan menurut kesaksiannya ia dihamili oleh putra majikannya. Agar tidak kehilangan pekerjaannya, Maggie menyembunyikan kehamilannya dan melahirkan secara sembunyi-sembunyi.

Tetapi malang, menurut kesaksiannya, bayi itu meninggal dunia tidak lama setelah dilahirkan. Maggie kemudian membuang mayat bayinya itu ke tepi sungai Tweed. Jasad bayi itu kemudian ditemukan di hari yang sama. Ketika dilakukan penyelidikan, Maggie tidak dapat lagi menghindar. Tetapi ia bersikeras, bayi itu memang sudah meninggal ketika dilahirkan. Jadi ia dianggap bersalah karena berusaha menyembunyikan bayi tersebut.

Maggie kemudian diadili di Edinburg dan menskipun bukti-bukti yang ada sebenarnya lemah, ia tetap diyatakan bersalah. Maggie dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Seperti biasa pada masa itu eksekusi mati akan dilakukan di hadapan khalayak ramai. 

Maggie kemudian menjalani eksekusi sesuai jadwal. Bahkan selama 30 menit setelah eksekusi, jasadnya tetap digantung di tiang gantungan sebelum akhirnya tali yang mejeratnya dipotong. Jenazah Maggie lalu dimasukkan ke dalam peti mati dan dibawa oleh kereta kuda untuk kemudian dikuburkan.

Di tengah perjalanan, pengemudi kereta berhenti untuk beristirahat. Saat itulah ia menyadari bahwa ada suara aneh terdengar dari dalam peti. Setelah diperiksa, ia terkejut karena wanita itu ternyata masih hidup. Maggie kemudian mendapatkan pengampunan penuh dan melanjutkan hidupnya sampai 25 tahun kemudian. 


6. Wenceslao Moguel




Wenceslao Moguel ditangkap pada 18 Maret 1915 atas tuduhan ikut serta dalam Revolusi Meksiko. Pria yang lahir tahun 1890 tersebut, dijatuhi hukuman mati tanpa diadili terlebih dahulu. Menurut ketetapan, Moguel akan dieksekusi mati di hadapan regu tembak.

Pada hari eksekusi yang telah ditentukan, dia ditembak 8 hingga 9 kali di tubuhnya oleh regu tembak dan menerima tembakan terakhir di kepala dari jarak dekat untuk memastikan kematiannya. Namun secara ajaib, Wenceslao selamat.

Bagaimana ceritanya sampai ia berhasil selamat dari eksekusi mengerikan itu? Beberapa sumber menyatakan bahwa ia ditemukan tak sadarkan diri di antara mayat rekan-rekannya yang lain yang juga menjalani eksekusi serupa hari itu. Tetapi kemudian dia ditemukan masih bernafas dan kemudian tim medis merawatnya sampai akhirnya ia pulih. 

Cerita versi lainnya menyatakan bahwa pria ini merangkak setelah eksekusi itu dan pergi menuju ke gereja St James Apostle yang berjarak tiga blok. Anggota gereja setempat yang menemukannya kemudian membawanya pulang dan merawatnya sampai sembuh, meskipun begitu ia pulih ada tanda lubang yang cukup besar di pipinya bekas tembakan peluru.

Baca juga: Kisah Tragis Topsy, Gajah Sirkus yang Dieksekusi Mati


7. William Duell




William Duell adalah remaja Inggris berusia 17 tahun yang menjalani hukuman mati atas perkosaan dan pembunuhan terhadap Sarah Griffin di Acton, London. Ia dihukum mati dengan cara digantung pada 24 November 1740 di Tyburn bersama dengan 4 terpidana lainnya.

Setelah eksekusi mati usai, jasad Duell sempat dibiarkan tergantung selama 20 menit di tiang gantungan untuk memastikan kematiannya sebelum akhirnya tali yang menggantungnya itu dipotong. Jenazah Duell kemudian dibawa ke Aula Surgeon untuk dianatomiisasi guna keperluan pelatihan medis di sebuah perguruan tinggi setempat.

Jenazah pria itu kemudian ditelanjangi dan diletakkan di atas sebuah papan untuk selanjutnya akan menjalani pembedahan. Namun salah seorang dari anggota medis itu kemudian memperhatikan bahwa pria itu rupanya masih bernafas. Dalam dua jam kemudian Duell bisa duduk dengan tegak.

Malam itu juga Duell kembali dibawa ke penjara di Newgate. Menurut keterangan Duell, pada hari eksekusi, ia sebenarnya menderita deman dan delirium (kebingungan akut), dan sama sekali tidak ingat akan eksekusi tersebut. Sepertinya kondisi itulah yang telah menyelamatkan nyawanya. Pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk mengubah hukumannya. Ia diasingkan seumur hidup di Amerika Utara hingga ajal menjemputnya pada 1805.


8. Zoleykhah Kadkhoda







Seorang wanita asal kota Bukan, Iran, ditangkap pada tahun 1997. Wanita berusia  20 tahun itu dituduh telah melakukan hubungan suami istri di luar ikatan pernikahan. Oleh karena itu ia dijatuhi hukuman rajam, yaitu tubuh dikubur sedada dan kemudian dilempari batu. Tetapi saat eksekusi itu berlangsung, warga desa protes dan meminta eksekusi itu dihentikan.

Saat itu Zoleykhah dikira sudah meninggal dunia karena tubuhnya telah terbujur kaku tak bergerak, sementara darah mengalir di pelipisnya. Tetapi kemudian dia ditemukan masih bernafas. Wanita ini lalu dibawa ke rumah sakit dan berhasil pulih. Nasib baik tampaknya terus menaunginya tatkala permohonan amnestinya dikabulkan.

Tetapi anehnya tidak ada data valid tentang kasus ini sehingga banyak yang menduga kisah ini sebenarnya hanya hoax. Satu-satunya gambar yang ada di pencarian google jika kita mengetikkan peristiwa ini adalah gambar seorang wanita di mana ia terlihat terkubur hingga pinggang dengan ekspresi ketakutan dan rasa sakit di wajahnya saat ia dirajam. 


9. John Smith




John Smith adalah perampok rumah di London pada tahun 1700an yang terkenal karena mampu lolos dari eksekusi mati hingga 3 kali. Ia dihukum mati atas 2 tuduhan dan digantung pada 24 Desember 1705. Setelah digantung dan tubuhnya dibiarkan terjerat tali selama 15 menit untuk memastikan kematiannya, ia dengan ajaib ditemukan masih dalam kondisi hidup.

Pria itu kemudian dibawa ke rumah sakit dan dalam beberapa hari kemudian berhasil pulih seperti sedia kala.


10. Joseph Samuel




Joseph Samuel dijatuhi hukuman gantung atas perampokan rumah seorang wanita di Inggris. Pada peristiwa perampokan itu, seorang polisi juga dibunuh. Tetapi Joseph sendiri membantah telah terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun ia tetap dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Saat eksekusi mati dilaksanakan, ajaibnya ia berhasil selamat bahkan sampai berkali-kali. Pada eksekusi  pertama, tali yang menjeratnya terputus. Setelah itu eksekusi dilakukan ulang.Tetapi pada percobaan kedua, eksekusi itu kembali gagal. Entah bagaimana caranya, kaki Samuel malah menyentuh tanah. Kemudian pada percobaan ketiga, tali kembali putus.

Setelah serangkaian kegagalan dalam eksekusi mati tersebut hukumannya pun diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Dalam kasusnya, banyak yang percaya ada campur tangan Tuhan yang telah menolong Joseph Samuel sehingga ia selamat.


0 Response to "10 Orang yang Selamat Setelah Dieksekusi Mati Berkali-Kali"

Post a Comment