Siapa Sebenarnya Jack The Ripper?




Di antara banyak kasus pembunuhan berantai, kasus pembunuhan Whitechapel adalah salah satu yang paling legendaris sekaligus tak terpecahkan. Tak diketahui apa sebenarnya motif pelaku melakukan aksi pembunuhan sadisnya. Terlebih lagi identitas siapa sebenarnya orang di balik aksi teror di Whitechapel antara tahun 1888-1891 yang terkenal dengan sebutan Jack The Ripper ini. 

Jack The Ripper adalah sebutan bagi pembunuh berantai yang melakukan aksinya di Whitechapel, East End, London antara tahun 1888 dan 1891.

Pada tahun 1880an, Inggris didatangi oleh imigran dari berbagai negara. Para imigran ini datang dan banyak menetap di wilayah East End. Karena banyaknya imigran yang tak memiliki pekerjaan tetap, maka bermunculanlah para wanita pekerja seks di wilayah itu.

Sebanyak 11 orang wanita di distrik Whitechapel tewas mengenaskan, dengan 7 orang mati dengan sayatan leher, sementara sisanya dimutilasi. Namun 5 dari kasus tersebut (terjadi pada Agustus-November 1888) menunjukkan pola yang serupa. Kelima orang korban ini disebut sebagai Canonical Five atau Kanonik Lima. Setelah itu disimpulkanlah bahwa pelakunya adalah orang yang sama yang kemudian dikenal sebagai Jack The Ripper.

Baca juga: 7 Orang Paling Misterius di Dunia


Korban-Korban Jack The Ripper

1. Mary Ann Nichols



Mary Ann Nichols adalah seorang pekerja seks di Whitechapel. Wanita 43 tahun ini pernah menikah namun kemudian bercerai dan memilih untuk menjadi pelacur.

Pada tanggal 31 Agustus 1888 sekitar pukul 3 pagi, Mary Ann ditemukan tergeletak dengan rok tersingkap di depan pintu Buck's Row. Pada mulanya ia dikira tak sadarkan diri karena mabuk, namun setelah tubuhnya diperiksa, barulah diketahui wanita itu telah tewas.

Tenggorokan Mary Ann tersayat dan perutnya dimutilasi. Menurut dugaan ia tak dibunuh di tempat di mana ia ditemukan karena tak ada darah yang berceceran. Selain itu juga, pembunuhnya diduga merobek perut Ann begitu wanita itu telah tewas. Mary Ann Nichols dianggap sebagai korban pertama Jack The Ripper.


2. Annie Chapman



Pada tanggal 8 September 1888 pukul 5.30 pagi, menurut penuturan Elizabeth Long, Annie terlihat berbicara dengan seorang pria yang mengenakan mantel gelap dan juga topi kancing. Annie diketahui memang seorang tuna susila. Entah apa yang terjadi kemudian, pada pukul 6 pagi wanita itu telah tergeletak di dekat pintu masuk halaman belakang.

Saat dibangunkan, rupanya Annie telah tewas dengan kondisi mirip seperti Mary Ann Nichols. Terdapat luka sayatan yang cukup dalam di lehernya. Perut Annie juga disayat dengan usus terburai. Saat pemeriksaan diketahui rahim wanita ini telah hilang. Dokter yang memeriksa jasad Annie mengatakan bahwa pelaku pastilah memiliki pengetahuan anatomi yang baik karena ia dapat mengiris organ reproduksi dengan rapi.

Selain itu saat ditemukan, wajah Annie bengkak dengan lidah yang menjulur ke luar. Diduga ia sempat kesulitan bernafas sebelum akhirnya lehernya dipotong. Barangkali pelaku menggunakan sapu tangan yang melilit di lehernya.


3. Elizabeth Stride



Elizabeth Stride berasal dari Swedia dan ia berprofesi sama seperti dua korban Jack The Ripper sebelumnya. 

Pada tanggal 29 September 1888, Stride diketahui menerima pelanggan seorang pria pendek berkumis sekitar pukul 11 malam dekat Berner Street. Pukul 11.45 ia kemudian bertemu dengan pria yang berbeda. Pada pukul 12.35 Stride bertemu dengan seorang pria di 40 Berner Street, Whitechapel. Pria itu terlihat membawa sebuah paket berukuran 18 inci.

Pada pukul 1 pagi keesokan harinya tanggal 30 September, Stride ditemukan oleh seorang pelayan Workers' Club bernama Louis Diemschutz di Dutfields Yard. Saat itu Diemschutz tengah menaiki kereta kuda dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba kuda tampak ketakutan saat melewati lapangan kosong yang gelap itu. 

Saat itulah dalam kegelapan malam Diemschutz melihat Stride terkapar di tanah. Dari lehernya mengalir darah. Kemungkinan Elizabeth baru saja dibunuh sekitar pukul 12.50 dini hari.


4. Catherine Eddowes




Catherine Eddowes telah berkeluarga dan memiliki satu putri dan dua orang putra. Namun ia kemudian bercerai dan dikenal suka mabuk-mabukan. Catherine kemudian diketahui tinggal bersama dengan seorang pria bernama John Kelly di Flower and Dean Street, Spitalfields. Di sanalah Caherine dikenal pula sebagai wanita pekerja seks.

Pembunuhan terhadap Catherine terjadi di hari yang sama dengan Elizabeth Stride, hanya berselang sekitar satu jam saja. Oleh karena itu banyak yang menyebut pembunuhan terhadap Elizabeth Stride dan Catherine Eddowes sebagai Double Murder.

Catherine terakhir kali terlihat masih hidup pada dini hari tanggal 30 September 1888 sekitar pukul 1.35 oleh 3 orang saksi mata yaitu Joseph Lawende, Joseph Hyam Levy dan Harry Harris yang baru saja keluar dari sebuah klub di Duke Street. Menurut kesaksian mereka, Catherine terlihat berbicara dengan seorang pria memakai mantel gelap.

Pada pukul 1.45 tubuh Catherine ditemukan di Mitre Square oleh seorang petugas bernama Edward Watkins yang tengah berparoli. Catherine menderita luka sayatan di leher dan juga luka dalam di perut. Rahim serta ginjalnya menghilang. Kelopak mata, hidup, pipi, dan satu telinganya dipotong. Sementara itu wajahnya disayat berbentuk menyilang. 


5. Mary Jane Kelly


Mary Jane Kelly diduga adalah korban terakhir Jack The Killer. Wanita 25 tahun ini adalah satu-satunya korban yang dibunuh di kamar. Keempat korban Jack The Ripper lainnya dibunuh di jalan dan di tempat umum. Mungkin itu pulalah yang menyebabkan pelaku leluasa melakukan aksinya sehingga pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan terhadap Mary Jane Kelly adalah yang paling parah.

Malam hari tanggal 8 November 1888 sekitar pukul 11.45 teman Mary Jane, Mary Ann, melihatnya pulang dalam keadaan mabuk diantar oleh seorang pria yang mengenakan topi bowler. Kemudian sekitar pukul 1 dini hari tanggal 9 keesokan harinya, seorang buruh bernama George Hutchinson mengaku bertemu Mary pada pukul 2 pagi. George mengaku melihat Mary Jane tengah berbicara dengan seorang pria.

Keesokan paginya, tanggal 9 November pagi, Thomas Bowyer datang untuk menagih uang sewa. Namun Mary Jane tak juga keluar. Saat Bowyer mengintip dar jendela, ia melihat wanita itu di atas ranjangnya dalam kondisi mengerikan.

Permukaan perut dan paha wanita itu telah dikelupas, sementara isi perutnya telah dikeluarkan. Tampak paru-parunya dirusak. Bagian lengan dan payudaranya dimutilasi, dengan bagian paha tergeletak di atas meja. Hidung, telinga dan pipinya juga dipotong. Bibir Mary Jane tampak disayat.

Baca juga: 7 Kasus Pembunuhan Tak Terpecahkan yang Meninggalkan Pesan Misterius


Identitas Jack The Ripper Terkuak?

Akhir-akhir ini sebuah berita menyatakan identitas Jack The Ripper telah diketahui. Pada September 2014, Russell Edwards mengklaim telah berhasil mengidentifikasi siapa sebenarnya Jack The Ripper dalam Journal of Forensic Sciences. Orang ini dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan sadis setidaknya 5 orang wanita tuna susila tahun 1888 di Whitechapel.


Aaron Kominski



Orang itu diduga tak lain adalah imigran asal Polandia yang berprofesi sebagai pencukur rambut bernama Aaron Kominski. Teori ini didapatkan dari uji DNA yang didapatkan dari sampel darah yang ditemukan pada syal milik salah satu korban yaitu Catherine Eddowes. Pada syal itu ditemukan material genetik mitokondrial yang cocok dengan salah satu keluarga kandung Kominski.

Syal Catherine Eddowes

Aaron Mordke Kozminski (1865-1919) adalah Yahudi Polandia yang bermigrasi ke Inggris dan menetap di London tahun 1881-1882. Ia bekerja sebagai tukang cukur dan penata rambut di Whitechapel, East End.

Pada sebuah memorandum yang dikeluarkan tahun 1894 yang ditulis oleh Sir Melville Macnaghten, Assistant Chief Constable of London Metropolitan Police memasukkan nama "Kosminski" sebagai salah satu dari 3 nama terduga tersangka kasus pembunuhan Whitechapel.

Memorandum yang ditulis Sir Melville Macnaghten

Namun tak diketahui nama depan dari Kosminski tersebut. Dalam catatannya ia menggambarkan Kosminski sebagai pria Yahudi Polandia yang tengah berada di rumah sakit jiwa. Setelah seabad kasus ini terjadi, terduga "Kosminski" diidentifikasi sebagai Aaron Kosminski.

Tahun 1987, seorang penulis bernama Martin Fido menelusuri catatan-catatan rumah sakit mengenai pasien bernama Kominski.

Aaron Kosminski diketahui masuk ke rumah sakit jiwa Colney Hatch Lunatic Asylum tahun 1891-1894. Ia digambarkan sebagai pasien yang seringkali memberontak, sangat kasar dan juga liar. Kosminski sempat dipindahkan ke rumah sakit jiwa Leavesden Asylum tahun 1894 sebelum akhirnya meninggal tahun 1919 di usia 53 tahun.

Namun anehnya ada pula seorang pria lagi yang bernama Kosminski. Nama aslinya Nathan Kamisnky tapi memiliki nama lain Aaron atau David Cohen. Ia menghuni rumah sakit jiwa yang sama dan juga termasuk pasien berbahaya seperti Aaron Kosminski.


Montague Druitt



Montague John Druitt (1857-1888) adalah salah satu orang yang disebutkan dalam memorandum yang diduga kuat sebagai Jack The Ripper. 

Namun tak seperti Aaron Kosminski yang sakit jiwa, Montague adalah pria dari kelas menengah atas dan berpendidikan. Ia merupakan lulusan dari Winchester College dan University of Oxford. Setelah lulus ia bekerja di sebuah sekolah sambil mengejar karirnya di dunia hukum. Ia dikenal pula sebagai pemain kriket.

Pada tanggal 30 November 1888, ia diketahui tak datang ke sekolah. Pada awal Desember 1888 ia dinyatakan menghilang. Tak ada yang mengetahui ke mana pria ini pergi, sampai pada 31 Desember 1888 tubuhnya ditemukan mengambang di Sungai Thames. Di sakunya ditemukan batu yang seperti sengaja dimasukkan agar tubuhnya tak mengambang. Ia diketahui telah meninggal sebulan sebelumnya. Dari dalam kantongnya juga ditemukan uang dalam jumlah besar.

Tanggal 1 September 1888 setelah pembunuhan Nichols, Druitt berada di Dorset bermain kriket. Semnetara pada hari pembunuhan Chapman ia bermain di Blackheath. Pada hari pembunuhan Stride dan Eddowes, ia diketahui berada di West Country menemui seseorang.

Lokasi penemuan para korban Jack The Ripper

Michael Ostrog



Michael Ostrog adalah seorang pencuri dari Rusia. Ia menggunakan berbagai nama alias dan mengklaim dirinya adalah ahli bedah Angkatan Laut Rusia.

Namun penyelidikan gagal menemukan bukti kejahatannya terkait kasus Whitechapel. Kejahatannya yang terbukti adalah pencurian. Pria ini diketahui terakhir kali hidup tahun 1904, setelah itu tak diketahui dengan pasti kapan ia meninggal dunia. Namanya ramai dikaitkan dengan Jack The Ripper setelah masuk ke dalam catatan memorandum Macnaghten.

Selain tiga nama di atas masih ada nama lainnya yang dicurigai sebagai Jack The Ripper. Polisi bahkan mengantongi lebih dari 80 nama. 

Pada akhirnya misteri siapa sebenarnya Jack The Ripper tetap misterius dan akan terus menarik minat para sejarawan hingga penggemar kasus kriminal selama bertahun-tahun mendatang.

Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/Jack_the_Ripper
https://en.wikipedia.org/wiki/Jack_the_Ripper_suspects
https://allthatsinteresting.com/aaron-kosminski
https://en.wikipedia.org/wiki/Montague_Druitt
https://www.kaskus.co.id/thread/5a04586d9e7404127a8b4567/misteri-jack-the-ripper-bagian-1--para-korban/1/?order=asc


0 Response to "Siapa Sebenarnya Jack The Ripper?"

Post a Comment