7 Sejarah Gelap Dinasti Mughal




Kesultanan Mughal atau Moghul merupakan sebuah negara yang pada puncak kejayaannya menguasai Afghanistan, Pakistan, Balochistan, Bangladesh, Burma, dan sebagian besar anak benua India mulai tahun 1526 hingga 1857. Kesultanan yang dahulunya pernah sama kuat dan kayanya dengan Ustmani ini didirikan oleh pemimpin Mongol yang bernama Babur.

Baca juga: Babur, Kaisar Ajaib Pendiri Kerajaan Mughal

Selama ratusan tahun berdirinya dinasti Mughal terselip kisah dan sejarah gelap dari salah satu kerajaan Islam terbesar yang pernah ada ini. Mulai dari perebutan kekuasaan, pembunuhan keluarga, hingga kisah cinta tragis. Berikut ini adalah 7 sejarah gelap dari Dinasti Mughal.


1. Humayun yang Malang



Nasir ud-din Muhammad Humayun atau Humayun adalah kaisar Mughal kedua yang mewarisi tahta dari ayahnya, Babur yang meninggal di usia yang masih terbilang muda, 47 tahun. Ia resmi menggantikan sang ayah pada tahun 1530.

Namun tak seperti ayahnya yang merupakan jenius militer dan juga politisi yang cerdik, tampaknya Humayun sama sekali tak mewarisi hal itu. Humayun tidak berbakat dalam banyak hal dan hanya perlu waktu 10 tahun saja baginya untuk kehilangan kerajaan-kerajaan yang telah dibangun ayahnya.

Humayun sempat melarikan diri ke pegunungan Afghanistan, sementara istrinya melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi Akbar yang Agung. Humayun adalah seorang pecandu opium dan tatkala ia berada di puncak tangga perpustakaannya, ia tersandung, lehernya patah, dan Akbar yang masih belia naik tahta.

Humayun dimakamkan di sebuah makam megah yang disebut Humayun Tomb yang dibangun oleh istrinya Bega Begum dengan rancangan dari seorang arsitek Persia. Makam ini keindahan dan kemegahannya bersaing dengan Taj Mahal.


2. Kisah Cinta Tragis Anarkali dan Salim



Anarkali (kemungkinan nama aslinya adalah Nadira Begum) adalah budak dan juga wanita penghibur yang berasal dari Iran. Ia dijuluki Anarkali yang berarti bunga delima yang mekar berkat kecantikannya yang luar biasa dan juga tentunya berkat kemahirannya menari ia menjadi terkenal di mana-mana.

Ketenaran Anarkali akhirnya sampai ke telinga Raja Akbar yang kemudian mendatangkannya ke istana sebagai penari kerajaan. Kecantikan Anarkali membius para penghuni kerajaan tak terkecuali Salim, putera Akbar.

Salim dan Anarkali kemudian menjalin asmara tentunya secara diam-diam mengingat perbedaan antara keduanya yang akan ditentang oleh kerajaan. Namun akhirnya hubungan keduanya diketahui oleh Akbar. Percekcokan sengit pun tak dapat dielakkan antara ayah dan anak. Keduanya kemudian terlibat pertempuran sengit.

Akbar memerintahkan untuk menyerahkan wanita pujaan Salim itu atau ia mati. Salim rupanya lebih memilih mati dibandingkan harus berpisah dengan Anarkali. Melihat hal ini, Anarkali memutuskan untuk mengorbankan diri sendiri dengan syarat ia meminta satu malam bersama dengan Salim.

Keesokan paginya, Akbar memerintahkan agar Anarkali dikubur hidup-hidup di balik tembok. Salim kemudian memerintahkan untuk membangun sebuah makam megah yang mengelilingi tembok tersebut. Meskipun tak ada catatan sejarah mengenai nama Anarkali, namun beberapa sejarawan menduga Anarkali adalah nama lain dari salah satu istri Salim.


3. Tower of Heads



Akbar yang Agung (Akbar The Great) adalah penguasa Mughal pada 1556-1605. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memberikan toleransi kepada rakyat India yang mayoritas pemeluk Hindu. Akbar bahkan menikahi seorang putri Rajput yang merupakan wanita hindu bernama Harka Bai (Jodha Bai/Jodha Akbar). Kisah Jodha dan Akbar banyak dibukukan dan difilmkan beberapa tahun belakangan.

Namun pada awal kekuasaannya yaitu tahun 1556, beberapa sumber menyatakan bahwa Akbar bertempur melawan Hemi di Perang Panipat. Akbar beserta prajuritnya berhasil menaklukkan gempuran lawan mereka dan mendirikan tower dengan kepala-kepala musuhnya tersebut.


4. Akbar Yang Ketakutan Diracuni



Akbar dikenal dengan salah satu penguasa Mughal yang berhasil membawa kerajaan itu mencapai masa keemasannya. Namun raja yang tak bisa membaca dan menulis ini di masa tuanya mendadak mencurigai bahwa ada orang-orang yang akan membunuhnya.

Pada tahun 1591, Akbar menduga bahwa Salim alias Jahangir yang merupakan puteranya sendiri telah berupaya untuk meracuninya demi naik tahta. Konon sang putra telah meracuni Akbar secara perlahan-lahan. Selain kisah Jahangir yang meracuni Akbar, kisah lainnya mengatakan bahwa karena kecurigaannya yang berlebihan, Akbar seringkali mengundang orang-orang yang dicurigainya untuk makan bersamanya. Ia telah mempersiapkan permen beracun sebelumnya.

Pada suatu hari Akbar membuat kesalahan dengan memakan permen tersebut yang kemudian membuatnya sakit. Semakin hari sakit sang raja semakin memburuk hingga akhirnya ia meninggal dunia.


5. Akhir Hidup Shah Jahan yang Tragis



Shah Jahan adalah putra Jahangir. Ia paling dikenal karena bangunan megah yang ia persembahkan untuk istrinya sebagai bukti cintanya, Taj Mahal. Namun tak banyak yang mengenal kaisar Mughal satu ini sebagai ahli militer jempolan yang membawa Mughal ke masa kejayaannya.

Namun di usia senjanya, ia harus berhadapan dengan putranya sendiri Aurangzeb. Aurangzeb menjebloskan Shah Jahan ke dalam penjara. Orang tua itu akhirnya menghabiskan sisa hidupnya di dalam benteng batu. Ruangan tempat Shah Jahan tinggal itu hanya memiliki sebuah jendela tinggi yang bahkan sulit untuk melihat ke arah luar.

Setelah kematiannya, sipir penjara menemukan sebuah cermin kecil yang ditempelkan ke salah satu dinding. Pada cermin itulah, dari atas tempat tidurnya Shah Jahan bisa melihat dunia luar dan satu-satunya yang bisa dilihatnya dari jendela tinggi itu adalah Taj Mahal.


6. Kekejaman Aurangzeb



Aurangzeb yang juga dikenal dengan sebutan Alamgir adalah raja Mughal yang berhasil membawa Mughal pada masa keemasan. Dia adalah salah satu raja terkuat dan berpengaruh. Menjelang akhir pemerintahan ayahnya, ia berperang melawan Shah Jahan.

Aurangzeb adalah jenius militer sama seperti kakeknya, Akbar. Namun tak seperti Akbar yang memberlakukan toleransi di mana-mana, Aurangzeb menerapkan kembali pajak khusus bagi orang Hindu yang sebelumnya telah dihapus Akbar. Ia juga mencopot orang Hindu dari pemerintahan dan berperang dengan Rajput.

Tercatat dalam sejarah, Shah Jahan awalnya hendak mewariskan kekuasannya pada putra sulungnya, Dara Shikoh. Namun kemudian terjadi perebutan kekuasaan di antara putra-putranya. Aurangzeb berhasil menyingkirkan 3 orang saudara laki-lakinya demi naik tahta.


7. Akhir dari Dinasti Mughal


Setelah kematian Aurangzeb pada tahun 1707, Kesultanan Mughal mengalami kemunduran meskipun dinasti ini masih tetap berkuasa hingga 150 tahun berikutnya. Pada tahun 1739 Kesultanan dikalahkan oleh pasukan Persia di bawah pimpinan Nadir Shah. Pada tahun 1756 pasukan Ahmad Shah kembali merampok Delhi. Kerajaan ini akhirnya benar-benar tamat tahun 1857 saat Kerajaan Britania membubarkannya.

Tampak pada gambar di atas Bahadur Shah II tengah diancam oleh pasukan tentara Inggris. Bahadur Shah II beserta keluarganya diasingkan ke Burma setelah pemberontakan India tahun 1857 sekaligus menandai berakhirnya Kekaisaran Mughal. Sang kaisar Mughal terakhir ini wafat 5 tahun kemudian tanggal 7 November 1862.

Referensi :

Ansary, Tamim. 2018. Dari Puncak Bagdad. Jakarta : Serambi
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Mughal
https://www.parhlo.com/10-things-you-didnt-know-about-the-great-muslim-mughal-emperors/
https://id.wikipedia.org/wiki/Makam_Humayun
https://www.quora.com/Who-killed-Akbar?awc=15748_1556465697_f9711f9688e5ff4575d486e91468f060&uiv=6&txtv=8&source=awin&medium=ad&campaign=uad_mkt_en_acq_us_awin&set=awin
https://www.merdeka.com/gaya/salim-dan-anarkali-kisah-cinta-tragis-dari-dinasti-mughal.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Mughal_emperors


0 Response to "7 Sejarah Gelap Dinasti Mughal"

Post a Comment