The Barbarossa Brothers




Pada abad ke 15 Masehi di perairan Laut Mediterania, ada dua bajak laut bersaudara yang dikenal sebagai The Barbarossa Brothers. Nama dua tokoh ini tidak hanya melegenda, namun juga ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad lamanya. Banyak kisah dan mitos menakutkan dialamatkan kepada dua tokoh ini yang tersebar di Eropa, hingga keduanya dicap sebagai tokoh bajak laut yang kejam dan jahat.

Tampaknya adalah sebuah kebiasaan bagi sebagian sineas Hollywood melakukan pengaburan dan memutarbalikkan fakta dalam film-film sejarah yang mereka buat. Tokoh pahlawan yang bergerak memperjuangkan tanah airnya dan membela kaum tertindas diubah sedemikian rupa menjadi sosok penjahat haus darah, sementara sosok antagonis dan penjahat aslinya digambarkan sebagai tokoh pahlawan. Tampak familiar bukan?

Dalam sebuah artikel yang pernah saya tulis "Membongkar Sejarah: Siapa Sebeneranya Dracula?' barangkali adalah salah satu contohnya. Bagi kalian yang pernah menonton Dracula Untold, kalian akan disuguhkan dengan kisah heroik sang tokoh utama yaitu Vlad Tepes yang berubah menjadi monster yang menakutkan demi melindungi keluarga dan kerajaannya dari pasukan Turki. 

Sekarang saya akan mengisahkan sebuah cerita kepahlawanan dari lautan yang datang dari abad ke 15 di Laut Mediterania. Seperti kisah Pasukan Turki Ustamani dan Al-Fatih yang tiba-tiba diubah menjadi tokoh horor penindas kaum lemah, begitu pula dengan kedua tokoh yang akan saya ceritakan ini.

Kalian pasti pernah menonton "Pirates of The Carribean" bukan? Nah, di film itu ada tokoh bernama Barbarossa, seorang bajak laut yang bengis dan kejam. Tetapi tahukah kalian siapa sebenarnya Barbarossa?

Barbarossa dalam "Pirates of The Carribean"

The Barbarossa Brothers adalah sebutan untuk dua tokoh yang dikisahkan merupakan bajak laut kejam yang menguasai perairan Laut Mediterania. Dua bajak laut ini disebut-sebut kerap melakukan aksi menggemparkan dan menakutkan di lautan. Mereka juga dilaporkan membajak kapal-kapal Eropa beserta para awaknya.

Sejak zaman pertengahan, berbagai macam kisah yang tersebar di Eropa hingga Amerika biasa menamai karakter bajak laut jahat dengan sebutan Barbarossa. Para ibu di Eropa pada masa itu seringkali menakut-nakuti anak-anaknya dengan cerita-cerita horor tentang Barbarossa. Orang-orang Italia memanggil dua bersaudara Barbarossa dengan sebutan Il Diavolo yang artinya si Setan.

Namun tahukah kalian jika dua bersaudara Barbarossa atau The Barbarossa Brothers adalah dua kakak beradik muslim bernama Aruj dan Khidr (selanjutnya disebut Khairuddin) dari Turki. Keduanya dikenal kerap melakukan aksi heroik di atas kapal mereka dalam perlawanan terhadap orang-orang Eropa.

Aruj dan Khairuddin "The Barbarossa Brothers"

Kata Barbarossa sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu gabungan dari kata "barber" yang berarti janggut dan "rossa" yang berarti merah. Jadi Barbarossa berarti Janggut Merah. Julukan ini diberikan oleh para pelaut Eropa karena kedua kakak beradik ini memiliki janggut berwarna merah. Dalam sejarah dunia sendiri ada tiga tokoh besar yang berjanggut merah. Mereka adalah Kaisar Frederick I dari Romawi (1123-1190), dua tokoh lainnya adalah kakak beradik ini.


Awal Kehidupan Aruj dan Khairuddin dari Turki

Aruj dan Khairuddin adalah dua bersaudara yang lahir dan dibesarkan di Pulau Lesbos, Mytilene/Madlali, sebuah wilayah di Turki. Mereka adalah putra dari Ya'kub bin Yusuf yang merupakan mantan pasukan perang pada masa kekuasaan Muhammad Al-Fatih

Setelah masa penaklukan oleh Al-Fatih pada tahun 1462, Ya'kub bin Yusuf kemudian menikah dengan perempuan asli Pulau Lesbos dan akhirnya menetap dan mendirikan kedai di sana untuk kehidupan sehari-hari. Dari pernikahan itu lahirnya empat anak laki-laki yaitu Ishak, Aruj, Khidr (Khairuddin), dan Ilyas. Keempat anak Ya'kub tumbuh menjadi pelaut-pelaut yang tangguh.

Pada suatu hari kapal keluarga mereka diserang secara brutal oleh pasukan militer Knights of Rhodes. Dalam insiden itu, anak bungsu keluarga itu, Ilyas tewas dibunuh. Aruj sendiri sempat ditawan, namun berhasil melarikan diri. Sejak saat itulah Aruj bertekad untuk melakukan perlawanan terhadap kapal-kapal militer Eropa yang melakukan penjarahan dan bertindak anarkis di atas lautan. Dalam usahanya tersebut, ia juga mengajak sang adik Khidr (Khairuddin) ikut berpartisipasi. 

Sebenarnya peristiwa penyerangan kapal-kapal oleh pasukan militer Eropa itu merupakan buntut dari jatuhnya Andalusia ke tangan pasukan Aragon di bawah pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Aragon.


Penaklukan Granada

Sejarah munculnya perlawanan kedua kakak beradik Aruj dan Khairuddin tak lepas dari peristiwa penaklukan Granada, Spanyol. 

Dalam sejarahnya, sejak tahun 756 Masehi wilayah Andalusia berhasil dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiah. Namun pada tahun 1492, wilayah ini berhasil ditaklukkan oleh Pasukan Salib yang terdiri dari pasukan Aragon (Spanyol). Tak seperti penaklukkan yang dilakukan Al-Fatih di mana ia bersikap toleran terhadap non muslim, penguasa baru ini rupanya benar-benar berbeda.

Dalam penaklukkan Granada ini pula, jutaan warga Muslim dan Yahudi tewas dibantai dibawah komando Raja Ferdinand II dan Ratu Isabella. Banyak kaum muslim yang menjadi korban pemurtadan massal yang dibarengi dengan penyiksaan.

Ratu Isabella dan Ferdinand II

Mereka melakukan pengusiran besar-besaran para penduduk muslim di tanah Granada. Tak lama setelah itu, orang-orang Spanyol dan Portugis melakukan penyerbuan wilayah-wilayah yang berada di pantai-pantai Afrika Utara. Ironisnya, para pemimpin di sana sangat lemah dan hampir tak memiliki kekuatan berarti untuk melakukan perlawanan dan mengusir orang-orang itu dari tanah air mereka.

Pasukan Spanyol segera mendirikan benteng-benteng mereka seelah berhasil menguasai wilayah-wilayah strategis di Maroko dan Aljazair. Wilayah Ceuta dan Aljir menjadi basis kekuatan mereka.

Hal ini terang saja menyulut perlawanan orang-orang yang memiliki rasa cinta kepada bangsanya, terlebih lagi melihat perlakuan pasukan penjajah yang bertindak semena-mena kepada penduduk asli membuat sebagian orang rela melakukan penumpasan dengan cara mereka, slah satunya apa yang terjadi di lautan. Munculnya pejuang-pejuang tangguh di lautan kemudian disebut oleh orang-orang Eropa ini sebagai aksi bajak laut yang sejatinya merupakan aksi perlawanan mengusir para penjajah.

Salah satu dari orang-orang yang melakukan perlawanan itu adalah apa yang dilakukan Aruj dan Khairuddin. Bermula sebagai pelaut biasa yang hanya berlayar di wilayah perairan sekitar Turki dan Yunani, kini kedua kakak beradik itu bertransformasi menjadi kekuatan yang diperhitungkan sekaligus ditakuti di laut Mediterania. Meskipun awalnya mereka hanya bermodalkan satu kapal dan tanpa dukungan pemerintah muslim mana pun, namun itu tak menyurutkan tekad keduanya.



Aksi-aksi The Barbarossa Brothers di sekitar Laut Mediterania lambat laut tambah mengkhawatirkan bagi kapal-kapal militer Eropa. Orang-orang Eropa menyebut dua bersaudara ini sebagai bajak laut, meskipun sebenanya tak pernah ada simbol atau pun bendera bajak laut dipasang di kapal-kapal mereka. Yang ada hanyalah bendera hijau dengan kaligrafi doa, gambar Pedang Zulfikar, tulisan Ya Muhammad, dan empat khulafaur rasyidin, serta bintang segi enam.

The Barbarossa Brothers bersama dengan awak kapalnya yang terdiri dari bangsa Moor, Turki, orang-orang Spanyol dan Yahudi kemudian bergerak menyelamatkan ribuan umat islam di Spanyol. Mereka memindahkan orang-orang yang dikejar-kejar akan dibunuh ini ke Afrika Utara, yaitu wilayah Tunisia, Maroko, dan Aljazair. Tak sedikit dari orang-orang ini yang kemudian ikut bergabung dengan pasukan Barbarossa.

Pada tahun 1510an, pasukan Barbarossa berhasil membebaskan beberapa kota penting seperti Aljir, Jaijil, dan Bajayah. Mereka kemudian membangun pangkalan dan markas rahasia Barbarossa di antaranya berada di Pulau Jarbah di Teluk Gabes dan Pulau Giglio di barat laut kota Roma.

Sepak terjang kakak beradik Aruj dan Khairuddin ini kemudian sampai juga ke telinga Sulaiman I yang merupakan Khalifah Islam saat itu. Ia begitu kagum dan memuji perjuangan mereka. Keduanya kemudian diangkat menjadi panglima.

Aruj dan Khairuddin

Gugurnya Aruj di Medan Pertempuran

Pada tahun 1518, Spanyol melalui orang kepercayaannya berhasil menghasut dan mengadu domba Amir kota Tiemcen (Tilmisan) dengan Aruj. Adu domba itu menghasilkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj yang ketika itu berada di Aljazair segera menyerahkan pemerintahan kepada Khairuddin dan berangkat ke Tiemcen.

Namun pertempuran yang harus dihadapi Aruj kali ini adalah pertempuran tersulit yang harus dilaluinya. Bagaimana tidak, di lain pihak ia harus melakukan pertempuran, di pihak lainnya ia menyadari bahwa yang dilawannya itu tak lain adalah saudara muslimnya sendiri. Akibatnya pasukan Aruj mengalami kekalahan dan Aruj tewas di medan peperangan.

Meninggalnya Aruj tak menyurutkan langkah Khairuddin untuk terus berjuang. Kepemimpinan segera beralih Khairuddin. Khairuddin adalah seorang laksamana yang sangat tangguh. Atas persetujuan Khalifah Sulaiman I, Khairuddin diangkat menjadi wakil khalifah di Aljazair dan sekitarnya pada 1519, serta kekuasaan di Tiemcen serta Tunisia dipercayakan kepadanya. Khairuddin juga ditunjuk sebagai pemimpin pasukan elit dan disegani di dunia, Janissary.

Khairuddin

Di bawah pimpinannya inilah lalu lintas pelayaran dan keamanan di Laut Tengah berhasil dikontrol. Kondisi ini sontak membuat pasukan Eropa frustasi. Di tengah rasa frustasi itulah, pada tahun 1529, pasukan Spanyol menembakkan meriam ke arah menara masjid di Pulau Penon saat azan tengah berkumandang. Peristiwa ini kemudian menyulut perang hebat yang lagi-lagi dapat dimenangkan oleh pasukan Kairuddin.

Pada tahun 1533, Khairuddin diundang oleh Sultan Turki untuk datang ke Istanbul. Saat tiba di kota itu, ia mendapatkan sambutan yang luar biasa. Dirinya kemudian diangkat menjadi Kapudan Pasha atau Grand Admiral, sebuah posisi tertinggi dalam Angkatan Laut di Turki. Gelar itu disandang Khairuddin hingga ia meninggal dunia pada 1546.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Khairuddin_Barbarossa
http://zilzaal.blogspot.com/2012/04/barbarosa-pahlawan-islam-yang-menjadi.html
https://sainstory.wordpress.com/?s=barbarossa

0 Response to "The Barbarossa Brothers"

Posting Komentar