Misteri Lempengan Tjipetir




Pada tahun 2012, seorang wanita yang sedang berjalan-jalan di pantai wilayah Cornwall menemukan sebuah lempengan karet. Di permukaan karet itu tercetak tulisan "TJIPETIR". Beberapa minggu kemudian ia kembali menemukan lempengan serupa di pantai lain yang tak begitu jauh dari pantai pertama. Ia lalu menceritakan kisahnya di sosial media yang kemudian menguak fakta bahwa puluhan orang juga mengaku menemukan lempengan yang sama. Dari mana dan mengapa lempengan-lempengan misterius itu bisa sampai di sana?

Selama beberapa tahun dimulai dari musim panas tahun 2012, lempengan-lempengan berbahan karet yang diperkirakan telah berusia 100 tahun mengapung dan terdampar secara misterius di pantai-pantai Inggris hingga Eropa Timur. Pada lempengan karet itu tercetak jelas tulisan Tjipetir.

Tracey Williams sedang berjalan-jalan santai dengan anjingnya di tepi pantai dekat rumahnya di Newquay, Cornwall, Inggris. Saat sedang berjalan-jalan itulah secara tak sengaja ia menemukan sebuah lempengan berwarna hitam di atas pasir. Lempengan itu terbuat dari bahan karet dengan tulisan Tjipetir di atas permukaannya. Namun Williams tak begitu menggubris penemuannya itu.

Tracey Williams

Beberapa minggu kemudian ia menemukan lempengan serupa di tepi pantai berbeda. Merasa aneh dan juga penasaran, ia lalu menceritakan pengalamannya di sebuah laman facebook. Williams mendapatkan respon yang tak terduga karena rupanya ada beberapa orang yang juga pernah menemukan lempengan serupa.

Beberapa penemuan lempengan Tjipetir dari berbagai tempat dan negara

Postingan Williams pun mendapatkan perhatian dari jurnalis, sejarawan, hingga peneliti. Banyak yang kemudian berspekulasi bahwa lempengan itu mungkin saja berasal dari peristiwa tenggelamnya kapal Titanic pada tahun 1912. Beberapa sumber mengatakan bahwa memang lempengan karet merupakan salah satu barang yang terdapat dalam manifest kapal yang akhirnya tenggelam pada 15 April 1912.

Baca juga : Kebetulan yang Aneh Pada Insiden Tenggelamnya Titanic


RMS Titanic

Setelah dilakukan penyelidikan diketahuilah bahwa lempengan itu berasal dari Indonesia. Kata "tjipetir" berasal dari bahasa Sunda yaitu tji/ci yang berarti sungai dan petir yang berarti petir. Tjipetir sendiri adalah sebuah perkebunan karet yang berada di Jawa Barat yang beroperasi pada akhir abad ke 19 hingga awal abad 20.

Pabrik getah perca di Tjipetir, Jawa Barat

Lempengan Tjipetir terbuat dari getah pohon perca, sebuah tanaman tropis yang banyak ditemukan di Semenanjung Malaka dan Malaysia. Pada abad ke 19 hingga pertengahan abad ke 20, belum ramai penggunaan bahan plastik seperti sekarang ini, jadi getah perca banyak digunakan untuk pembuatan barang-barang seperti bola golf, bingkai foto, hingga perhiasan. Pada saat itu lempengan karet seperti itu  juga memang lazim digunakan untuk menyekat kabel telegraf yang berada di bawah laut.

Uniknya, penemuan lempengan karet Tjipetir ini bukan hanya dilaporkan di perairan wilayah Inggris saja, namun sampai ke negara-negara lain seperti Perancis, Spanyol, Norwegia, Belanda, Swedia, hingga Denmark.

Baca juga: Misteri Kaki-Kaki Manusia di Laut Salish

Penemuan lempengan Tjipetir bahkan menjadi salah satu artikel berita di Daily Mail, Times dan French Press.

Lokasi penemuan lempengan Tjipetir di Eropa

Pada musim panas tahun 2013, setahun setelah Williams menemukan lempengan Tjipetir pertamanya, ia dihubungi oleh orang yang mengaku mengetahui asal muasal lempengan itu. Orang yang tak ingin identitasnya diketahui itu mengungkapkan bahwa lempangan itu berasal dari sebuah kapal Jepang yang tenggelam pada masa Perang Dunia I tahun 1917.

Kapal kargo yang bernama Miyazaki Maru itu berasal dari Kobe dan dibuat tahun 1909. Pada tanggal 31 Mei 1917, kapal itu tenggelam dalam perjalanannya dari Yokohama menuju London. Kapal tersebut tenggelam pada kedalaman 150 mil di sebelah barat Pulau Sisilia, Semenanjung Cornish Inggris.

Referensi :

https://www.bbc.com/news/magazine-30043875
http://www.unmyst3.com/2014/12/mystery-of-tjipetir-blocks.html

0 Response to "Misteri Lempengan Tjipetir"

Posting Komentar