Misteri Manusia Garam dari Iran (Iranian Saltmen)




Beberapa orang pekerja tambang menemukan sesosok jasad di dalam sebuah lubang galian. Tubuh itu memang jasad manusia, namun yang paling membuatnya menarik adalah kenyataan bahwa tubuh itu berasal dari manusia yang hidup lebih dari 1.700 tahun yang lalu, dengan kondisi nyaris utuh, bahkan rambut hingga organ di dalam tubuhnya masih lengkap. Inilah Saltmen, manusia garam dari Iran.

Sepertinya di dunia ini kita akan dikejutkan dengan banyak sekali penemuan keajaiban mumifikasi, di mana jasad-jasad yang telah berumur ribuan tahun mampu terhindar dari pembusukan secara alami. Bila jasad para Firaun Mesir mengalami proses pengawetan sedemikian rupa sehingga masih utuh hingga hari ini, maka dalam beberapa kasus kita akan terhenyak dengan kenyataan bahwa alam pun dapat membuat jasad manusia mengalami pengawetan secara alamiah. 


Salah satu contohnya yang pernah dibahas pada blog merinding.com ini adalah Bog Bodies. Bog Bodies adalah sebutan untuk mayat-mayat yang ditemukan di rawa-rawa tertentu di wilayah Eropa seperti Irlandia, Denmark, Inggris, Jerman Belanda. Jasad-jasad tersebut diperkirakan berumur lebih dari 300 tahun hingga ribuan tahun.

Bog Body (The Tollund Man)

Yang mengagumkan dari jasad-jasad yang diduga sebagian besar merupakan korban pembunuhan atau narapidana hukuman mati ini, jasad manusia tersebut masih utuh sempurna. Kulit, rambut, organ dalam, bahkan hingga pakaian yang dikenakannya masih sangat baik.

Baca juga : Misteri Bog Bodies

Nah, bila Bog Bodies atau yang populer juga disebut dengan Tollund Man ini mengalami pengawetan karena faktor asam, maka berbeda dengan mumi yang berasal dari Iran. Mumi yang juga disebut Saltmen ini, seperti namanya, melalui proses pengawetan alami dengan garam. Seperti kita ketahui bahwa garam merupakan salah satu pengawet paling alami. yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mencegah pembusukan.

Pada musim dingin tahun 1993, para pekerja tambang menemukan sesosok jasad yang kemudian disebut Saltmen, di tambang garam Chehrabad, bagian selatan Desa Hamzehlu, bagian barat kota Zanjan, Provinsi Zanjan, Iran.

Jasad itu ditemukan terkubur di dalam sebuah terowongan dengan kedalaman sekitar 45 meter. Jasad itu memiliki rambut panjang dan janggut serta sebelah telinganya mengenakan anting emas yang mengindikasikan ia adalah orang yang berpengaruh. Bersama dengan jasad tersebut juga ditemukan bagian kaki bawah di dalam sebelah sepatu boot kulit, pakaian yang terbuat dari bahan wol, tali kulit, batu yang terasah, tembikar, dan tulang-tulang.

Saltmen

Tahun 2004, penggali tambang menemukan jasad yang serupa di lokasi yang tak begitu jauh dari lokasi penemuan jasad Saltmen di tahun 1993. Sementara itu selama penggalian arkeologi yang dilakukan pada tahun 2005, dua jasad lainnya ditemukan. Pada tahun 2006, Iranian Cultural Heritage News Agency bekerja sama dengan German Mining Museum di Bochum, University of Oxford, dan University of Zurich melakukan investigasi mendalam mengenai ditemukannya jasad-jasad ini. Kemudian ditemukan lagi dua jasad, wanita dan remaja laki-laki di tahun berikutnya. Penemuan terakhir atau jasad ke 6 ditemukan pada tahun 2010.

Dari hasil penelitian dari tes C14 yang didapat dari sampel tulang dan kain atau pakaian dari manusia garam ini, diperkirakan bahwa jasad itu berasal dari manusia yang hidup sekitar 1.700 tahun yang lalu. Mumi pertama yang ditemukan pada tahun 1993 diduga berasal dari tahun 300 Masehi. 

Kondisi tubuh Saltmen hasil mumifikasi alami 

Meskipun telah diketahui usia dari jasad-jasad tersebut, namun mengenai mengapa tubuh-tubuh itu bisa terkubur di dalam sebuah gua/terowongan dengan kedalaman tertentu masih misterius. Penyebab kematian dari manusia garam diduga karena kecelakaan saat berada atau bekerja di lokasi tambang tersebut, bisa jadi tertimpa suatu objek sehingga menyebabkan mereka tewas. 

Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/Saltmen
http://www.unmyst3.com/2018/08/mystery-of-iranian-saltmen.html

0 Response to "Misteri Manusia Garam dari Iran (Iranian Saltmen)"

Post a Comment