Edgar Allan Poe dan Pembunuhan Misterius Mary Rogers




Seorang wanita cantik ditemukan tewas mengambang di Sungai Hudson. Pada jasadnya ditemukan banyak bekas penganiayaan. Wanita ini begitu terkenal akan kecantikannya seantero New York, sehingga berita mengenai kematiannya begitu menyedot perhatian. Edgar Allan Poe bahkan menuliskan kisah pembunuhannya melalui sebuah kisah pendek bertajuk "The Mystery of Marie Rogêt" yang menjadi novel misteri pembunuhan yang berdasarkan pada kisah nyata pertama di dunia.

Jauh sebelum dunia mengenal karya-karya Sir Arthur Conan Doyle atau pun Agatha Christie, Edgar Allan Poe telah lebih dahulu merintis genre detektif. Lewat tokoh ciptaannya, C. Auguste Dupin, Poe sukses menjadi penulis yang mempopulerkan kisah-kisah detektif dan pembunuhan pertama dalam sejarah literasi dunia.


Pada tahun 1842, Edgar Allan Poe menulis sebuah cerita bertajuk "The Mystery of Marie Rogêt". Cerita ini merupakan sequel dari kisah "The Murders in The Rue Morge" yang terkenal. The Mystery of Marie Rogêt pertama kali muncul di majalah Snowdens Ladies' Companion pada November 1842, Desember 1842, dan Februari 1843.

Ladies' Companion vol.18 no.1 November 1842, New York

The Mystery of Marie Rogêt mengisahkan tentang Marie Rogêt, seorang wanita cantik yang bekerja sebagai pegawai toko parfum yang ditemukan meninggal dunia dengan tubuh memar dan penuh luka di Sungai Seine. Dalam kisah ini, karakter andalan Poe, C. Auguste Dupin juga muncul beserta dengan seorang asistennya menyelidiki kasus ini.

Cerita yang ditulis Poe menarik minat banyak pembaca, terutamanya karena nama korban dan juga kasus pembunuhannya sama persis dengan sebuah kasus yang terjadi di dunia nyata. Poe rupanya memang benar-benar memakai karakter seorang wanita bernama Mary Rogers yang ditemukan tewas di Sungai Hudson pada tahun 1841. 


Mary Cecilia Rogers adalah wanita muda yang sangat cantik yang bekerja di sebuah toko tembakau. Begitu cantiknya Mary, ia bahkan mendapatkan julukan "Beatiful Cigar Girl".

Mary lahir di Lyme, Connecticut pada tahun 1820. Ia adalah putri satu-satunya seorang janda pemilik sebuah penginapan. Tak lama setelah kematian ayahnya, Mary bekerja di John Anderson's Tobacco Shop. Saat itu usianya baru 17 tahun. Keberadaan Mary di toko itu rupanya menarik minat banyak pelanggan pria yang terpesona akan kecantikan Mary. Bos-bos besar bahkan rela datang ke toko hanya demi melihat gadis itu bekerja di balik konternya.

Tak butuh waktu lama, Mary mendapatkan popularitas seantero New York. Ia mendapatkan perhatian layaknya selebriti. Bisa jadi Mary Rogers adalah wanita pertama yang paling terkenal di New York.

Mary Cecilia Rogers

Mary pernah dikabarkan menghilang pada 4 Oktober 1838, tak lama setelah ia bekerja di toko tembakau itu. Berita ini kemudian dengan cepat menyebar dan mendapatkan perhatian luas. Namun beberapa hari kemudian, Mary muncul. Banyak yang menduga bahwa hilangnya Mary hanyalah untuk menaikkan popularitas dirinya.


Hingga pada suatu hari tanggal 25 Juli 1841, Mary memberitahu ibu dan juga tunangannya, Daniel Payne bahwa dirinya akan mengunjungi seseorang di New Jersey. Mary berkata bahwa dirinya akan kembali keesokan harinya. 

Namun keesokan harinya Mary tak juga muncul bahkan hingga hari menjelang gelap. Ibu Mary yang awalnya mengira bahwa putrinya terlambat pulang karena cuaca buruk, mulai dihinggapi kepanikan saat hari semakin gelap dan Mary tak kunjung pulang.

Pada hari Rabu, 28 Juli 1841, mayat Mary ditemukan di Sungai Hudson dekat Hoboken, New Jersey. Sekelompok pria tanpa sengaja melihat sesuatu yang aneh mengambang di sungai. Ketika diidentifikasi barulah diketahui bahwa jasad itu adalah Mary Rogers yang meninggalkan rumahnya tiga hari sebelumnya.

Ilustrasi penemuan jasad Mary Rogers di Sungai Hudson

Mayat Mary penuh dengan luka dan lebam. Pakaian dan topi yang dikenakannya robek. Kuat dugaan bahwa Mary tewas dibunuh, dan sebelum pembunuhan itu ia sempat mencoba melakukan perlawanan namun gagal.

Spekulasi pun berkembang. Beberapa dugaan menyatakan bahwa Mary meninggal dunia saat melakukan aborsi dan mayatnya sengaja dibuang di Sungai Hudson. Dugaan juga mengarah pada kemungkinan Mary dibunuh oleh beberapa orang.

Poe yang tertarik pada kasus ini kemudian menuliskannya dengan menggunakan teknik ratiocinatin, mengubah beberapa detail, dan mencoba menceritakan kembali kisah pembunuhan Mary Rogers dari sisi seorang detektif. Poe berharap melalui uraian tulisannya, misteri pembunuhan Mary dapat terungkap. Banyak yang menganggap bahwa tulisan Poe inilah yang merupakan cerita pertama dan juga cikal bakal lahirnya genre tulisan novel kriminal.



Namun sayangnya kisah yang juga mengikutsertakan tokoh Auguste Dupin ini tak menyertakan kesimpulan pada bagian akhirnya, sama seperti kasusnya di kehidupan nyata yang juga tak pernah terpecahkan.

Kurang dari 3 bulan setelah kematian Mary Rogers, tunangan Mary yang bernama Daniel Payne memutuskan untuk pergi ke Sungai Hudson di mana mayat Mary ditemukan. Di sana ia meninggalkan sebuah catatan yang bertuliskan: "Kepada dunia, Di sini aku berada. Semoga Tuhan mengampuni atas waku yang terbuang percuma dalam hidupku". Dengan sebotol racun di tangan, ia mengakhiri hidupnya.

Seperti Auguste Dupin, investigator kasus Mary tak pernah mampu memecahkan misteri pembunuhan Mary. Kasus ini akhirnya tetap meninggalkan misteri selamanya.

Referensi :

https://the-line-up.com/mary-rogers-murder
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Mystery_of_Marie_Rog%C3%AAt


0 Response to "Edgar Allan Poe dan Pembunuhan Misterius Mary Rogers"

Post a Comment