Misteri Pembunuhan Tupac Shakur




Siapa yang tak mengenal Tupac Shakur pada era 90an? Namanya melejit sebagai rapper dengan karya paling berpengaruh. Bahkan setelah lebih dari 20 tahun kematiannya, namanya masih terus dielu-elukan. Namun rapper yang memiliki nama lain 2Pac ini harus tutup usia di umurnya yang masih begitu muda, 25 tahun, setelah mengalami penembakan misterius di jalanan Las Vegas. Hingga kini kasusnya tak menemui titik terang...

Jika ditanya siapakah rapper yang berhasil menjual karyanya bahkan jauh lebih laris setelah kematiannya? Boleh jadi jawabannya adalah Tupac Shakur. Menurut Guiness Book of World Records, pria kelahiran New York, 16 Juni 1971 ini adalah rapper tersukses dunia karena telah menjual lebih dari 73 juta album di seluruh dunia dan angka itu terus bertambah setelah kematiannya.

Tupac Amaru Shakur terlahir dengan nama Parish Lesane Crooks. Rapper yang memiliki nama lain 2Pac, Makaveli, dan 'Pac ini adalah penulis lagu, rapper, produser dan aktivis Amerika Serikat. Ia mengawali karirnya pada tahun 1990, saat ia direkrut menjadi backup dancer bagi Digital Underground.

Hanya butuh beberapa tahun bagi Tupac untuk melejitkan namanya di blantika musik. Karyanya yang bergenre hip hop telah dikenal luas dan mendunia. Selama hidupnya, ia hanya merilis 4 buah album, tapi 7 album lainnya justru keluar setelah kematiannya. Penjualan albumnya berada jauh di atas artis-artis hip hop macam Kanye West dan Drake. Bintang Rock & Roll Hall of Fame pun memilihnya sebagai salah satu rapper terbaik dalam sejarah.

Tupac Shakur

Tupac Shakur dianggap telah memberikan warna berbeda dalam industri musik dunia. Lagu-lagunya kebanyakan bertema kekerasan, rasisme, hingga masalah sosial. Album perdananya bertajuk 2Pacalypse Now, berhasil mendapatkan pujian sekaligus kecaman berkat liriknya yang penuh kontroversi.

Sepanjang hidupnya, Tupac bukan hanya telah menuai banyak prestasi, tetapi dirinya juga dipenuhi dengan kasus kriminal. Mulai dari perkelahian antar kelompok/geng hingga perseteruannya dengan rapper terkenal Biggie Smalls atau Notorious B.I.G. Keduanya pun mendapat julukan. Jika Tupac disebut sebagai rapper dari Barat, maka Biggie adalah rapper dari Timur.

Biggie Smalls/ Notorious B.I.G

Kedua rapper ini bisa dikatakan adalah saingan sekaligus musuh bebuyutan. Kadang kala Biggie Smalls menciptakan lagu yang sengaja memancing Tupac. Lain waktu Tupac membalasnya dengan lagu pula, bahkan ia pernah mengklaim pernah tidur dengan istri Biggie Smalls. Benar-benar gila bukan? Maka tak heran selain penggemarnya yang banyak seiring dengan karir yang melejit, orang-orang yang tak suka dengan Tupac juga tak bisa dianggap sebelah mata.

Selain itu pula ia pernah mendapatkan tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita di tahun 1993, dan sempat diadili. Sehari sebelum pembacaan keputusan, Tupac mengalami penembakan. Pelakunya misterius. Dalam peristiwa itu, ia tertembak 5 kali dan mengalami luka berat, namun berhasil selamat. Pasca penembakan itu, Tupac mencurigai beberapa orang yang berada di industri musik rap sebagai dalang penembakannya.

Tupac Shakus selamat pasca penembakan

Tupac menjalani hukuman penjara selama 11 bulan. Rapper ini boleh jadi lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam penjara, ketimbang menggelar konser. Pembebasan Tupac saat itu bukan tanpa syarat. Ia dibebaskan oleh Marion Knight, CEO Death Row Records, tempat di mana Tupac Shakur bernaung, dengan denda yang wajib dibayar oleh Tupac dengan perilisan album musiknya.


Kronologi Penembakan Tupac Shakur

Hari itu tanggal 7 September 1996, Tupac Shakur dan Suge Knight menghadiri pertandingan tinju Mike Tyson vs Bruce Seldon di MGM Grand, Las Vegas. Begitu pertandingan usai, keduanya pergi dengan menaiki mobil Knight. Di belakang mobil itu ada pula mobil bodyguard yang mengikuti dari belakang.

Di perjalanan, Tupac dan bodyguardnya sempat berkelahi dengan Orlando Anderson, seorang anggota The Compton-based Southside Crips. Setelah perkelahian itu, Tupac dan Knight pergi menuju ke rumah Knight, dan setelah itu berencana pergi ke Club 662.

Orlando Anderson

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 22:55, mereka sedang diperjalanan menuju Club 662. Pada sekitar pukul 23.13 mobil yang mereka kendarai berhenti di lampu merah di jalanan Las Vegas, Nevada. Di samping mobil mereka, berhenti pula sebuah mobil berpenumpang dua orang gadis. Di belakang mobil, ada mobil bodyguard. Tupac saat itu sempat menggoda gadis yang berada di mobil sebelah. Tiba-tiba dari arah sebelah kanan muncul sebuah Cadillac putih. Penumpang di belakang mobil mulai menembak ke arah mobil yang ditumpangi Tupac.

Reka ulang saat kejadian bisa dilihat pada video ini:



Tembakan-tembakan itu mengenai bagian dada kiri, lengan dan paha atas. Suge Knight juga sempat terluka, sebuah peluru menyerempet dahinya. Tupac lalu segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setelah 6 hari tak sadarkan diri, Tupac akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 September 1996. Usianya masih sangat muda, 25 tahun.

Pada tahun 2004, mantan sersan Las Vegas Police Departement bernama Chris Carroll mengaku bahwa ia adalah orang pertama yang tiba di tempat kejadian saat insiden itu terjadi. Menurut keterangan Carroll saat ia membuka pintu mobil Tupac, ia langsung menanyainya siapa yang telah menembaknya. Tupac hanya merespon dengan kalimat "Fuck you". Itu pula kalimat terakhir sang rapper sebelum akhirnya terbaring koma dan meninggal dunia.

Mobil yang ditumpangi Tupac Shakur saat kejadian naas penembakan dirinya

Las Vegas Police Departement sendiri tak pernah menahan ataupun menghukum seseorang atas kasus pembunuhan ini. Polisi juga gagal mengorek keterangan dari Yaki Kadafi, anggota rombongan Tupac yang mengklaim mengenali sang pembunuh. Kadafi sendiri dibunuh seseorang tak dikenal hanya 2 bulan setelah peristiwa penembakan itu.


Teori-Teori Kasus Pembunuhan Tupac Shakur

Ada setidaknya 5 teori yang cukup terkenal terkait kematian Tupac Shakur. Teori-teori ini mulai dari hasil analisis hingga teori yang agak aneh dan tak masuk akal dipercaya salah satunya mampu membongkar siapa sebenarnya dalang di balik pembunuhan 2Pac.

Teori 1

Chuck Philips

Teori ini dikemukakan oleh Chuck Philips, seorang mantan jurnalis L.A Times. Menurut teorinya, Orlando Anderson, The Crips, dan Biggie Smalls bertanggung jawab pada pembunuhan Tupac. Menurut Philips, ada 3 kesimpulan atas kematian Tupac. Pertama, anggota Southside Crips menembaknya untuk tujuan balas dendam atas perkelahian dengan Orlando Anderson. Kedua, ia percaya bahwa Orlando Anderson lah sang eksekutor yang menembak Tupac. Ketiga, Philips menemukan bahwa  Biggie Smalls telah menyiapkan senjata dan membayar The Crips sebesar $1 juta untuk membunuh Tupac.

Namun kemudian pertanyaan timbul, apa motif Biggie menghabisi Tupac? Keduanya memang telah lama dikenal publik sebagai musuh, keduanya pula sering terlibat perang mulut. 

Lalu bagaimana dengan Orlando Anderson? Anderson telah berulangkali menolak bertanggung jawab atas kematian Tupac. Ia menyatakan bukan dirinya yang melakukan penembakan. Anderson sendiri mati ditembak seseorang pada Mei 1998.


Teori 2

Russell Poole

Teori selanjutnya datang dari mantan detektif LAPD, Dr. Russell Poole. Poole mempercayai bahwasanya Suge Knight telah merencanakan aksi penembakan tersebut, termasuk di dalamnya sengaja mengajak Tupac ke Las Vegas menonton pertandingan tinju.

Lalu apa motif Suge membunuh Tupac? Rupanya ada rumor yang mengatakan bahwa Suge Knight meminjami Tupac uang dalam jumlah yang sangat besar, yaitu hingga US$3 juta. Tupac juga kemungkinan memiliki rencana untuk keluar dari Death Row Records. Hal ini dapat dilihat dari tindakan Tupac memecat pengacara yang telah dibayar bersama Suge Knight.

Tupac Shakur dan Suge Knight

Masih menurut Poole, kemungkinan lainnya yaitu Suge telah mengatur semuanya termasuk berhenti di lampu merah. Suge memang orang yang membawa kendaraan pada saat itu, dengan Tupac berada di samping kursi kemudi. Rumor lainnya yang tak kalah mengagetkan adalah Suge senagaja membayar Anderson untuk berkelahi dengan Tupac di malam itu.

Tapi dugaan ini seolah melemah dengan kenyataan bahwa Suge juga terkena lesatan senjata api dan kenyataan bahwa dirinya juga membantu mencoba menolong Tupac saat penembakan itu.

Suge Knight dengan kepala terluka

Teori 3

Greg Kading, mantan detektif LAPD memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, orang yang bertanggung jawab terhadap insiden penembakan itu tak lain adalah Sean Combs aka P.Diddy atau Puff Diddy.

Kading juga mendapati anggota geng Crips bernama Keith Davis mengaku dalam sebuah rekaman tape. Menurut pengakuannya, P.Diddy telah membayarnya US$1 juta untuk membunuh Tupac dan Suge. Davis juga mengakui bahwa sepupunya Orlando Anderson adalah eksekutor penembakan tersebut.

Greg Kading

Tupac sendiri pernah menyebut P.Diddy pernah melakukan penembakan padanya pada 30 November 1994 di sebuah studio rekaman di New York, tapi Tupac berhasil selamat.


Teori 4

Teori ini justru tak mempercayai bahwa Suge Knight, Orlando Anderson, atau P.Diddy sebagai tersangka penembakan. Teori ini mempercayai bahwa pembunuhan terhadap Tupac Shakur dilakukan oleh Jewish Defense League, yaitu sebuah kelompok ekstrimis pro Israel. FBI sendiri telah mengumpulkan berbagai ancaman-ancaman potensial dari kelompok ini terhadap Tupac, tapi tak ada yang dapat dibuktikan.


Teori 5

Teori terakhir ini bisa dibilang paling gila dan tak masuk akal. Teori ini meyakini bahwa Tupac Shakur sebenarnya telah memalsukan kematiannya sendiri. 

Orang yang diduga adalah Tupac Shakur secara tak sengaja tertangkap kamera (kiri)

Pada tahun 2015, sebuah website melaporkan bahwa seorang pria bernama Davis Mayers telah membantu Tupac dalam merencanakan kematian palsunya yang juga dibantu oleh Suge Knight. Beberapa orang yang percaya pada teori ini meyakini bahwa Tupac sebenarnya masih hidup dan tinggal di Kuba.


Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Tupac_Shakur
https://www.buzzfeed.com/ryanbergara/a-deep-dive-into-the-infamous-unsolved-murder-of-tupac-shaku?utm_term=.jqdBd4LRjl#.rhz8wpBK9W

0 Response to "Misteri Pembunuhan Tupac Shakur"

Posting Komentar