Misteri di Balik Kematian Putri Diana




Seorang wanita bersimbah darah tergeletak tak berdaya di dalam mobilnya yang hancur setelah mengalami kecelakaan hebat. Kepalanya menghadap ke arah samping. Ia sempat membuka matanya, melihat ke arah pria yang sudah tak bernyawa di sebelahnya. Darah keluar bercucuran dari mulut dan hidungnya. Wanita itu adalah Putri Diana yang meregang nyawa pada dini hari di terowongan Pont de l'Alma, Perancis.

Putri Diana atau Lady Diana Spencer atau Lady Di adalah putri dari Inggris yang bergelar Princess of Wales. Ia merupakan istri pertama Pangeran Charles, sekaligus ibu dari Pangeran William dan Pangeran Harry.

Putri Diana bersama suaminya Pangeran Charles dan dua anaknya, Pangeran William dan Pangeran Harry

Putri Diana meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan fatal pada 31 Agustus 1997. Saat itu usianya baru 36 tahun. Kecelakaan naas yang terjadi di jalan terowongan Pont de l'Alma itu telah merenggut nyawa salah satu wanita paling berpengaruh dan juga dicintai warga dunia. 

Meskipun telah lebih dari 20 tahun sejak kepergiannya, sosok Putri Diana selalu dikenang. Ia bukan hanya seorang Putri dari Inggris, namun juga ikon fashion dunia, dan juga tokoh kemanusiaan. Kepergiannya yang mendadak dan tragis menimbulkan banyak spekulasi bahwa kecelakaan Sang Putri telah direncanakan.


Sekilas Tentang Putri Diana

Diana Spencer lahir di Sandringham pada 1 Juli 1961 dari pasangan John Spencer dan Frances Ruth Roche. Pada usia 20 tahun, ia menerima pinangan Pangeran Charles, yang tak lain adalah putra sulung Ratu Elizabeth II. Dari pernikahan itu Putri Diana yang bergelar Princess of Wales dan Pangeran Charles mendapatkan dua putra yaitu Pangeran William dan Pangeran Harry.

Publik Inggris begitu menyukai Diana. Sosok Diana memang berbeda dengan putri-putri lainnya. Meskipun seorang putri, ia tak jarang melabrak protokoler istana. Misalnya saja ia biasa membawa putra-putranya berbaur dengan rakyat Inggris, mengajari mereka mengantri, sampai dimasukkan ke sekolah umum. Putri Diana juga menjadi ikon fashion. Pakaiannya yang dikenakannya kerap kali menjadi perhatian dan menuai pujian.

Putri Diana menjadi ikon fashion yang kerap menyita perhatian publik

Dalam bidang kemanusiaan, sosoknya telah menjelma bak malaikat. Ia tak sungkan bersentuhan langsung dengan orang-orang yang menderita suatu penyakit. Semua hal tentang Putri Diana selalu menyita perhatian dan mendapat pujian dunia. Sampai-sampai Sang Putri dijuluki People's Princess.

Kegiatan kemanusiaan Putri Diana

Namun tak ada gading yang tak retak. Di balik segala senyum hangat dan bersahabat Diana, ia sesungguhnya menyimpan luka jauh di hatinya. Sang suami, Pangeran Charles, rupanaya masih berhubungan dengan kekasih lamanya, Camilla Rosemary Shand atau Camilla Parker-Bowles. Perselingkuhan ini kemudian tercium juga oleh Diana. Keretakan hubungan Diana dan Charles sudah mulai terasa setelah kelahiran Pangeran Harry. Keduanya kemudian resmi bercerai pada tahun 1996.

Pangeran Charles dan Camilla Parker-Bowles

Usai bercerai dengan Charles, Diana diketahui sempat berkencan dengan seorang ahli bedah jantung Inggris-Pakistan bernama Hasnat Khan. Pria inilah yang banyak disebut-sebut oleh sahabat Diana sebagai cinta sejati Sang Putri. Diana bahkan sempat mengunjungi keluarga Hasnat di Lahore pada Mei 1996.

Namun beberapa bulan kemudian, Diana diketahui berkencan dengan seorang pegusaha muslim keturunan Mesir bernama Dodi Al-Fayed. Hubungan keduanya tampak serius. Kemanapun Diana dan Dodi pergi, keduanya diuntit paparazzi.


Kronologi Kecelakaan Putri Diana

Hari itu tanggal 31 Agustus 1997 pukul 00.20 dini hari. Diana dan Dodi meninggalkan Hotel Ritz di Paris. Paparazzi telah berkerumun di depan hotel. Diana dan Dodi kemudian lewat pintu belakang, dan naik ke sebuah mobil Mercedes hitam. Mobil itu dikendarai oleh supir Hotel Ritz, Henri Paul. Duduk disebelah Henri Paul ada bodyguard Diana yang bernama Rees-Jones. Rencananya mereka akan menuju apartemen Dodi.



Jalur yang dilalui seharusnya lurus jalan Champs-Elysees, namun karena lalu lintas sabtu malam itu ramai, maka Henri Paul mengarahkan mobilnya ke jalur sepanjang Sungai Seine. Mobil itu kemudian masuk ke terowongan Pont Alexandre III. Ketika keluar terowongan, Henri melihat jalanan yang menikung ke kiri dan mulut terowongan Pont de l'Alma dihadapannya. Mercedes hitam itu masuk terowongan dengan kecepatan 137km/jam.



Pukul 00.23 dini hari itu, mobil Diana menghantam tiang ke 13 setelah beberapa detik sebelumnya mencoba menghindari sebuah mobil Fiat Uno berwarna putih di sisi kanan. Henri Paul hilang kendali. Orang-orang di sekitar tempat itu mendengar suara dentuman keras seperti ledakan.


Keadaan mobil Mercede hitam yang ditumpangi Diana dan Dodi Al-Fayed hancur setelah kecelakaan

Dodi dan Henri Paul meninggal dunia di tempat. Keempat orang yang berada di mobil itu tak mengenakan sabuk pengaman. Rees-Jones yang duduk di bangku depan selamat berkat balon gas yang mengembang ketika mobil tertabrak. Sementara itu Diana yang berada di kursi belakang sekarat di lantai mobil dengan punggungnya menempel di kursi depan.

Diana sempat dilarikan ke Pitie-Salpetriere Hospital. Setelah kurang lebih dua jam menjalani operasi, Diana meninggal dunia pukul 4 pagi.

Berita kematian Diana mengguncang pihak kerajaan Inggris dan juga dunia. Ucapan bela sungkawa datang dari berbagai belahan dunia. Karangan bunga memenuhi halaman istana Inggris. Hari itu adalah hari paling kelam yang diingat oleh rakyat Inggris. Sang putri yang dicintai semua orang telah pergi untuk selama-lamanya.

Berita kematian Lady Diana memenuhi halaman depan surat kabar di dunia

Diana dimakamkan di dalam taman Althrop, sebuah pulau kecil yang berada di tengah danau. Namun kematiannya tak usai hingga di sana, banyak dugaan menyeruak bahwa Sang Putri memang telah direncanakan untuk dibunuh. Berbagai kejanggalan dan juga teori konspirasi pun menyeruak.

Althrop, tempat Diana dimakamkan

Teori Kospirasi Kematian Putri Diana

Dugaan bahwa Putri Diana meninggal dunia dengan rencana pembunuhan tampaknya bukan tanpa sebab. Mengingat ada banyak kejanggalan menjelang insiden kecelakaan naas yang menimpanya di terowongan Pont de l'Alma dini hari itu.

Tak pelak lagi badan intelijen seperti M16, CIA, hingga Mossad disebut-sebut terlibat dalam pembunuhan sang putri. Ayah Dodi Al-Fayed, Mohammad Al-Fayed, pengusaha Inggris keturunan Mesir yang juga pemilik toko mewah Harrods ini mempercayai bahwa ada campur tangan badan rahasia dalam kematian Diana dan putranya. Dalam beberapa kali wawancara dirinya terang-terangan menunjuk sang supir naas, Henri Paul, sebenarnya adalah mata-mata intelijen.

Henri Paul, supir yang mengendarai mobil pada saat kecelakaan Diana

Richard Tomlinson, seorang mantan agen M16 dalam sebuah wawancara pada tahun 2008 silam pernah mengungkapkan bahwa Henri Paul adalah informan M16. Ada sejumlah besar besar uang yang tersimpan di 15 rekening berbeda milik Henri Paul. Ia juga menyatakan bahwa sebenarnya intel Inggris telah memantau Putri Diana sejak lama.

Menurutnya pula, pembunuhan Putri Diana dengan dalih kecelakaan mobil dilakukan dengan menyorotkan lampu terang yang menyilaukan. Dengan cara ini maka penglihatan supir akan terganggu serta membuatnya hilang kendali, yang akan berakhir dengan memicu kecelakaan. Apalagi saat itu mobil Mercedes Benz S-Class W140 yang diumpangi Diana melaju dengan kecepatan tinggi.

Terowongan Pont de l'Alma

Teori lainnya menyangkut sabuk pengaman mobil. Empat penumpang Mercedes naas itu tak ada seorang pun yang mengenakan sabuk pengaman. Padahal hal itu sama sekali bukan kebiasaan Diana. Maka banyak yang menduga bahwa sebenarnya sabuk pengaman telah disabotase.

Rupanya badan intelijen bukan satu-satunya yang dicurigai. Kecurigaan juga menyasar pada keluarga kerajaan. Apa sebab? Kedekatan Diana dengan Dodi Al-Fayed menimbulkan dugaan kuat sang Putri benar-benar akan menikah dengan pengusaha keturunan Mesir itu. Bila pernikahan terjadi, maka kemungkinan Diana akan memeluk agama Islam, dan mereka akan memiliki anak-anak yang tentunya beragama Islam.

Dodi Al-Fayed dan Putri Diana

Hal ini tentunya akan memalukan dan tidak dapat diterima oleh keluarga kerajaan. Bagaimana mungkin seorang putri Inggris akan memiliki anak-anak Muslim? Kedekatan keluarga kerajaan Inggris dengan orang dari kalangan Muslim juga pernah terjadi sebelumnya yaitu antara Ratu Victoria dengan seorang pelayan asal India bernama Abdul.

Baca juga : Kisah Persahabatan Ratu Victoria dan Abdul

Selain motif tersebut ada pula yang menyatakan bahwa Putri Diana sebenarnya telah menuliskan sebuah surat yang ditujukan kepada sahabatnya beberapa bulan sebelum insiden itu terjadi. Di surat itu dirinya pernah mengatakan bahwa sepertinya ada rencana pembunuhan terhadap dirinya dengan menggunakan kecelakaan mobil atau lainnya. Surat itu dikirimkan pada dua teman Diana, kepala pelayan Paul Burrell dan pengacara Lord Mitchum. Surat itu sendiri telah diserahkan kepada penyidik, namun kemudian tak diketahui lagi di mana keberadaannya.

Motif lainnya yang tak kalah kontroversial adalah Diana sebenarnya memiliki sebuah buku yang berisikan rahasia memalukan anggota kerajaan Inggris. Pihak istana takut kalau-kalau isi buku itu sampai  keluar ke publik. Desas-desus yang beredar mengatakan dengan buku itulah Diana dapat leluasa bertemu dengan kedua putranya. Hingga kini buku itu diduga masih disimpan sahabat Diana.

Dugaan lainnya adalah kematian putri Diana berkaitan dengan kampanye ranjau darat yang ia ikuti beberapa waktu sebelum terjadinya kecelakaan.


Cahaya Misterius di Terowongan Pont de l'Alma

Seorang saksi mata bernama Brian Anderson menyatakan pada Telegraph tahun 2007 bahwa dirinya sempat melihat kilatan cahaya menyilaukan sesaat sebelum erjadinya ledakan keras di dalam terowongan tempat mobil Putri Diana kecelakaan. Menurut keterangan Anderson, dirinya juga melihat 4 motor datang mengelilingi sesaat setelah Mercedes hitam itu ringsek.

Saksi mata lainnya, Francois Levistre mengaku juga melihat kilatan cahaya beberapa detik sebelum terdengar benturan hebat. Ia mengatakan bahwa sorotan cahaya itu berasal dari motor yang melaju di depan mobil Diana.

Foto terakhir Putri Diana (menoleh ke belakang) yang berhasil diambil seorang paparazzi

Sesaat setelah kecelakaan terjadi, seorang pengendara motor turun dan mendekati mobil Diana lalu memberikan tanda kepada rekannya yang lain seolah berkata misi telah selesai.

Penyelidikan besar-besaran pun dilakukan untuk mengungkap fakta di balik kematian Lady Diana. Sebuah mobil Fiat Uno yang bergesekan dengan mobil Diana sebelum terjadi kecelakaan juga sempa diselidiki. Mobil itu teridentifikasi milik James Andanson, seorang paparazzi Perancis. Namun menurut Al-Fayed, Andanson adalah agen M16 yang terlibat pembunuhan Diana dan Dodi. Pada Mei 2000, Andanson ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terbakar. Polisi mengatakan bahwa itu merupakan bunuh diri, namun keluarga tak mempercayainya. Pada proses autopsi ditemukan lubang di pelipis kiri Andanson.

James Andanson yang diduga agen M16

Kejanggalan demi kejanggalan juga didapati penyidik. Seperti misalnya mengapa 17 CCTV di sepanjang rute yang dilewati Diana di malam naas itu mati dan tak berfungsi. Kejanggalan kedua adalah lamanya bantuan yang datang saat kecelakaan. Bayangkan saja Putri Diana harus berjuang menahan rasa sakitnya selama lebih dari satu jam sebelum dibawa ambulans. Mobil ambulans itu juga lama baru sampai ke rumah sakit.

Putri Diana meninggal pukul 4 pagi setelah sebelumnya mendapatkan pertolongan medis dan operasi selama 2 jam. Berarti Diana baru sampai ke rumah sakit pukul 2. Sementara kecelakaan terjadi pukul 00.23 atau setengah satu. Ada jeda waktu satu setengah jam yang terbuang untuk membantu menyelamatkan nyawanya. Bahkan seorang petugas medis mengatakan bahwa seandainya Diana dibawa lebih cepat ke rumah sakit, dirinya mungkin masih dapat tertolong.

Kondisi Putri Diana setelah kecelakaan maut di Terowongan Pont de l'Alma

Kejanggalan lainnya adalah jasad Diana diawetkan dengan pembalsaman tak lama setelah dirinya dinyatakan meninggal dunia. Pembalsaman ini menggunakan cairan yang tidak memungkinkan bagi jasad untuk diautpsi. Menurut ayah Dodi Al-Fayed, Diana sebenarnya tengah hamil saat itu. Menurut pria itu, pembalsaman dilakukan untuk menutupi fakta bahwa Diana sebenarnya tengah mengandung cucunya.

Tak kurang dari 18 bulan penyelidikan dilakukan dan baru berakhir pada tahun 1999. Hasil dari investigasi kemudian dituangkan ke dalam laporan setebal lebih dari 800 halaman. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berkesimpulan bahwa kecelakaan mobil Mercedes hitam yang ditumpangi Diana, Dodi Al-Fayed, Henri Paul, dan Rees-Jones adalah murni kecelakaan yang diakibatkan karena supir mobil, Henri Paul tengah mabuk ketika itu. Dari hasil penyelidikan ditemukan kadar alkohol di dalam darahnya mencapai tiga kali melebihi standar Perancis.

Pihak istana Inggris, terutama dua putra Diana, Pangeran William dan Pangeran Harry menerima hasil penyelidikan itu. Sementara itu sebagian publik sepertinya masih menduga bahwa memang ada misteri di balik kematian Sang Lady.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Diana_Spencer
https://www.liputan6.com/global/read/2637996/10-fakta-misterius-yang-menyelimuti-kematian-putri-diana
https://kumparan.com/@kumparannews/kematian-putri-diana-dan-konspirasi-yang-menyelimutinya
https://www.liputan6.com/global/read/3065560/terkuak-detik-detik-meninggalnya-putri-diana-20-tahun-lalu

0 Response to "Misteri di Balik Kematian Putri Diana"

Posting Komentar