Menguak Misteri Sosok Firaun yang Tenggelam di Laut Merah




Sesosok jasad yang telah menjadi mumi ditemukan di dasar Laut Merah. Setelah diteliti, mumi tersebut berusia 3500 tahun. Dugaan pun menyeruak bahwa jasad yang terbaring kaku itu tak lain adalah Firaun yang melakukan pengejaran pada Musa dan kaum Bani Israel yang dikisahkan dalam Al-Quran. Kemudian misteri sejarah yang paling diperdebatkan adalah di antara deretan Firaun yang menjadi penguasa Mesir kuno dahulu, Firaun manakah sesungguhnya yang diazab Allah dan tenggelam di Laut Merah?

Firaun atau Firawn atau Pharaoh adalah gelar atau sebutan yang ditujukan bagi raja-raja penguasa Mesir kuno. Sebutan ini dimulai sejak Raja Menes atau Narmer yang hidup sekitar tahun 3100-3050 SM yang juga merupakan Firaun dinasti pertama yang berhasil menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir.

Pada sebagian besar sejarahnya, Firaun dianggap sebagai manusia suci yang merupakan wakil bangsa Mesir di hadapan dewa. Maka tak mengherankan kemudian jika ada beberapa penguasa Mesir kuno dahulu menyebut dirinya sebagai Tuhan.

Ketika meninggal dunia, Firaun biasanya akan dimakamkan di sebuah makam megah dengan tulisan hieroglif di sekitarnya. Makamnya pun bukan makam biasa karena setelah melalui proses mumifikasi, jasadnya akan dimasukkan ke dalam sarkofagus dan selanjutnya dimakamkan bersama dengan seluruh harta bendanya.



Nama atau sebutan Firaun sendiri sebenarnya tidak asing bagi kita. Nama ini seringkali merujuk kepada penguasa Mesir yang kejam dan zalim. Namun sebenarnya tak semua Firaun kejam dan suka menyiksa rakyatnya. Selain itu pula, Firaun biasanya identik dengan penguasa laki-laki. Namun sebenarnya dalam beberapa dinasti Firaun yang pernah menguasai Mesir kuno, ada beberapa nama Firaun wanita di antaranya yaitu Nefertiti, Hatshepsut, Sobekneferu, Khentkaus I, Ahhtep I, hingga Twosret.




Siapa Sebenarnya Sosok Firaun yang Tenggelam di Laut Merah?

Sebenarnya ada beberapa perbedaan pendapat mengenai siapa sebenarnya sosok Firaun yang kejam dan zalim pada masa Nabi Musa dan akhirnya tenggelam di Laut Merah. Telah banyak penelitian yang mencoba menguak misteri ini.

Sebagian besar pendapat para peneliti meyakini bahwa Nabi Musa hidup pada zaman Firaun dinasti ke sembilan belas. Ada 8 Firaun yang berkuasa pada dinasti ini dari tahun 1295-1186 SM, yaitu:

NamaKeteranganTahun
Ramesses I-1295-1294
Seti I-1294-1279
Ramesses II the GreatFir'aun pada jaman nabi Musa AS1279-1213
Merneptah/Mineptah-1213-1203
Amenemses-1203-1200
Seti II-1200-1194
Merneptah Siptah-1194-1188
Twosretfiraun wanita1188-1186

Dari tabel di atas yang bersumber dari Wikipedia, terdapat keterangan bahwa Ramesses II atau Firaun Ramses adalah Firaun yang hidup pada zaman Nabi Musa. Ramses II pula lah yang dikenal sebagai Firaun terkuat dan terbesar yang juga berkuasa paling lama di Mesir kuno yaitu selama 66 tahun. Namun benarkah Firaun ini yang tenggelam di Laut Merah?

Baiklah, untuk menjawabnya saya akan mencoba menguraikan beberapa teori mengenai siapa sebenarnya sosok Firaun yang diazab Allah dan mati tenggelam di Laut Merah.


Teori 1

Teori yang pertama dan paling banyak dipercaya yaitu meyakini bahwa Firaun yang tenggelam di Laut Merah adalah Firaun Ramses II. Bila mencari di Wikipedia kalian akan menemukan keterangan bahwa Firaun Ramses II adalah Firaun yang hidup pada masa Nabi Musa.

Seperti telah disebutkan di atas, Firaun ini adalah sosok penguasa Mesir kuno yang paling terbesar dan berpengaruh. Julukannya adalah The Great dan menguasai Mesir paling lama yaitu 66 tahun. Tak hanya itu saja, sikapnya yang kejam dan suka menindas dirasa cocok dengan profil Firaun yang ada pada kisah Nabi Musa.




Teori 2

Ramses II yang merupakan anak dari Firaun Seti I memang dikenal memiliki sifat kejam dan kerap memperbudak rakyatnya dan mengaku sebagai Tuhan, sebagaimana namanya dari kata Ra dan Mses yang berarti keturunan Dewa Matahari (Ra). Namun dalam beberapa literatur, tidak terdapat bukti arkeologi yang memperkuat dugaan ini.

Beberapa sumber menyatakan bahwa Ramses II meninggal dunia pada usia 97 tahun dan jasadnya di makamkan di KV 7 Valley of the King. Jadi ia tidak meninggal dunia dengan cara tenggelam di Laut Merah? Lalu siapakah Firaun yang bertarung melawan Nabi Musa?

Teori ini meyakini bahwa Firaun yang tenggelam itu tak lain adalah Merneptah, anak dari Ramses II yang naik tahta setelah ayahnya meninggal. Jadi menurut teori ini, Ramses II memang hidup di zaman Nabi Musa dan dialah pula yang mengangkat Musa sebagai anaknya. Namun Firaun yang tenggelam di Laut Merah saat Nabi Musa menyeberanginya bersama kaum Bani Israel adalah orang yang berbeda.

Sama seperti ayahnya, Merneptah juga penguasa yang zalim dan menyebut dirinya sebagai Tuhan. Nama Merneptah sendiri dari kata Merne dan Ptah yang berarti Kesayangan Dewa Pencipta.

Firaun Merneptah

Teori 3

Teori ini justru meyakini bukan Ramses II maupun Merneptah yang merupakan Firaun yang tenggelam di Laut Merah. Menurut beberapa sumber, Merneptah pernah mengatakan bahwa pada masa kekuasaanya bangsa Bani Israel telah menginjakkan kaki di tanah Kana'an. Ini artinya bahwa peristiwa Firaun mengejar Nabi Musa sesungguhnya telah terjadi beberapa generasi sebelumnya.

Laut Merah (Red Sea), tempat tenggelamnya Firaun dan bala tentaranya

Menurut catatan sejarah, Nabi Musa hidup sekitar tahun 1527-1407. Seperti dilihat pada tabel di atas, Firaun yang berkuasa pada dinasti kesembilan belas baru dimulai tahun 1295 SM, itu pun pada masa Ramses I.

Jika memang benar Nabi Musa hidup pada tahun 1527-1407 seperti yang banyak sumber sebutkan, maka kemungkinan besar Firaun yang dimaksud hidup pada dinasti ke delapan belas. Berikut ini adalah Firaun yang hidup pada dinasti tersebut:

NamaKeteranganTahun
Ahmose I, Ahmosis I-1550-1525
Amenhotep I-1525-1504
Thutmose I-1504-1492
Thutmose II-1492-1479
Thutmose III-1479-1425
Hatshepsutfiraun wanita1473-1458
Amenhotep II-1427-1400
Thutmose IV-1400-1390
Amenhotep III-1390-1352
Amenhotep IV/Akhenaten-1352-1336
Smenkhkare-1338-1336
Tutankhamun-1336-1327
Kheperkheprure Ay-1327-1323
Horemhebmantan jendral dan penasehat Tutankhamun1323-1295
                
Dalam daftar tersebut ada 14 Firaun yang berkuasa di Mesir kuno pada dinasti ke delapan belas. Periode ini cocok dengan masa kehidupan Nabi Musa (1527-1407 SM). Jika dilihat dari kurun waktu tersebut, maka akan ada nama Hatshepsut. Sekarang kita selidiki.

Firaun Hatshepsut

Hatshepsut adalah Firaun wanita yang paling terkenal dan juga paling berhasil dalam sejarah Mesir kuno. Hatshepsut adalah putri Thutmose I. Hatshepsut bukanlah Firaun yang kejam, ia justru sosok yang baik dan banyak berjasa bagi kemajuan Mesir dahulu. Hatshepsut kemudian digantikan oleh Thutmose III. Menurut Wikipedia, Hathepsut adalah ibu tiri sekaligus bibi dari Thutmose III.

Sementara itu suami dari Hatshepsut adalah Thutmose II. Sosok inilah yang dipercayai sebagian peneliti sebagai Firaun yang kejam lagi zalim yang menyebut dirinya sebagai Tuhan dan akhirnya mati tenggelam di Laut Merah.



Berbeda dengan Ramses II yang berjuluk The Great yang kekuasaannya sangat besar dan begitu berpengaruh, Thutmose II disebut-sebut bukanlah firaun yang hebat. Jusru istrinyalah yang membuat banyak perubahan besar di Mesir dan juga dikenal sebagai salah satu Firaun wanita terhebat.

Namun Thutmose II bukanlah firaun yang mengangkat Musa sebagai anak, melainkan ayahnya yaitu Thutmose I. Thutmose I memiliki istri yaitu Ratu Ahmose yang disebut-sebut merupakan wanita yang menyelamatkan Musa ketika terapung di Sungai Nil dan mengangkatnya sebagai anak. Jika memang demikian, maka Ratu Ahmose tak lain adalah Asiyah.

Wallahu'alam Bishawab


Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Firaun
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_raja_Mesir_kuno
https://pakjar.com/siapa-nama-firaun-pada-jaman-nabi-musa
https://id.wikipedia.org/wiki/Musa
http://all-about-history-of-the-world.blogspot.com/2012/06/merneptah-firaun-yang-tenggelam-di-laut.html
http://tulahan.blogspot.com/2011/08/mummia-thutmose-ii-firaun-yang.html#!/tcmbck

0 Response to "Menguak Misteri Sosok Firaun yang Tenggelam di Laut Merah"

Post a Comment