Neb-Sanu, Misteri Patung Mesir Kuno yang Bisa Bergerak




Ada sebuah patung Mesir Kuno yang dipajang di Manchester Museum, Inggris. Patung ini menyita perhatian dunia tatkala dilaporkan mampu berputar sendiri bahkan hingga 180 derajat, padahal tidak ada yang menyentuhnya ataupun ada alat bantu yang memungkinkan patung itu untuk bisa berputar. Patung itu sendiri diletakkan dalam sebuah rak kaca yang terkunci rapat!

Nama patung itu adalah Neb-Sanu. Memiliki tinggi 10 inci atau sekitar 25 cm, patung peninggalan Mesir Kuno 1500 SM ini diperkirakan telah berusia lebih dari 4000 tahun. Patung Neb-Sanu ditemukan di kompleks pemakaman mumi. Patung ini koni dipajang di dalam sebuah rak kaca yang terkunci rapat dalam sebuah ruangan di Museum Manchester bersama dengan beberapa patung kuno lainnya.

Patung Neb-Sanu

Pada awal April 2013 yang lalu, patung Mesir Kuno ini dilaporkan berubah dari posisi awalnya dan bergerak sendiri bahkan hingga 180 derajat tanpa ada alat bantu atau ada seorang yang menyentuhnya. Fenomena anomali yang sangat aneh ini segera saja mendapatkan perhatian publik yang penasaran.

Kurator museum bernama Campbell Price, mengaku amat terkejut dengan fenomena ini. Pasalnya patung tersebut telah berada di museum tersebut lebih dari 80 tahun, dan selama waktu tersebut tak ada peristiwa aneh patung bergerak sendiri. Price juga adalah satu-satunya orang yang memegang kunci rak kaca di mana patung tersebut diletakkan.

Campbell Price

Menurut pengakuan Price, saat pertama kali mendapati patung tersebut berubah posisi, ia lalu membuka rak kaca itu dan mengembalikan posisinya seperti semula. Namun anehnya keesokan harinya ia mendapati patung tersebut kembali berubah posisi. Patung tersebut telah berputar searah jarum jam 180 derajat.

Patung Neb-Sanu (paling kanan) berada di Museum Manchester, Inggris

Awalnya banyak orang yang mengaitkan fenomena misterius ini dengan hal-hal gaib. Misalnya saja ada beberapa orang yang mempercayai bahwa bergeraknya patung tersebut karena kutukan ruh. Hal ini karena orang Mesir Kuno percaya bahwa jika mumi hancur, maka patungnya akan berfungsi sebagai kendaraan untuk membawa ruh tersebut menuju ke alam baka.

Beberapa staf dan karyawan museum kemudian berinisiatif untuk memasang kamera video yang dapat fokus mengawasi patung tersebut selama 24 jam. Dalam video itu kemudian terungkap bahwa memang benar patung itu bergerak sendiri dan berubah posisi secara perlahan sepanjang hari. Namun tampaknya begitu malam hari tiba dan museum ditutup, patung itu sama sekali tak menunjukkan pergerakan.



Seorang ahli fisika dari University of Manchester, Profesor Brian Cox kemudian turun langsung meneliti fenomena aneh ini. Menurut pendapatnya, patung Neb-Sanu tersebut telah mengalami gesekan diferensial antara dua buah permukaan, yaitu batu serpentine (bahan batu Neb-Sanu) dengan kaca rak di mana patung tersebut disimpan. Gesekan ini kemudian menyebabkan sebuah getaran halus yang akhirnya membuat patung tersebut bergerak perlahan.

Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Paul Doherty, ilmuwan senior dari Exploratorium di San Fransisco. Ia mengatakan bahwa pergerakan berpuar patung Neb-Sanu sama sekali bukan disebabkan oleh kekuatan supernatural melainkan karena adanya getaran. Ia menganalogikan ketika seseorang menggunakan blender di atas sebuah meja, maka getaran dari blender tersebut akan membuat cangkir yang berada di atas meja yang sama juga akan bergerak dengan sendirinya.


Perubahan posisi patung Neb-Sanu sepanjang hari

Untuk mengungkap misteri patung yang dapat bergerak sendiri ini akhirnya dipasanglah alat sensor getaran di beberapa titik di dekat patung Neb-Sanu tersebut. Hasilnya adalah patung itu mengalami getaran dan mencapai puncaknya ketika aktivitas lalu lalang di museum tersebut tinggi yaitu pada siang hari. Hal ini juga senada dengan pendapat Carol Redmount, profesor arkeologi Mesir dari Universias California. Menurutnya patung tersebut berputar sepanjang siang hari saat orang-orang ramai mengunjungi museum.

Dasar permukaan patung Neb-Sanu ternayata berbentuk cembung dengan sebuah benjolan kecil berada persis di bagian bawahnya. Inilah yang membuat patung tersebut rentan terhadap getaran pada rak kaca yang memiliki permukaan licin dan datar.

Patung Neb-Sanu dalam rak kaca

Mengenai mengapa patung tersebut berputar searah jarum jam sebanyak 180 derajat dan kemudian berhenti berputar setelah itu? Rupanya hal ini akibat dari asimetris tertimbang pada patung itu. Maksudnya adalah pada satu sisi patung memiliki massa yang lebih berat di bandingkan sisi yang lainnya, sehingga setelah berbalik maka patung akan mencapai posisi yang lebih stabil dan berhenti berputar.

Meskipun tampaknya misteri telah terpecahkan, namun sang kurator museum, Campbell Price tampaknya tak sepenuhnya setuju dengan teori-teori tersebut. Menurutnya jika memang patung itu berputar karena adanya getaran dari pergerakan orang-orang yang mengunjungi museum sepanjang siang hari, lalu mengapa selama ini patung tersebut sama sekali tak bergerak?

Referensi :

50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran (Adrie Mesapati, Arnie Sanib, Mutia Sari)
https://www.strangerdimensions.com/2013/06/24/cursed-egyptian-statue-spins-on-its-own-in-manchester-museum/
http://www.unmyst3.com/2013/08/ancient-egyptian-statue-mysteriously.html


0 Response to "Neb-Sanu, Misteri Patung Mesir Kuno yang Bisa Bergerak "

Post a Comment