Menguak Fenomena Pelangi Api




Pada 6 Mei 2018 yang lalu di Hazard, Kentucky, muncul sebuah fenomena alam yang sangat langka yaitu pelangi api. Tidak seperti pelangi yang pada umumnya yang muncul setelah hujan, pelangi ini sama sekali tak memerlukan terjadinya hujan sebelum kemunculannya. Fenomena alam menakjubkan ini memperlihatkan penampakan pelangi yang terlihat seperti terbakar di atas langit..

Pelangi adalah salah satu fenomena alam yang biasanya akan muncul begitu hujan telah reda. Fenomena alam yang sangat indah ini biasanya berbentuk garis lengkungan dengan warna-warni cantik yang menghiasi cakrawala. Warna-warni yang dihasilkan oleh pelangi sebenarnya merupakan hasil dari pembiasan cahaya matahari oleh butiran air hujan.

Proses terjadinya pelangi pada umumnya adalah seperti ini. Ketika cahaya matahari melewati butir-butir air, cahaya akan membias seperti saat menembus kaca prisma. Cahaya yang membias tadi akan keluar menjadi spektrum warna-warna pelangi yang biasa kita lihat seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Beberapa peristiwa penampakan fenomena pelangi api yang terjadi dalam kurun waktu terakhir, antara lain:

  • 31 Juli 2012 pelangi api muncul di langit selatan Florida, Amerika Serikat.
  • 19 Februari 2014 pelangi api terjadi di wilayah timur Murambi, dekat Lembah Odzi dan Mtanda Rage, Zimbabwe.
  • 21 Juni 2014 pelangi api muncul kembali di langit Puget Sound, Washington, Amerika Serikat
  • 8 Mei 2018 pelangi api terlihat di langit Hazard, Kentucky, Amerika Serikat

Selain wilayah-wilayah tersebut, sebenarnya masih ada beberapa laporan penampakan pelangi api lainnya di berbagai belahan dunia seperti misalnya di Canada (2003), Portugal (2006), New Jersey (Juli 2007), Ohio (Mei 2009), dan Arizona (2009).

Fenomena penampakan pelangi api di Pinnacles National Park, California (2018)

Pelangi api sebenarnya bukanlah pelangi yang terbakar oleh api, melainkan hanya sebuah istilah penampakan pelangi yang tampak terbakar di atas langit. Saat pelangi api muncul di langit, posisi matahari selalu berada di atas langit, pada sudut elevasi 58 derajat atau lebih yang disertai oleh awan cirrus.

Menurut NASA, pelangi api merupakan salah satu fenomena alam yang langka. Pelangi ini sebenarnya adalah awan berwarna-warni yang terbentuk dari tetes-tetes air yang memiliki ukuran yang sama. Awan ini kemudian memantulkan, membiaskan, dan membelokkan cahaya dengan cara yang sama. Selanjutnya keluarlah cahaya-cahaya dengan warna serta panjang gelombang yang berbeda-beda yang kemudian menciptakan fenomena pelangi api di cakrawala.

Fenomena pelangi api di Isle of Palms, South Carolina 2018

Meskipun sejatinya pelangi api memiliki komposisi warna yang sama dengan pelangi pada umumnya, namun cahaya yang tersebar sangat berbeda. Pelangi yang biasa terlihat terbentuk karena proses pembiasan dan refleksi. Ketika cahaya dibiaskan lalu cahaya dibelokkan saat melalui lapisan yang memiliki kepadatan yang berbeda. Kemudian cahaya yang direfleksikan tersebut memantul pada permukaan sudut yang sama dengan sudut datangnya cahaya.

Sementara itu pada proses pembentukan pelangi api, difraksi gelombang cahaya tersebar membentuk pola seperti sebuah cincin. Lingkaran penuh yang terdapat pada pelangi api adalah kumpulan dari berbagai cahaya, tampak sejajar dengan garis cakrawala pada hamparan awan cirrus, dengan pusat lingkarannya selalu berada di bawah matahari.

Pada fenomena pelangi api, spektrum warnanya relatif akan berubah-ubah, tergantung pada posisi awan dan matahari. Perubahan warna-warna ini biasanya akan terjadi pada awan yang baru terbentuk. Meskipun pola penyebaran warna-warna pada pelangi api berbeda, namun warna-warni pelangi selalu menghasilkan pola warna yang bergerak berulang-ulang. Misalnya saja dimulai dari warna biru lalu ke hijau, merah ke ungu, kemudian kembali lagi ke biru, dan seterusnya.




Pelangi api banyak muncul pada musim panas tetapi tetap bergantung pada garis lintang serta cuaca di suatu wilayah, karena pelangi api ini sendiri tidak akan bisa terlihat pada posisi garis lintang 55 derajat lintang utara atau lintang selatan.

Selain itu pula keberadaan awan cirrus menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam proses kemunculan pelangi api ini. Setelah matahari berada pada posisi yang lebih tinggi dari 58 derajat, cahaya selanjutnya akan dibiaskan oleh awan cirrus dan selanjutnya akan membentuk pelangi api yang sangat indah di langit.

Referensi : 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran (Adrie Mesapati, Arnie Sanib, Mutia Sari)


0 Response to "Menguak Fenomena Pelangi Api"

Posting Komentar