Benarkah Bimini Road adalah Sisa Peradaban Atlantis?




Pada tahun 1968 seorang penyelam menemukan struktur batuan yang menyerupai jalan di bawah air di sekitar Kepulauan Bahama. Awalnya susunan batuan ini dianggap sebagai salah satu hasil dari peristiwa geologi. Namun belakangan diketahui bahwa batuan ini adalah hasil buatan manusia dan yang paling mengejutkan adalah dugaan bahwa susunan jalan di bawah air itu adalah sisa peradaban Atlantis!

Bimini Road atau Bimini Wall atau Jalan Bimini adalah struktur formasi batu-batuan yang terletak di dekat Bimini kepulauan Bahama. Batu-batu ini berbentuk persegi dengan struktur yang dapat terlihat sangat jelas dari atas permukaan air karena h. Jalanan Bimini ini terbentang sejauh 0,8 km.

Bimini Road dapat terlihat dari atas

Pada tanggal 2 September 1968, beberapa penyelam bernama Joseph Mason Valentine, Jacques Mayol, dan Robert Angove melakukan penyelaman sedalam 5,5 meter di sekitar utara Pulau Bimini. Saat menyelam itulah mereka kemudian menyadari ada susunan batuan yang tak biasa di kedalaman air. Terdapat batu-batu persegi dengan berbagai ukuran dan ketebalan membentang dari timur laut ke barat daya membentuk sebuah formasi menyerupai jalan di bawah air yang kemudian disebut Bimini Road atau Bimini Wall.

Sejak ditemukan tahun 1968 itulah mulai banyak yang mengunjungi tempat ini mulai dari ahli geologi, arkeolog, antropolog, penyelam, hingga turis-turis dari mancanegara.

Bimini Road terdiri dari batu-batuan yang berukuran 3-4 meter dalam dimensi horizontal dan memiliki usia yang sudah cukup tua. Pada tahun 1978 laboratorium radio karbon yang terletak di Departement of Geology di University of Miami mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pengujian. Hasilnya usia batuan itu telah mencapai lebih dari 2000 tahun.

Awalnya struktur batuan ini diduga merupakan hasil dari fenomena alam, namun kemudian ditemukan hal yang berbeda. Batu-batuan itu tampak dipotong pada angle tertentu dan tampak seperti hasil pekerjaan manusia.

Formasi batuan di Bimini Road

Seorang ahli dari Amerika Serikat, Edgar Cayce percaya bahwasanya masih terdapat peninggalan-peninggalan penting lainnya yang masih bisa ditemukan di Bimini Road. Ia juga mengemukakan teorinya bahwa sesungguhnya Bimini Road adalah jalan menuju Atlantis, peradaban yang telah hilang.


Dugaan bahwa Bimini Road terkait dengan Atlantis bukanlah sebuah dugaan tak mendasar. Hal ini diperkuat dengan dugaan bahwa dahulunya peradaban kuno itu memang terletak di sekitar Bimini, kepulauan Bahama. Itulah mengapa banyak dugaan yang mengarah bahwa formasi jalan ini sejatinya adalah sisa peradaban Atlantis. Namun mengenai kebenarannya belum dapat dibuktikan hingga hari ini.


0 Response to "Benarkah Bimini Road adalah Sisa Peradaban Atlantis?"

Posting Komentar