Asal Usul Legenda Bloody Mary




Ada salah satu legenda urban paling terkenal dari negara barat, khususnya di Amerika yaitu Bloody Mary. Begitu populernya legenda ini hingga sudah banyak kisahnya yang diangkat menjadi film serta dibuat dalam bentuk novel. Lalu dari mana sebenarnya asal usul dari kisah menyeramkan ini? Apakah benar memang telah jatuh korban jiwa? Atau kisah Bloody Mary hanya mitos belaka?

Kisah legenda urban Bloody Mary menyebutkan bahwa Bloody Mary adalah sosok setan yang dipercaya terperangkap di dalam cermin. Ia akan muncul bila ada seseorang yang memanggilnya dengan cara berdiri di depan cermin (biasanya di dalam kamar mandi) dengan lampu padam lalu kemudian memanggil namanya sebanyak tiga kali. 

Bloody Mary (ilustrasi)

Legenda ini menyebutkan bahwa sosok misterius itu akan muncul dan mengambil mata dari orang yang memanggilnya tadi. Biasanya anak-anak khusunya di Amerika sering menjadikannya permainan semacam uji nyali. Kita di sini tentu saja tak akan membahas kisah horornya, namun lebih kepada asal usul dari salah satu urban legend paling populer di dunia yang konon berkaitan dengan tokoh dunia yang terkenal akan kekejamannya.


Asal Usul Legenda Bloody Mary

Seperti kebanyakan kisah legenda atau legenda urban tidak memiliki asal usul yang jelas dari mana sebenarnya kisahnya muncul. Begitu pula dengan legenda Bloody Mary ini. Ada banyak referensi dan kisah-kisah masa lalu yang dianggap merupakan asal usul dari cerita seram ini.

Salah satunya menyatakan bahwa Bloody Mary tak lain adalah sebutan untuk wanita bernama Mary Bloodsworth yang hidup di era tahun 1700an di Massachusetts. Ia tinggal di sebuah pondok kecil di dalam hutan dengan pekerjaan menjual ramuan herbal. Namun penduduk desa menyebutnya sebagai Mary Worthington si penyihir. 

Pada suatu ketika gadis-gadis muda di desa raib satu persatu. Gadis-gadis ini menghilang secara misterius dan tak diketahui keberadaannya sampai berhari-hari. Mary kemudian dituduh sebagai dalang di balik menghilangnya gadis-gadis itu. Tanpa bukti yang jelas ia pun dieksekusi dengan cara dihukum gantung pada tahun 1741.

Eksekusi gantung terduga penyihir pada masa lalu (ilustrasi)

Nah, Mary kemudian dikuburkan bersama dengan orang-orang yang dituduh melakukan praktik sihir. Seperti kita ketahui di Amerika memang pernah ada masa di mana banyak orang-orang yang dituduh memiliki ilmu sihir diseret ke pengadilan untuk dihukum mati pada sekitar abad ke 15 hingga abad ke 18. Meskipun bukti yang ada tidak begitu kuat.

Makam Mary adalah sebuah makam dengan batu nisan besar berwarna merah namun tanpa nama. Saat ini konon makam tersebut berada di halaman belakangg sebuah sekolah menengah di Massachusetts. Anak-anak murid sekolah inilah yang dikabarkan sering memainkan permainan Bloody Mary ini pada awalnya.

Kisah Bloody Mary versi yang lebih modern menyatakan bahwa sosok Bloody Mary adalah seorang wanita korban kecelakaan mobil. Wanita itu meninggal di tempat kejadian dengan kondisi wajah hancur.

Sementara itu versi lain meyakini Bloody Mary adalah kisah yang dikaitkan dengan Elizabeth Bathory Sang Countess Dracula. Ia adalah sososk bangsawan asal Hungaria yang dikenal akan kekejamannya melakukan pembunuhan pada ratusan gadis-gadis muda di kastilnya pada tahun 1600an. Apa yang dilakukan Elizabeth Bathory pada mayat korban-korbannya sungguh ekstrim. Ia biasa mandi dengan darah mereka bahkan meminumnya dengan tujuan agar awet muda.

Elizabeth Bathory

Versi lainnya yang cukup terkenal adalah bahwa asal usul legenda Bloody Mary merujuk pada Ratu Inggris Mary I. Semasa hidupnya Ratu Mary I terkenal akan kekejamannya. Namun putri tunggal Raja Henry VIII dan Catherine dari Aragon ini tak dapat memiliki keturunan karena menderita penyakit phantom pregnancies.

Ratu Mary I

Di akhir masa hidupnya Ratu Mary I mengalami kebutaan dan menderita sakit perut hebat yang tak diketahui penyebabnya yang kemudian menghantarkannya pada kematian.


Penjelasan Ilmiah

Legenda Bloody Mary memang kental dengan kisah horornya. Namun di blog ini tentu kita tidak akan membahas tentang hal-hal gaib, hantu, dan sebagainya.

Sebaliknya kita akan membahas mengenai penjelasan ilmiah di balik fenomena kisah yang melegenda ini. Seperi diketahui bahwa selama ini tidak pernah ada laporan yang benar-benar terkonfirmasi mengenai kemunculan Bloody Mary yang mengambil bola mata para korbannya. Jadi bisa kita simpulkan bahwa kisah ini memang hanya mitos belaka.

Rupanya menatap cermin dalam kegelapan misalnya di kamar mandi dengan lampu mati dalam durasi yang cukup lama dapat menimbulkan halusinasi. Nah, halusinasi inilah yang kemudian membuat orang yang menatap ke dalam cermin tadi jadi bisa melihat wajah yang terdistorsi, menghilang, berputar, atau bahkan memperlihatkan elemen halusinasi lainnya sesuai dengan pikiran orang tersebut. Dalam kasus ini, orang yang telah mendengar kisah Bloody Mary akan membayangkan sosok wanita misterius dari dalam kaca.

Giovanni Caputo mengatakan bahwa fenomena semacam ini dikenal pula dengan "strange face illusion". Fenomena ini disebabkan oleh efek identitas disosiatif yang membuat sel pengenal wajah di otak seseorang menjadi salah saat melakukan identifikasi pada sebuah objek.



Penjelasan lainnya yang dapat memecahkan fenomena ini adalah "efek persepsi Troxler" atau hipsnosis diri sendiri.


0 Response to "Asal Usul Legenda Bloody Mary"

Post a Comment