7 Ratu dan Putri Kerajaan yang Dieksekusi Mati




Mendapatkan gelar sebagai Ratu atau Putri sebuah kerajaan mungkin adalah impian sebagian besar wanita. Orang awam pasti menganggap mereka yang menjadi Putri atau Ratu memiliki kehidupan yang sangat sempurna, tinggal di istana megah, memiliki pakaian dan perhiasan mahal, lengkap dengan berbagai kemewahan dan fasilitas lainnya yang dimiliki. Menjadi Ratu atau Putri kerajaan benar-benar seperti kehidupan dongeng yang penuh dengan keindahan selamanya.

Namun rupanya ada pula kisah-kisah yang tak seindah cerita yang sering kita dengar. Beberapa kisah tragis rupanya pernah pula menimpa Ratu serta Putri dari berbagai kerajaan di berbagai belahan dunia. Putri dan Ratu kerajaan ini menjalani akhir hidup yang menyedihkan. Mereka menjalani eksekusi mati sebagai hukuman. 

Mulai dari Putri dan Ratu kerajaan Eropa, Asia, hingga Timur Tengah, berikut ini adalah 7 Ratu dan Putri Kerajaan yang Dieksekusi Mati.


1. Marie Antoinette



Marie Antoinette yang bernama asli Maria Antonia Josepha Joanna adalah Ratu Prancis istri dari Raja Louis XVI. Ia merupakan putri dari Kaisar Kekaisaran Suci Roma Franci I dan Ratu Austria Maria Theresa. Marie adalah ratu Prancis terakhir sebelum akhirnya Revolusi Prancis meletus. Marie Antoinette terkenal sebagai sosok sosialita yang kerap hidup glamor, gemar berpesta dan berjudi, serta kolektor pakaian-pakaian mahal.

Krisis keuangan yang menimpa Prancis saat itu salah satunya disebabkan oleh pengeluaran Marie yang sangat besar. Meskipun rakyat saat hidup hidup dengan kondisi yang sangat miskin, namun Ratu Marie tetap dengan gaya hidup mewahnya. Hal inilah yang kemudian membuat rakyat marah dan mengobarkan semangat Revolusi.

Selain itu pula, rumor yang mengatakan bahwa dirinya memiliki hubungan gelap dengan seorang diplomat Swedia bernama Count Axel von Fersen menambah panjang alasan dirinya dibenci publik. Belum lagi skandal hilangnya 647 butir berlian juga turut menghancurkan reputasinya.

Setelah revolusi, Marie Antoinette menjalani hukuman tahanan rumah di Istana Tuilenes pada Oktober 1789. Ia lalu dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Revolusioner dan akhirnya menjalani eksekusi penggal pada tanggal 16 Oktober 1793 di Place de la Revolution. Beberapa bulan sebelumnya Raja Louis XVI menjalani hukuman yang sama pada 21 Januari 1793.


2. Lady Jane Grey



Lady Jane Grey atau Lady Jane Dudley memiliki julukan Ratu Sembilan Hari. Sesuai namanya Lady Jane menyandang gelar sebagai ratu hanya selama 9 hari dan menjadi ratu dengan masa pemerintahan tersingkat dalam sejarah Inggris yaitu 10 Juli 1553 - 19 Juli 1553.

Lady Jane Grey adalah putri Henry Grey, 1st Duke of Suffolk dan Lady Frances Brandon. Pada tanggal 6 Juli 1553 tak lama setelah kematian Raja Edward VI, Jane diproklamirkan menjadi Ratu Inggris. Namun pengangkatan ini rupanya tak sepenuhnya mendapat dukungan dari bangsawan dan rakyat Inggris kala itu. Pengangkatannya tidak disetujui lantaran ia bukanlah garis keturunan langsung keluarga kerajaan Inggris.

Setelah hanya berkuasa selama 9 hari, dewan kerajaan kemudian memproklamirkan Mary I yang tak lain adalah putri Henry VIII dari istri pertamanya Catherine dari Aragon sebagai Ratu Inggris yang baru.

Tak lama setelah itu ayah Lady Jane Grey rupanya terlibat dalam pemberontakan Wyatt yaitu pemberontakan menentang pernikahan Ratu Mary I dengan Raja Philip yang berasal dari Spanyol pada awal tahun 1554. Namun pemberontakan itu berhasil digagalkan. Akibatnya pada 12 Februari 1554 Lady Jean Grey dieksekusi mati atas tuduhan penghianatan. Dirinya dieksekusi di balok pancungan pada usia yang masih sangat muda, 16 tahun.


3. Putri Mishad bint Fahd



Putri Mishaal bint Fahd adalah seorang anggota kerajaan House of Saud, yang juga merupakan cucu dari Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz. Putri Mishaan dieksekusi atas tuduhan perzinahan pada 15 Juli 1977 pada usia yang masih muda yaitu 19 tahun.

Putri Mishaal dieksekusi mati lantaran dirinya diketahui memiliki hubungan dengan seorang pemuda bernama Khaled al-Shaer Mulhallal yang tak lain merupakan keponakan Ali Hassan al-Shael yaitu duta besar Saudi di Lebanon.

Putri Mishaal bertemu dengan Khaled saat dirinya melanjutkan studi di Lebanon. Rupanya keduanya saling jatuh cinta dan memiliki hubunga istimewa. Mengetahui hal ini kerajaan Saudi memerintahkan untuk membawa Putri Mishaal kembali ke Saudi. Namun rupanya sang putri dengan sang kekasih berupaya melarikan diri keluar dari Saudi Arabia.

Putri Mishaal bahkan menyamar sebagai pria namun akhirnya tertangkap saat berada di bandara Jedah. Pada tanggal 15 Juli 1977 keduanya dieksekusi mati di muka umum di taman Queen's Building Jedah. Sang putri ditembak menyusul kemudian sang kekasih dengan cara yang sama.


4. Anne Boleyn



Kisah hidup Anne Boleyn boleh jadi sangat dramatis. Ia adalah istri Raja Henry VIII dan menjadi Ratu Inggris pertama yang dihukum mati dengan cara dipenggal kepalanya di depan umum atas tuduhan perselingkuhan.

Anne Boleyn adalah putri Sir Thomas Boleyn dan Putri Elizabeth Duke of Norfolk yang diminta langsung oleh Raja Henry VIII untuk menjadi istrinya. Saat itu Raja Henry VIII telah menikah dengan Catherine dari Aragon, namun pernikahan itu membuatnya frustasi lantaran istrinya tak dapat memberikannya anak laki-laki. Henry yang jatuh cinta pada kecantikan Anne segera meminta Anne untuk menjadi istrinya, meskipun awalnya Anne sempat berkali-kali menolak permintaan tersebut.

Pernikahan itu dilaksanakan tertutup dan rahasia. Pada Juni 1533 Anne dinobatkan menjadi Ratu Inggris dalam sebuah upacara di gereja Westminster Abbey. Dalam pernikahannya tersebut Anne sempat dua kali keguguran. Dan kegugurannya yang terakhir saat ia mengandung anak laki-laki. Pada kehamilan berikutnya ia melahirkan seorang anak perempuan yang kelak menjadi penguasa Inggris yaitu Ratu Elizabeth I. Henry yang putus asa kemudian berselingkuh dengan Jane Seymour, yang merupakan salah satu dayang Anne Boleyn.

Pada tanggal 2 Mei 1536, Anne ditangkap atas tuduhan perzinahan dan sihir. Ia diseret ke persidangan yang dipimpin oleh Duke of Norfolk. Anne kemudian dinyatakan bersalah dan kemudian mendekam di penjara yang terletak di Menara London sebelum akhirnya dieksekusi.


5. Jang Hui Bin/ Jang Ok Jung



Jang Hui Bin atau Jang Ok Jung adalah Ratu Joseon yang berkuasa pada tahun 1694-1701 dan merupakan istri Raja Sukjong dari Joseon.

Dikisahkan Jang Ok Jung dahulunya adalah dayang Ratu Jangnyeol. Pada tahun 1686 Raja Sukjong yang sedang berkunjung melihatnya dan langsung jatuh cinta. Raja kemudian menjadikannya selir dengan gelar Sukwon dan naik status menjadi hui-bin pada tahun 1688 setelah melahirkan seorang putra mahkota yang kelak menjadi calon raja Gyeongjong.

Istri Raja Sukjong sebelumnya yaitu Ratu Inhyeon digulingkan dan dibuang ke pengasingan pada Mei 1688. Dari Ratu Inhyeon ini raja tidak memperoleh keturunan. Jang Hui-Bin melenggang menjadi permaisuri Raja Sukjong atas dukungan penuh dari fraksi Soron dan putranya segera menjadi Putra Mahkota.

Enam tahun kemudian 1694, status Ratu Inhyeon dipulihkan dan ini artinya Jang kembali mejadi hui-bin. Pada tahun 1701 Ratu Inhyeon meninggal tiba-tiba karena suatu penyakit misterius. Konon Hui-Bin dipergoki oleh Raja Sukjong di dalam kamarnya sedang bersama dengan saudaranya yaitu Jang Hui-Jae dan seorang Shaman, yaitu dukun wanita. Ditemukan bersama itu pula boneka dan jarum-jarum yang diduga digunakan berdoa untuk kematian Ratu Inhyeon.

Atas penemuan ini Jang Ok Jung, saudaranya, beserta dengan oknum-oknum yang terlibat pada upacara bersama dukun tersebut ditahan dan dijatuhi hukuman mati. Jang Ok Jung dihukum mati dengan cara meminum racun pada 10 Oktober 1701. Saat itu usianya 42 tahun.


6. Catherine Howard



Catherine Howard  (1521-1542) adalah permaisuri Raja Inggris dan juga istri kelima dari Raja Henry VIII. Sebelum menjabat sebagai permaisuri dirinya adalahdayang permaisuri Anne dari Cleves yang tak lain adalah istri ke 4 Raja Henry VIII.

Catherine menikah dengan Henry VIII pada 28 Juli 1540 pada saat usianya masih 16-17 tahun, sedangkan Henry saat itu usianya sudah mencapai 50 tahun. Hubungan pernikahan keduanya berjalan lancar hingga pada suatu hari tersiar kabar bahwa Catherine berselingkuh. Laporan perselingkuhan ini disampaikan oleh Uskup Agung Cranmer pada 1541.

Awalnya Raja Henry VIII tak mempercayai kebenaran berita tersebut. Namun setelah mendapatkan kebenarannya ia akhirnya menghukum mati istrinya tersebut. Catherine dihukum penggal pada 13 Februari 1542 di Menara London saat usianya baru 18-19 tahun. Jasadnya dimakamkan tanpa nisan bersama dengan jasad Anne Boleyn di dekat Kapel St.Peter ad Vincula.


7. Mary Queen of Scouts



Mary Queen of Scouts atau Mary Stuart adalah Ratu dan juga Permaisuri Skotlandia. Saat masih berumur 6 hari yaitu tanggal 14 Desember 1542, Mary resmi diangkat menjadi Ratu Skotlandia dan bergelar Mary I menggantikan ayahnya yaitu James V yang meninggal dunia.

Mary dianggap terlibat rencana pembunuhan Ratu Elizabeth I sehingga dirinya dipenjara selama 19 tahun hingga akhirnya dijatuhi hukuman mati pada 8 Februari 1587. Mary berusia 44 tahun saat dipenggal di Kastil Fotheringhay. Sebelum dieksekusi dirinya meminta agar jenazahnya kelak dimakamkan di Prancis. Namun permintaan itu ditolak Ratu Elizabeth I.

Jenazah Mary kemudian dibalsem lalu dimasukkan ke dalam peti mati dan akhirnya dimakamkan pada Juli 1587 di Katedral Peterborough. Putra Mary I yaitu Raja James VI menduduki tahta Inggris dan pada tahun 1612 ia memerintahkan untuk memindahkan makam ibunya ke Westminster Abbey berseberangan dengan makam Ratu Elizabeth I.


0 Response to "7 Ratu dan Putri Kerajaan yang Dieksekusi Mati"

Post a Comment