7 Kisah Wanita yang Melakukan Pembunuhan dengan Racun Mematikan




Selama beberapa abad terakhir, penggunaan zat beracun telah menjadi salah satu cara yang digunakan untuk melakukan pembunuhan. Dalam beberapa kasus misalnya, racun arsenik telah cukup dikenal sebagai alat pembunuhan untuk menewaskan seseorang. Bahkan dalam beberapa novel dan kisah detektif, kasus pembunuhan dengan racun arsenik kerap digunakan dalam cerita.

Racun arsenik seringkali menjadi pilihan karena sifatnya yang tak berasa dan tak beraroma. Pemakaian dalam jumlah besar dapat membunuh dalam waktu singkat, sementara jika diberikan dalam dosis kecil maka akan menyebabkan korban mengalami sakit perlahan-lahan dalam kurun waktu tertentu hingga akhirnya meninggal dunia karena alasan kematian yang wajar.

Penggunaan racun-racun semacam ini dahulunya sangat sulit untuk dideteksi bahkan setelah kematian terjadi. Hingga pada akhirnya James Marsh mengembangkan penelitian tentang subjek ini di tahun 1832. Jadi bisa dibayangkan bahwa sebelum penelitian terhadap racun tersebut dikembangkan, ada banyak sekali kasus pembunuhan menggunakan racun yang tak dapat dibongkar.

Berikut ini adalah kisah 7 orang wanita yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan racun, beberapa di antaranya bahkan melakukan pada orang terdekat dan memakan korban yang tak sedikit.


1. Locusta


Banyak kasus kematian yang menimpa orang Romawi pada masa lampau dan Locusta adalah salah satu orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas kematian-kematian tersebut. Locusta amat dikenal dalam lingkup kerajaan, bahkan disebut-sebut dirinya dekat dengan kaisar Romawi dan sempat beberapa kali diminta untuk membunuh musuh-musuh politiknya secara rahasia.

Pernah suatu ketika Locusta dirumorkan terlibat dalam kasus kematian Kaisar Claudius yang meninggal karena diracun oleh istrinya, Aggripina. Namun anehnya Locusta selalu mampu keluar dari kasus-kasus kematian misterius. Saat ia dituduh meracuni seorang bangsawan, Kaisar Nero pernah membelanya dan membebaskannya dari segala tuduhan. Tak cukup sampai di situ, Locusta juga menerima hadiah sebuah rumah yang sangat besar dari kaisar. Kaisar juga disebut-sebut beberapa kali mengirimkan orang-orangnya untuk belajar suatu keahlian pada Locusta.

Ironisnya, hidup Locusta harus berakhir dengan tragis. Saat segala kejahatannya akhirnya terbongkar, ia memilih meminum racun yang ia buat sendiri yang membuatnya tewas seketika.


2. Signora Giulia Tofana




Giulia Tofana
adalah seorang pembuat racun terkenal asal Italia pada abad ke 17. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia berhasil menemukan ramuan racun misterius yang kemudian diberi nama sesuai namanya yaitu Aqua Tofana. Ramuan ini disebut-sebut merupakan ramuan rahasia turun temurun di keluarganya.

Konon ramuan Aqua Tofana dahulunya dikembangkan oleh Teofania yang tak lain adalah ibu Tofana yang meninggal dunia karena dieksekusi mati pada tahun 1633. Jadi Tofana dan Teofania adalah ibu dan anak yang berhasil meramu dan menjual ramuan yang salah satu bahannya adalah arsenik.

Ironisnya, ramuan ini dibeli oleh para pelanggannya bukan untuk meracuni orang lain, tetapi untuk bunuh diri. Ya, kebanyakan pelanggan Tofana adalah para ibu rumah tangga yang memiliki status sosial rendah dan memiliki kehidupan pernikahan yang buruk. Orang-orang inilah yang kemudian memutuskan untuk lari dari kenyataan dan menenggak racun tersebut.

Setidaknya ada lebih dari 600 orang yang meninggal dunia akibat dari bisnis yang dijalankan Tofana selama kurun waktu 18 tahun. Ia berhasil ditangkap setelah salah seorang pelanggannya berhasil ditangkap dan mengaku. Tofana kemudian dieksekusi mati bersama dengan seorang anak perempuannya dan beberapa pekerja pada tahun 1659.


3. Amy Archer-Gilligan




Amy Archer-Gilligan
menjalankan sebuah rumah panti jompo di Connecticut pada tahun 1907-1917. Dalam menjalankan panti itu ia berpartner dengan suami pertamanya James Archer yang kemudian meninggal pada tahun 1910. Amy kemudian mendapatkan klaim asuransi jiwa atas kematian suaminya tersebut.

Amy kemudian menikah lagi dengan seorang pria bernama Michael Gilligan. tahun 1913. Tiga bulan kemudian suaminya meninggal dunia. Sementara itu ada banyak orang yang juga meninggal di panti tersebut, khususnya orang-orang yang sudah membayar di awal semua biaya hidup selama berada di panti jompo itu.

Sebuah keluhan akhirnya datang dari sanak keluarga seorang wanita tua yang ada di panti itu. Keluhan yang masuk dalam berita koran itu kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Hasil investigasi sungguh mengejutkan. Diketahui bahwa pada jasad beberapa penghuni panti dan juga suami kedua Amy yang meninggal dunia ditemukan racun arsenik.

Amy kemudian dinyatakan bersalah pada tahun 1917 dan dijatuhi hukuman mati. Namun kemudian didapati bahwa dirinya menderita gangguan jiwa. Amy kemudian dikirim ke rumah sakit jiwa dan meninggal dunia di sana pada tahun 1962. Kisah hidupnya ini bahkan pernah difilmkan dengan judul "Arsenic and Old Lace".


4. Bertha Gifford



Bertha Gifford lahir pada 1870 di sebuah kota bernama Morse Mill, Missouri. Ia menikahi seorang pria bernama Graham, namun ia diketahui berselingkuh dengan Gene Gifford. Setelah itu suaminya dikabarkan meninggal dunia karena penyakit misterius.

Bertha dan Gifford kemudian menikah lalu pindah ke Catawissa, Missouri. Di sana Bertha dikenal sebagai orang yang suka membantu sesama, ia sering kali menolong orang-orang yang sakit di sekitar rumahnya, membawa mereka ke rumah, merawatnya, dan memberikan makanan. Sampai di sini Bertha tampak memiliki reputasi yang sangat baik di lingkungannya.

Sampai kemudian beberapa anak-anak dan orang tua yang dirawatnya meninggal dunia. Dua orang pria bernama Sherman Pounds dan Jim Ogle juga mengalami nasib yang serupa. Ironisnya, cucu Pounds yang masih berusia 3 tahun juga meninggal dunia bersama dengan seorang anak perempuan berusia 7 tahun bernama Irene Stuhfelder saat keduanya berada di rumah Bertha. Pada tahun 1925 seorang wanita bernama Ethel Schamel, dua putranya, dan beberapa saudaranya juga mengalami nasib naas yang sama.

Banyaknya kasus orang yang meninggal dunia dengan cara yang tak lazim ini akhirnya diusut polisi. Akhirnya diketahui bahwa pada tubuh para korban didapati racun arsenik dalam jumlah sangat besar. Diketahui oleh beberapa orang bahwa Bertha memang beberapa kali membeli racun arsenik, tapi ia mengatakan tujuannya untuk racun tikus.

Tahun 1928, ia akhirnya ditahan atas kasus-kasus pembunuhan tersebut, namun ia kemudian dinyatakan menderita gangguan jiwa.


5. Mary Ann Geering




Mary Ann Geering lahir pada tahun 1800 dan tinggal di Guestling, East Sussex, Inggris. Pada tahun 1846 suaminya Richard Geering mewariskan jumlah uang yang sangat besar. Dua tahun kemudian Richard meninggal dunia setelah sebelumnya menderita sakit keras selama 5 hari.

Empat bulan setelah kematian Richard, anak laki-lakinya yang bernama George meninggal dunia dengan cara yang sama seperti suaminya dan menyusul kemudian anaknya juga yang bernama James hanya berselang beberapa minggu setelah kematian George. Anak ketiganya, Benjamin juga sempat mengalami kondisi yang serupa namun akhirnya nyawanya berhasil diselamatkan setelah seorang dokter memutuskan untuk memindahkan perawatannya ke rumah sakit.

Setelah dilakukan penyelidikan barulah diketahui bahwa suami dan kedua putra Mary Ann Geering meninggal dunia karena racun arsenik. Mary Ann kemudian ditahan dan menjalani eksekusi gantung pada tahun 1849.


6. Mary Ann Cotton




Mary Ann Cotton pernah menikahi tiga orang pria dan ia memiliki setidaknya 10 orang anak yang kemudian meninggal secara misterius pada kurun waktu 1852-1872. Mary Ann Cotton diketahui menutupi kejahatannya dengan cara selalu berpindah-pindah tempat tinggal di Inggris. Ia akhirnya dicurigai setelah dirinya mampu memprediksi kematian anak tirinya bernama Charles Edward yang saat itu dalam keadaan sehat.

Beberapa hari kemudian Charles meninggal dunia persis seperti prediksi Mary. Yang aneh adalah bukannya bersedih atas kematian putranya, ia justru segera mengurusi klaim asuransi jiwa putranya. Saat jasad putranya tersebut, ditemukan racun arsenik dalam jumlah besar dan demikian pula dengan jasad anggota keluarga lainnya. Mary Ann Cotton divonis bersalah dan dijatuhi hukuman gantung.


7. Adelaide Bartlett



Kisah Adelaide Bartnett sedikit berbeda dengan kisah para wanita sebelumnya. Suami Adelaide, Thomas Edwin Bartlett, diketahui meninggal dengan cara tak lazim pada tahun 1886. Pihak berwajib kemudian melakukan investigasi dan otopsi pada jasad mayat. Hasilnya ditemukan cairan cloroform dalam jumlah besar di dalam perut suaminya itu.

Namun anehnya tidak ditemukan sama sekali jejak kimia racun tersebut pada mulut maupun tenggorokan korban. Padahal bila memang cairan itu dimasukkan ke dalam mulutnya dipercaya bahwa korban tak akan mampu menelannya tanpa muntah karena begitu kuatnya cairan tersebut.

Dikarenakan pengadilan tak dapat mengetahui bagaimana racun itu bisa berada dalam tubuh suaminya, Adelaide yang saat itu menjadi orang yang paing dicurigai akhirnya diputuskan tak bersalah dan akhirnya dibebaskan. Kasus ini dikenal juga dengan Kasus Misterius Pimlico dan sempat menjadi kontroversi pada masa itu.

Referensi :

http://theincredibledaddy.com/25-notorious-poisoner/

0 Response to "7 Kisah Wanita yang Melakukan Pembunuhan dengan Racun Mematikan"

Post a Comment