Kematian Matahari




Dalam banyak catatan sejarah dan peradaban kuno bangsa-bangsa di dunia, disebutkan bahwa terdapat kaum-kaum yang mengagungkan matahari hingga dijadikan sebagai simbol hingga dewa yang disembah. Namun sejatinya bintang yang merupakan bagian dari tata surya ini, seperti halnya semua makhluk di dunia, pada suatu hari nanti akan mengalami kematian.

Matahari adalah sebuah bintang yang berbentuk bola panas plasma yang terdapat dalam tata surya. Matahari bergerak secara konvektif internal yang kemudian membuatnya menghasilkan medan magnet melalui proses dinamo.

Matahari selalu berusaha menarik planet-planet ke arahnya. Gaya tarikan matahari ini serta gerak lurus planet-planet menyebabkan planet-planet beredar mengelilingi matahari berdasarkan orbitnya masing-masing.

Matahari memiliki diameter sebesar 1.391.684 atau sekitar 109 kali ukuran bumi kita. Suhu di permukaannya mencapai 5.500 derajat celcius dengan suhu inti sebesar 15 juta derajat celcius. Tidak dapat terbayangkan betapa panasnya suhu matahari yang 3/4 bagiannya terdiri dari hidrogen, helium, karbon, oksigen, besi, dan neon ini.

Berdasarkan hasil penelitian, matahari lahir dari proses runtuhnya bagian raksasa awan molekul yang terdiri dari hidrogen dan helium. Proses ini sendiri terjadi sekitar 4,57 miliar tahun yang lalu.

Menurut hasil penelitian modern, matahari pada akhirnya nanti akan kehilangan semua energinya dan perlahan akan mengalami kematian. Panas serta cahaya yang dipancarkan matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Proses kematian matahari itu sendiri digambarkan kurang lebih seperti ini: inti hidrogen berubah menjadi helium melalui proses fusi nuklir. Dan agar proses ini terjadi matahari mengkonsumsi 4 juta ton materi dan ketika semua bahan bakar yang dimilikinya telah dikonsumsi semuanya, maka matahari akan mengalami kematian.

Seorang astrofisikawan bernama Albert Ziljstra dari University of Manchester mengatakan bahwa ketika sebuah bintang mati maka ia akan mengeluarkan massa gas dan debu yang dikenal sebagai sampul matahari ke luar angkasa. Massa dari sampul matahari ini dapat mencapai setengah massa bintang yang bisa membuka inti bintang. Pada titik inilah matahari akan kehabisan bahan bakarnya. Sekitar 5 miliar tahun mulai dari sekarang matahari akan berubah menjadi raksasa merah yang intinya lambat laun akan menyusut.

Albert Ziljstra

Hal ini rupanya senada seperti yang diungkapkan oleh K. Schroder dan R.C Smith (2008). Keduanya juga memprediksi bahwa suatu saat nanti matahari akan berubah menjadi raksasa merah. Saat matahari memasuki cabang raksasa merah asimtotik, orbit planet-planet yang ada di tata surya akan melayang keluar sebagai akibat dari hilangnya sekitar 30% lebih massa matahari.

Sebagian besar dari massa-massa itu hilang dengan meningkatnya angin matahari. Setelah fungsi dari hidrogen yang berada di inti matahari terhenti, maka matahari akan mengalami perubahan berat yang sangat drastis baik internal maupun eksternal.

Profesor Brian Cox dari University of Manchester juga mengungkapkan pendapat yang tidak begitu jauh berbeda. Menurutnya sebuah bintang, termasuk matahari, hanya mampu bertahan selama memiliki hidrogen yang berfungsi untuk pembakaran. Jika hidrogen tersebut habis, memang pada akhirnya akan kehabisan bahan bakar pada waktunya, maka matahari akan berubah menjadi raksasa merah. Inti matahari runtuh, sedangkan lapisan luarnya akan mengembang menyebabkan bumi mengalami kondisi superheated atau super panas, sehingga akan menghancurkan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya tanpa terkecuali.



Sebuah narasi dari sebuah film dokumenter berjudul "The Death of The Sun" yang ditayangkan National Geographic juga mengungkapkan hal yang kurang lebih sama.

Matahari membuahkan panas serta menyokong kehidupan di planet bumi. Namun seperti manusia, matahari juga mempunyai usia yang terbatas. Bersamaan dengan penuaan bintang itu, matahari akan menjadi semakin panas dan membunuh semua kehidupan di planet bumi. Maahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah yang akan menelan planet-planet paling dekat. Daya gravitasinya akan semakin berkurang dan perlahan namun pasti akan menjadi bintang kecil putih dan perlahan akan berakhir.



Referensi : 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran


0 Response to "Kematian Matahari"

Posting Komentar