Misteri Rongorongo dari Pulau Paskah




Pulau Paskah (Easter Island) merupakan salah satu pulau yang sangat terkenal di dunia. Penyebab utamanya apalagi kalau bukan patung-patung raksasa yang disebut Moai yang berjumlah sangat banyak yang mendiami pulau tersebut. Namun rupanya selain patung Moai, ada pula Rongorongo yang menyimpan misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini...



Pulau Paskah (Easter Island) adalah sebuah pulau kecil nan terpencil yang berada di sebelah selatan Samudera Pasifik. Pulau ini terkenal di seluruh dunia dan telah menjadi tujuan wisata selama bertahun-tahun karena adanya lebih dari 900 patung raksasa yang dikenal dengan nama Moai yang dibangun oleh orang-orang Rapa Nui.



Nah, rupanya selain misteri patung raksasa Moai, terdapat pula misteri lainnya dari pulau ini. Misteri itu adalah Rongorongo.

Rongorongo adalah sebuah sistem penulisan kuno berupa artefak berisikan simbol-simbol yang ditemukan pada abad ke 19. Penemunya adalah seorang misionaris gereja Katolik Roma bernama Eugene Eyraud yang berkunjung ke Pulau Paskah pada 2 Januari 1864. Pada kunjungannya itu ia menemukan 26 buah tablet berisikan simbol-simbol di atasnya.

Tablet atau stik kayu itu bertuliskan karakter-karakter hieroglif yang tampak ditulis dengan menggunakan batu obsidian tajam atau gigi hiu kecil. Rongorongo diduga merupakan salah satu dari sistem penulisan yang diciptkakan secara independen dalam sejarah umat manusia, selain kuneiform Sumeria, aksara Maya, serta aksara China.



Nama Rongorongo berasal dari bahasa Rapa Nui yang merupakan bahasa lokal di Pulau Paskah. Glif-glif Rongorongo memiliki berbagai macam bentuk, misalnya manusia, hewan, tanaman, hingga bangun geometrik. Masing-masing simbol ini berukuran sekitar 1 cm dengan orientasi cara membaca berdasarkan sistem kuno yaitu dibaca dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas. Salah satu simbol menyerupai pohon palem, sementara pohon palem sudah hilang di pulau itu sejak tahun 1650. Jadi bisa disimpulkan bahwa Rongorongo berasal dari tahun sebelum 1600an. 



Lebih dari dua lusin objek kayu yang mengandung tulisan Rongorongo yang dikumpulkan pada akhir abad ke 19 dan sekarang tersebar di museum-museum di seluruh dunia dan sampai saat ini tak ada lagi yang tersisa di Pulau Paskah.



Sementara itu belum ada seorang pun yang mampu menerjemahkan arti dari huruf-huruf Rongorongo tersebut. Kesulitan menerjemahkan antara lain karena terbatasnya jumlah teks, sedikitnya ilustrasi untuk memahami dan menterjemahkan simbol-simbol tersebut, serta buruknya pemahaman akan bahasa Rapa Nui kuno. 

Namun menurut beberapa peneliti, arti dari simbol-simbol pada Rongorongo tersebut dapat menjawab penyebab dari mengenai runtuhnya kebudayaan di Pulau Paskah yang selama ini misterius.


0 Response to "Misteri Rongorongo dari Pulau Paskah"

Post a Comment