Misteri Jejak Tangan Francis Leavy




Selama 20 tahun, sebuah jejak tangan misterius terlihat di jendela sebuah gedung pemadam kebakaran di Chicago. Jejak tangan itu sudah berkali-kali dibersihkan namun tetap tak bisa hilang. Jejak tangan itu dipercaya adalah milik seorang petugas pemadam kebakaran yang membersihkan jendela saat ia mendapatkan firasat kematiannya sendiri.

Kisah jejak tangan misterius yang tertinggal di kaca jendela gedung pemadam kebakaran di Chicago ini cukup terkenal dan sebenarnya sudah banyak blog dan website yang membahasnya. Apakah kalian sudah pernah mendengar kisah misterius ini sebelumnya? Kalau belum, baiklah, begini kisahnya.

Ada seorang petugas pemadam kebakaran yang bekerja di Departemen Kebakaran di Chicago, namanya Francis Leavy. Francis Leavy dikenal sebagai pribadi yang ramah dan bersahabat di kalangan rekan-rekannya sesama anggota petugas pemadam. Hingga pada suatu hari tiba-tiba Leavy menunjukkan sikap yang lain dari biasanya. Ia menjadi lebih pendiam dan seperti tak peduli dengan sekitarnya.

Hari itu tanggal 18 April 1924, Leavy mendapatkan tugas membersihkan kaca jendela. Leavy terlihat agak muram hari itu, sambil bersandar ia berkata bahwa ia punya firasat bahwa hari itu adalah hari terakhirnya dan ia akan meninggal.

Beberapa rekan Leavy yang berada tak jauh dari sana mendengar perkataannya, namun tak begitu ambil pusing. Mereka berpikir mungkin saja itu hanya karena moodnya yang kurang baik karena ia memang terlihat murung seharian tak seperti biasanya.

Tiba-tiba telepon berdering. Kebakaran besar sedang terjadi di 1365 S. Blue Island Avenue yang kebetulan berjarak cukup jauh dari kantor pemadam. Petugas pemadam pun segera bersiap berangkat termasuk Francis Leavy menjadi petugas yang akan terjun ke lapangan.

Saat mereka tiba di bangunan berlantai dua itu, api ternyata sudah membesar dan merembet ke seluruh bagian ruangan. Untuk menyelamatkan beberapa orang yang masih terjebak di lantai atas, petugas menggunakan tangga.



Sebagian petugas berusaha memadamkan api, sementara sisanya membantu menyelamatkan orang-orang yang terjebak. Suasana makin mencekam tatkala api mulai merembet ke bagian bawah ruangan. Tiba-tiba atap runtuh dan diikuti dengan ambruknya dinding di gedung itu dan menimpa beberapa orang, salah satu korbannya adalah Francis Leavy. Ia meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Keesokan harinya di kantor pemadam kebakaran, rekan-rekan Leavy mengingatnya dalam suasana berkabung. Mereka tak menyangka pemuda ramah itu begitu cepat meninggalkan mereka. Tiba-tiba salah seorang petugas melihat ke arah jendela yang dibersihkan Leavy sebelum ia meninggal dunia. Ada sesuatu yang aneh di sana, sebuah jejak tangan. Mereka terkejut saat mengingat-ingat jendela itu adalah jendela yang dibersihkan Leavy saat ia bergumam dan memprediksikan kematiannya.

Jejak tangan itu lama berada di sana. Namun karena kaca jendela yang mulai berdebu dan kotor, mereka lalu memutuskan untuk membersihkannya. Namun anehnya berkali-kali dibersihkan jejak itu tak bisa hilang. Bahkan mereka juga menggunakan cairan kimia untuk menghapusnya. Tapi semua usaha itu sia-sia.

Jejak itu akhirnya tetap berada di jendela gedung pemadam kebakaran Chicago hingga 20 tahun lamanya. Hingga pada suatu hari di tahun 1944, seorang anak pengantar koran tanpa sengaja melemparkan kertas koran yang mungkin bersama dengan benda padat yang menghantam jendela, hingga bagian jendela yang berjejak tangan itu hancur berkeping-keping.


0 Response to "Misteri Jejak Tangan Francis Leavy"

Post a Comment