Misteri 2 Pangeran di Atas Menara (Princes in The Tower)




Setelah wafatnya Edward IV dari Inggris, putra mahkota yang seharusnya menggantikan posisi sang ayah sebagai raja, menghilang. Kedua putra laki-laki Edward IV telah diculik dan disekap di sebuah ruangan di atas Menara London. Tak pernah diketahui nasib keduanya apakah mereka dibunuh atau berhasil melarikan diri. Hingga pada suatu hari di tahun 1674, ditemukan kotak kayu berisi tulang belulang manusia di bawah menara itu..

Kisah dihilangkannya seseorang yang diduga putra mahkota yang kelak akan diangkat menjadi raja sudah pernah beberapa kali dibahas di merinding.com, antara lain yaitu The Man in The Iron Mask dan juga tentang Kaspar Hauser dari Nuremberg. Nah, kali ini kita akan menceritakan mengenai hilangnya dua pangeran yang disekap di atas Menara London (Tower of London). Keduanya adalah putra Raja Inggris Edward IV dan istrinya Elizabeth Woodville.

Hari itu tanggal 9 April 1483, Edward IV Raja Inggris meninggal dunia setelah tiga minggu sebelumnya menderita sakit. Dua putra laki-laki tertua Edward IV adalah Edward V dan Richard of Shrewsbury, Duke of York. Keduanya masing-masing masih berusia 12 dan 9 tahun saat itu. Edward V adalah orang yang digadang-gadang akan menggantikan posisi sang ayah sebagai Raja Inggris.

Namun rupanya kematian Edward IV cukup mendadak, karena ia menderita penyakit yang tak begitu serius sebenarnya. Saat itu sang putra mahkota sedang berada di Ludlow. Sebelum meninggal dunia, Richard IV menunjuk Richard III Duke of Gloucester untuk menjaga putranya yang kelak akan menjadi raja. Richard III sendiri adalah saudara laki-laki Edward IV, yang berarti paman dari Edward V. 

Silsilah keluarga kerajaan Inggris

Saat Edward IV menghembuskan nafas terakhirnya, Richard III sedang berada di Middleham, Yorkshire. Berita kematian sang raja baru sampai di Yorkshire pada 15 April. Edward V dan Richard III keduanya kemudian berangkat menuju London. Rupanya rombongan Richard III dan Edward V bertemu di Stony Stratford pada 29 April.

Peristiwa yang tak terduga pun terjadi, rombongan Edward V yang terdiri dari Anthony Woodville dan Sir Richard Grey dikurung lalu kemudian dikirim ke Pontefract Castle di Yorkshire. Pengawal Edward V ini kemudian dijatuhi hukuman penggal pada 25 Juni (tidak termasuk Edward V). Rupanya Richard III berusaha untuk mengambil alih kekuasaan. 

Richard III Duke of Gloucester

Edward V berhasil sampai di London, namun Richard III melakukan rencana jahat agar upacara penyerahan mahkota raja diundur dari awalnya tanngal 4 Mei menjadi 25 Juni.

Tanggal 19 Mei 1483 Edward V dibawa secara rahasia dan dikurung di sebuah ruangan di menara London (Tower of London). Beberapa hari kemudian yaitu tanggal 16 Juni, adik Edward V yaitu Richard Duke of York juga dikurung di sana.

Edward V dan Richard Duke of York

Hilangnya dua orang putra raja itu membuat keadaan istana menjadi krisis. Sebagian menginginkan segera dilakukan penetapan raja yang baru. Sementara Richard III terus melakukan upaya agar untuk meyakinkan pihak kerajaan. Usaha Richard III tampaknya berjalan mulus dengan munculnya dukungan terhadap dirinya. Para penasihat kerajaan di Saint Paul Cross juga mendukung Richard III dan mengklaim dirinya adalah satu-satunya orang yang berhak menggantikan raja.

Keadaan tambah diperparah dengan sebuah keputusan yang menyatakan bahwa pernikahan Edward IV dan istrinya Elizabeth Woodville tidak sah karena adanya perjanjian pra nikah yang dibuat Edward dengan Lady Eleanor Butler. Sehingga kedua anak Edward IV dan Elizabeth yaitu pangeran Edward V dan adiknya Richard Duke of York sama sekali tidak berhak menggantikan posisi raja. Keputusan ini dikonfirmasi oleh Parliament pada tahun 1484 yang juga dikenal dengan Titulus Regius.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1483, Richard III yang bergelar Duke of Gloucester resmi ditetapkan sebagai raja Inggris yang baru.

Sementara itu, nasib kedua putra Edward IV yaitu pangeran Edward V dan Richard Duke of York tidak diketahui. Mereka dikabarkan menghilang dari menara. Ada dugaan yang mengatakan keduanya telah dibunuh oleh Richard III sebagai usahanya untuk naik tahta. Ada pula dugaan bahwa satu atau kedua pageran itu berhasil menyelamatkan diri.

Seorang rahib Italia bernama Dominic Mancini mengungkapkan bahwa saat ia mengunjungi Inggris pada sekitar musim semi-musim panas tahun 1483 (tak lama setelah penobatan Richard III sebagai Raja Inggris), ia melihat Edward V dan adiknya Richard dibawa ke sebuah ruangan yang berada di Tower of London. Namun keduanya lalu dikabarkan menghilang.

Tower of London

Saksi mata lainnya mengungkapkan pernah melihat Edward V dan Richard Duke of York sedang bermain-main di lapangan menara tersebut pada musim panas tahun 1483. Namun kedua saksi ini tidak mengetahui lagi ke mana dua pangeran tersebut pergi. Keduanya menghilang dan diduga telah dibunuh pada akhir musim panas di tahun itu.

Pada tahun 1674, terjadi renovasi di Tower of London yang dibangun tahun 1066. Seorang pekerja yang menggali di sekitar lokasi menara melaporkan telah menemukan kotak kayu berisi dua tulang manusia berukuran kecil. Dua tulang ini diduga milik anak-anak. Selain itu pula pada kotak itu ditemukan kain beludru yang diperkirakan dijadikan pembungkus jasad saat dimakamkan. Kain beludru itu menjadi penanda bahwa jasad itu adalah jasad kalangan bangsawan.



Rupanya penemuan tulang manusia ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya juga pernah ditemukan dua tulang manusia yang telah dikubur di dalam tembok. 

Empat tahun kemudian atas perintah King Charles II, tulang belulang itu ditempatkan di Westminster Abbey tepatnya di Lady Chapel Henry VI.

Banyak teori yang berkembang mengenai menghilangnya Edward V dan Richard Duke of York, namun yang paling populer adalah teori bahwa keduanya telah dibunuh pada tahun 1483. Orang-orang yang diduga sebagai dalang dari penculikan dan pembunuhan berencana pun ternyata bukan hanya Richard III yang memang telah cukup terkenal. Mereka antara lain adalah Henry Stafford (2nd Duke of  Buckingham), Henry VII (Henry Tudor), John Howard (Duke of Norfolk), Margaret Beaufort (ibu Henry VII), hingga nama Jane Shore (selir Edward IV) masuk ke dalam orang-orang yang punya kemungkinan menghabisi dua pangeran.

Nasib Richard III sendiri setelah menyandang gelar sebagai raja ternyata berakhir tragis. Dirinya terbunuh pada usia 32 tahun pada pertempuran Bosworth tanggal 22 Agustus 1485, hanya 2 tahun setelah naik tahta. Ia kemudian digantikan oleh Henry VII (Henry Tudor).

Kerangka Richard III yang ditemukan tahun 2012 lalu

Naasnya lagi, kerangka Richard III baru ditemukan di area Leicester pada 22 September 2012 yang lalu dalam keadaan sangat tak layak dan terkesan dikubur secara asal-asalan. Hal ini terlihat dari kuburnya yang sangat sempit dan kondisi mayat yang seperti ditekuk sekenanya saja. 


0 Response to "Misteri 2 Pangeran di Atas Menara (Princes in The Tower)"

Posting Komentar