Kasus Reinkarnasi Dorothy Eady




Seorang anak perempuan asal Inggris yang berusia 3 tahun baru saja dinyatakan dokter telah meninggal dunia. Namun anehnya ia tiba-tiba terbangun dari tempatnya disemayamkan. Tidak ada seorang pun mengetahui bahwa sebenarnya sebuah dimensi dari masa lalu telah terbuka dan sebuah jiwa yang datang dari masa Mesir Kuno telah bersemayam di dalam tubuh gadis kecil tersebut.

Dalam beberapa kasus reinkarnasi, biasanya orang yang mengalaminya hanya akan merasakan atau menunjukkan tanda-tanda sebagai orang lain hanya dalam beberapa tahun saja. Misalnya pada kasus Gillian dan Jennifer Pollock. Ketika mereka menginjak usia 5 tahun, mereka kembali menjadi anak normal.

Berbeda dengan sebuah kasus yang menimpa seorang anak perempuan bernama Dorothy Eady dari Inggris. Ia menunjukkan tanda-tanda sebagai reinkarnasi sejak berusia 3 tahun dan terus mengklaim dirinya sebagai reinkarnasi seseorang dari masa lalu selama bertahun-tahun bahkan hingga akhir hayatnya.

Dorothy Louise Eady baru berusia 3 tahun saat dirinya mengalami kecelakaan jatuh dari lantai atas rumahnya di kawasan Blackheath, London. Doker yang menanganinya sudah menyerah karena tubuh Dorothy kecil sudah tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia divonis meninggal dunia.

Saat Dorothy kecil disemayamkan, tiba-tiba ia bangun dalam kondisi sangat sehat seolah tidak terjadi apa-apa. Pihak keluarga sangat terkejut sekaligus gembira putri kecil mereka bisa hidup kembali. Namun setelah itu, mereka perlahan mulai menyadari gadis kecil itu memiliki kepribadian dan kebiasaan yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Dorothy mulai bertingkah jauh lebih dewasa dari pada anak-anak seusianya. Tak hanya itu saja ia kerap kali bercerita pada orang tuanya bahwa ia memimpikan tentang masa-masa Mesir kuno beserta dengan kuil-kuil dan ritual-ritualnya. Dorothy dengan sangat lancar dapat mendeskripsikan kehidupan pada masa itu beserta kehidupan masyarakat pada masa itu.

Bahkan pada suatu waktu Dorothy mengatakan bahwa ia sebenarnya adalah reinkarnasi dari seorang pelayan kuil Osiris di Abydos yang hidup pada masa Firaun Seti I Mesir Kuno sekitar tahun 1320-1200 sebelum masehi. Hal ini terus berlanjut dan terkadang Dorothy juga merengek pada orang tuanya agar dikembalikan ke tempat tinggalnya di Kuil Osiris di Mesir.

Kuil Osiris, Abydos

Pada saat berusia 10-11 tahun Dorohy diajak orang tuanya ke Museum British di London. Di sana ia seolah bertemu dengan mimpi-mimpinya. Ia terlihat sangat senang melihat benda-benda peninggalan Mesir Kuno. Tak hanya itu, ia juga mulai memeluk peti-peti mumi bahkan menciumi patung-patung Dewa Mesir.



Saat beranjak dewasa, kegilaan Dorothy pada hal-hal berbau Mesir kuno bukannya menghilang malah semakin bertambah. Ia mulai berteman dengan seorang pakar Mesir kuno bernama Ernest A Wallis Budge. Dorothy juga bahkan menyewa sebuah tempat tinggal di dekat Museum Britania.

Kemampuan Dorothy dalam pengetahuan tentang Mesir kuno tak terkalahkan. Bayangkan saja, ia memiliki kemampuan menulis dan menerjemahkan huruf hieroglif dengan sangat lancar. Ia juga dapat bercerita detail tentang kuil-kuil dan proses pemujaan pada zaman Firaun Seti I. Kemampuannya melebihi para sarjana yang mengambil jurusan Mesir kuno, padahal ia sama sekali tidak pernah mempelajari itu. Kemampuannya yang mengagumkan itu muncul begitu saja.

Firaun Seti I

Salah satu hieroglif Mesir Kuno

Dorothy juga tercatat sebagai satu-satunya orang yang mempraktekkan ritual kuno yang hanya bisa dilihat di hieroglif kuno yang berusia ribuan tahun. Orang-orang Mesir sendiri bahkan tidak pernah sama sekali mengetahui ritual tersebut.

Nama Dorothy dan kemampuannya segera menjadi terkenal di kalangan para arkeolog dan peneliti di seluruh dunia. Karirnya semakin menanjak apalagi ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi asisten membantu proyek penelitian dari beberapa peneliti ternama. Ia pernah menjadi asisten dalam penggalian situs Giza di Kairo, Mesir yang dipimpin oleh Dr. Selim Hassan. Ia juga tercatat terlibat dalam penelitian piramida di Dahshur bersama Dr. Ahmed Fakhry.

Pasca Perang Dunia I, Dorothy menikah pada tahun 1933 di usianya yang ke 29 dengan seorang pria Mesir. Ia kemudian pindah ke sana dan melahirkan seorang anak bernama Seti. Dorothy kemudian mengubah namanya menjadi Omm Sety atau yang berarti "Ibunda Seti".

Hampir 20 tahun lamanya ia tinggal di Mesir sebelum akhirnya ia berhasil untuk pertama kalinya mengunjungi Kuil Firaun Seti I di Abydos pada tahun 1953. Tempat itu juga merupakan makam dewa Osiris Mesir kuno. Dorothy kemudian dipindahtugaskan ke Departemen Purbakala Mesir.

Dorothy Eady atau Omm Sety


Salah satu impian terbesar Dorothy akhirnya terwujud. Ia bisa mendirikan sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari situs Abydos pada sekitar tahun 1956. Di sana ia mengunjungi kuil itu serta menjaganya setiap hari.

Tahun 1973 saat usianya 69 tahun, Dorothy mengajukan permohonan kepada pemerintah Mesir agar kelak saat ia meninggal nanti jasadnya bisa ditempatkan di dekat kompleks situs kuil Firaun Seti, kuil Osiris. Permohonan itu kemudian menjadi kenyataan saat dirinya meninggal dunia di usia 77 tahun. Ia dimakamkan di belakang situs kuil Firaun Seti I di Abydos pada tahun 1981.



0 Response to "Kasus Reinkarnasi Dorothy Eady"

Posting Komentar