Kasus Misterius Blair Adams




Seorang pria dengan gelagat aneh terlihat keluar masuk sebuah motel. Ia terlihat sangat gugup dan sejam kemudian memutuskan untuk menyewa sebuah kamar. Namun anehnya ia sama sekali tak pernah menggunakannya. Keesokan harinya ia ditemukan tewas di sebuah lahan parkir dengan uang bertaburan di jasadnya dan tas berisikan emas dan perhiasan...

Ada banyak kasus misterius di dunia ini, salah satunya mungkin adalah apa yang terjadi pada seorang pria asal Kanada bernama Blair Adams ini. Kematiannya menyisakan teka-teki dan misteri yang belum terungkap sampai saat ini. Termasuk kamera CCTV yang menunjukkan perilaku ganjilnya sehari sebelum ditemukan tewas.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi petunjuk dari kasus misterius ini, dan mungkin kalian bisa menebak apa yang terjadi padanya dan apa motif pelaku pembunuhannya.

Blair Adams adalah seorang pria biasa yang dikenal baik di lingkungannya. Ia bekerja sebagai seorang mandor di sebuah perusahaan konstruksi. Keluarga dan teman-temannya mengenal Blair adalah pria yang ramah dan baik, serta tidak pernah punya masalah dengan orang lain apalagi musuh.

Blair Adams

Beberapa pekan sebelum meninggal, dirinya berubah. Entah mengapa Blair tiba-tiba menjadi orang yang gugup dan ketakutan seperti ada seseorang yang mengancamnya. Hal ini dengan segera disadari oleh ibu Blair yang kemudian bertanya padanya apa yang terjadi. Blair menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.

Pada tanggal 5 Juli 1996, Blair pergi ke bank dan mencairkan dana sebesar $6000. Ia juga mengambil safety boxnya yang berisikan perhiasan emas dan paltinum seharga ribuan dollar.

Dua hari kemudian tanggal 7 Juli 1996, Blair berangkat ke perbatasan Kanada-Amerika dengan menggunakan mobil sewaan dan berusaha memperoleh izin untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat. Petugas yang bertugas di perbatasan saat itu kemudian memeriksa isi mobil. Petugas yang menemukan uang dalam jumlah besar dan juga perhiasan di dalam mobil itu kemudian menolak permintaan Blair untuk bisa masuk ke wilayah Amerika Serikat. Mereka mengira bahwa Blair termasuk dalam sindikat penjualan narkoba atau penjualan manusia.

Keesokan harinya tanggal 8 Juli 1996, Blair tiba-tiba pergi ke tempatnya bekerja dan mengajukan surat pengunduran diri. Tidak diketahui alasan mengapa ia tiba-tiba berhenti dari pekerjaannya. Di hari yang sama ia juga membeli tiket pesawat Trans-Atlantik tujuan Frankfurt, Jerman dengan jadwal keberangkatan hari Selasa, esok harinya.

Setelah membeli tiket pesawat, Blair diketahui mengunjungi rumah salah seorang temannya. Temannya yang seorang wanita itu terkejut tatkala mendapati Blair di depan pintu rumahnya tanpa memberi tahukan kedatangannya sebelumnya. Temannya itu kemudian melihat jelas raut wajah Blair yang ketakutan dan panik.

Blair serta merta menceritakan padanya bahwa ia ingin melewati perbatasan Amerika karena ada seseorang yang mencoba membunuhnya. Ia pun meminta tolong pada wanita itu untuk membantunya. Tapi karena takut, wanita itu kemudian menolak permintaan Blair. 

Keesokan harinya, Selasa tanggal 9 Juli 1996, Blair datang ke bandara. Namun anehnya ia membatalkan keberangkatannya ke Frankfurt, Jerman seperti jadwal penerbangan yang sudah dipesannya. Ia justru meminta pengembalian dana (refund). Entah mengapa ia melakukan hal ini.

Setelah itu ia kemudian kembali menyewa sebuah mobil dan berkendara ke perbatasan Kanada-Amerika sama seperti beberapa hari sebelumnya. Namun kali ini ia beruntung, petugas yang berjaga di perbatasan mengizinkannya masuk. Setelah itu ia langsung memacu kendaraannya ke Bandara Seattle. Di sana ia kembali membeli tiket pesawat tujuan Washington D.C.

Peta perbatasan antara Kanada - Amerika Serkat (Seattle)

Blair mendarat pada Rabu tanggal 10 Juli. Hal pertama yang dilakukannya ketika sampai di Washington D.C adalah menyewa sebuah mobil (saat itu ia menyewa Toyota) dan mengemudikannya ke Knoxville, Tennessee.

Menurut pengakuan keluarga ataupun teman-temannya, Blair tidak mempunyai kenalan seorang pun di Knoxville, Tennessee. Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya apa yang dilakukannya di sana seorang diri.

Sore hari menjelang malam, Blair berhenti di sebuah pom bensin. Ia mengeluhkan ada yang tidak beres dengan mobilnya. Seorang petugas pom bensin kemudian memeriksa mobil itu dan menemukan bahwa Blair telah menggunakan kunci mobil yang salah. Mereka lalu mencari kunci mobil Toyota itu di dalam mobil, tapi tak menemukannya. 

Petugas itu kemudian menyarankannya untuk meminta perusahaan rental untuk mengantarkan kunci mobil. Dan sambil menunggu petugas mengantarkan kunci asli, ia bisa menginap di sebuah motel yang letaknya tak jauh dari sana.

Blair kemudian masuk ke dalam lobi motel tersebut. Namun anehnya, ia berulang kali keluar masuk lobi motel sampai 5 kali dalam satu jam, hingga membuat resepsionis di sana merasakan keanehan. Perilaku ganjil Blair ini terekam di kamera CCTV motel tersebut. Dalam rekaman CCTV terlihat Blair agak gelisah seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Ia bahkan beberapa kali melemparkan pandangan ke luar pintu seolah-olah ada seseorang yang akan menemuinya.

Petugas resepsionis hotel itu pada suatu ketika mengatakan, "Aku tidak tahu siapa yang sedang ia (Blair) tunggu. Ia terlihat gelisah seperti sedang menunggu seseorang, tapi tak ada seorang pun yang datang," ujarnya.

Kemudian Blair memutuskan untuk menyewa sebuah kamar. Namun setelah ia mendapatkan kunci kamar, ia justru pergi meninggalkan motel sekitar pukul 7.37 malam tanpa pernah menggunakan kamar itu sama sekali.

Itu adalah terakhir kalinya Blair Adams terlihat masih hidup sampai akhirnya keesokan harinya  ia ditemukan tewas di sebuah lahan parkir sekiar setengah mil dari  lokasi motel. Blair ditemukan dalam keadaan yang ganjil. Kaosnya seperti sengaja dirobek, dan ia hanya mengenakan celana dalam. Kedua kaos kakinya terpasang terbalik, entah ini ulah pelaku atau Blair memang sengaja memasangnya seperti itu.

Di TKP juga ditemukan uang sekitar $4000 dalam pecahan Kanada, Amerika, dan Jerman yang seperti sengaja dihamburkan di atas jasadnya. Polisi juga menemukan sebuah tas yang berisikan emas, dan perhiasan berharga yang sebelumnya dibawa Blair tak jauh dari mayat. Sementara itu kunci mobil tergeletak sejauh 10 kaki. Pada tubuh Blair dipenuhi memar dan luka. Namun penyebab kematiannya adalah pukulan keras pada abdomen perutnya hingga pecah.

Polisi berasumsi bahwa Blair berimajinasi atau mengalami paranoid parah. Uang dan emas serta perhiasan yang tergeletak di samping jasadnya menyimpulkan bahwa pelaku tak mengincar harta korban. Namun jejak pembunuh juga tak didapati di lokasi kejadian. Tidak diketahui apa motif yang mendasari kasus ini. Apakah memang ada yang mengikuti Blair atau itu semua hanya imajinasinya seperti dugaan polisi. Semua aspek dalam kasus ini tampak tak masuk akal dan masih menyisakan misteri sampai hari ini.


0 Response to "Kasus Misterius Blair Adams"

Posting Komentar