7 Tokoh dan Pahlawan Indonesia yang Hilang Misterius




Dalam sejarah bangsa Indonesia terdapat nama tokoh-tokoh penting yang ikut serta dan berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Dari nama-nama itu terselip beberapa tokoh dan pahlawan Indonesia yang hilang secara misterius. Sebagian dari nama-nama ini diketahui memang telah meninggal dunia dalam pertempuran namun makamnya tak diketahui di mana. Sementara itu sebagian yang lainnya benar-benar menghilang tanpa jejak seperti ditelan bumi.

Berikut ini adalah 7 tokoh dan pahlawan Indonesia yang menghilang secara misterius:


1. Otto Iskandar dinata


Otto Iskandar Dinata adalah salah satu pahlawan Indonesia yang ikut serta dan terlibat dalam pembentukan panitian persiapan kemerdekaan Indonesia. Wajahnya sebenarnya sudah tak asing lagi karena tokoh ini ada di uang pecahan 20 ribuan.

Pahlawan bergelar si Jalak Harupat ini merupakan anggota BPUPKI dan menjadi salah satu Menteri Negara pertama yang dimiliki oleh Indonesia bersama dengan nama-nama seperti Wahid Hasyim dan A.A Maramis. 

Beberapa referensi menyebutkan kalau Otto Iskandar diculik oleh salah satu kelompok yang bermarkas di Tangerang pada 19 Desember 1945. Ia lalu dibawa ke suatu tempat di sekitar pesisir Pantai Mauk, Tangerang. Keberadaannya maupun jasadnya tak pernah diketahui di mana. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal 20 Desember 1945 sebagai hari kematiannya, dan beliau diberikan gelar pahlawan nasional pada 6 November 1973.


2. Sjam Kamaruzaman


Nama Syam Kamaruzaman mungkin lebih identik pada tokoh misterius. Syam adalah seorang tokoh konroverisial dan juga dikenal di kalangan elit PKI. Ia juga disebut-sebut sangat dekat dengan DN Aidit, seorang pentolan PKI. Ia juga dikabarkan merupakan agen rahasia dari 3 kubu elit TNI, PKI, dan CIA.

Saat peristiwa penangkapan orang-orang PKI, ia dikabarkan menghilang dan hidup berpindah-pindah hingga pada 9 Maret 1967 akhirnya tertangkap di Cimahi, Jawa Barat. Syam kemudian dibawa ke rumah tahanan militer Budi Utomo. Syam pernah muncul ke publik sebanyak 2 kali yaitu saat persidangan. Pengakuannya banyak membuat orang-orang dijatuhi hukuman mati.

Pada tahun 1986 Syam dieksekusi mati. Namun banyak yang meragukan bahwa dirinya telah tewas. Seorang kolonel bernama Latief mengaku melihatnya di penjara Cipinang tahun 1990. Ada pula desas-desus yang mengabarkan dirinya pindah ke Florida, Amerika Serikat setelah lengsernya Soeharto.


3. Moewardi


Dr. Moewardi adalah salah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan yang juga turut serta dalam persiapan pembacaan teks proklamasi 17 Agustus 1945.

Dr. Moewardi dilahirkan di Jawa Tengah tahun 1907. Dalam karirnya ia mendirikan sekolah kedokteran dan membantu rakyat dalam perjuangan melawan Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang merupakan front yang menjadi underbow Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada peristiwa Madiun, Dr. Moewardi dikabarkan diculik saat sedang menjalankan tugasnya sebagai dokter di Rumah Sakit Jebres, Solo pada tanggal 13 Sepetember 1948. Sejak saat itu Dr. Moewardi dinyatakan menghilang. Tak ada yang tahu apa yang terjadi pada Dr. Moewardi, bahkan jasadnya tak pernah ditemukan.


4. Wikana


Wikana boleh jadi adalah salah satu tokoh yang seringkali terlupakan. Padahal dirinya adalah salah satu tokoh penting dalam kemerdekaan Indonesia. Wikana adalah tokoh pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta pada peristiwa Rengasdengklok untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dirinya adalah orang yang mengatur pembacaan teks proklamasi di Pegangsaan.

Setelah kemerdekaan, ia aktif dalam Partai Komunis Indonesia (PKI), tetapi dalam pemerintahan ia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada kabinet Amir Sjarifuddin. Pada peristiwa Madiun 1948 setelah lengser dari jabatan menteri, ia dianggap melakukan pembrontakan dan menjadi kejaran tentara. 

Pada akhir September 1965 di mana terjadi pembunuhan perwira Angkatan Darat, nasib Wikana tak pernah terdengar lagi. Ia menghilang begitu saja dan nasibnya tak diketahui.


5. Soeprijadi


Soeprijadi berpangkat Sodancho atau komandan platon merupakan pahlawan nasional yang dikenal karena keterlibatannya pada pemberonakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap kependudukan Jepang di Blitar. 

Melihat penderitaan para pekerja di bawah sistem kerja paksa yang tak manusiawi, mendorong Soeprijadi memimpin pasukan untuk melakukan pemberontakan. Peristiwa itu pun terjadi pada 14 Februari 1945. Namun malangnya pemberontakan itu berhasil digagalkan Jepang yang segera menghukum mati sekitar 8 orang pentolannya. Namun Soeprijadi dikabarkan selamat dan berhasil melarikan diri.

Pada tanggal 6 Oktober 1945, Soeprijadi ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat, namun ia tak pernah muncul. Ia menghilang begitu saja dan keberadaannya masih menyimpan misteri hingga kini. Pada tanggal 9 Agustus 1975, namanya resmi dicatat sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.


6. Tan Malaka



Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Sutan Malaka adalah seorang pahlawan nasional kelahiran Sumatera Barat 1897. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berpihak pada golongan sayap kiri atau komunis dan dekat dengan tokoh-tokoh PKI. Tan adalah sosok yang nasionalis dan pembela kemerdekaan.

Nama Tan Malaka beserta dengan kisah hidupnya sebenarnya amat melegenda. Ia dikabarkan berpindah-pindah tempat dan menghabiskan lebih dari separuh usianya dalam pelarian. Dalam masa itulah, Tan Malaka diketahui memiliki banyak nama samaran serta disebut-sebut dengan sangat lihai mampu berpindah-pindah tempat dan lolos dari musuh-musuhnya. Tan Malaka meninggal dunia di Kediri pada tahun 1949.


7. Yosephat Soedarso


Yos Sudarso adalah seorang Laksamana Madya TNI yang gugur di medan pertempuran. Hari itu tanggal 15 Januari 1962, ia terlibat dalam peristiwa pertempuran di Laut Aru melawan Belanda dalam upaya Pembebasan Irian Barat. Pertarungan yang sengit itu membuatnya tertembak oleh kapal patroli milik Belanda bernama Hr. Ms. Eversten.

Yos Sudarso jatuh di atas kapal KRI Macan Tutul. Ia meninggal dunia di usia 36 tahun. KRI Macan Tutul buatan Jerman Barat itu diketahui terbakar hebat pada peristiwa itu dan akhirnya karam ke dasar lautan bersama dengan 24 orang anggota kru kapal yang lainnya.


0 Response to "7 Tokoh dan Pahlawan Indonesia yang Hilang Misterius"

Post a Comment