7 Bukti Ilmiah Kebenaran Al-Quran




Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam dan juga mukjizat terbesar Nabi Muhammad S.A.W. Kitab suci yang telah diturunkan sejak 14 abad yang lalu ini memiliki keajaiban di antaranya yaitu keasliannya senantiasa terpelihara sejak pertama kali diturunkan. Tidak ada seorang pun yang mampu mengubahnya barang satu huruf. Selain itu pula Al-Quran mampu dihafalkan mulai dari anak-anak hingga orang tua, bahkan tuna netra pun sanggup menghafalnya.

Selain keistimewaannya itu, isi dan kandungan dari ayat-ayat Al-Quran berkaitan dengan ilmu sains. Maka tak heran sejak dahulu banyak yang mengkaji ayat-ayatnya untuk membuktikan secara ilmiah kebenaran Al-Quran.

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang terbukti kebenarannya. Contohnya saja sudah pernah dibahas di blog merinding.com ini antara lain yaitu pertemuan dua lautan dan fenomena api di dalam lautan. Nah, berikut ini adalah 7 bukti ilmiah lain tentang kebenaran Al-Quran.


1. Awal mula alam semesta



"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan anatara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?" (QS Al-Anbiya:30)

Seorang astronom dan fisikawan Belgia bernama George Lamaitre pada tahun 1927 mengatakan bahwa alam semesta muncul dari peristiwa ledakan massa yang bervolume nol. The Big Bang menghasilkan partikel-partikel elementer dari zat dan materi dalam keadaan berenergi tinggi yang pada akhirnya menjadi kombinasi zat-zat yang kemudian membentuk planet-planet.

European Organization for Nuclear Research (CERN) pada 10 Februari tahun 2000 membuat simulasi teori ini yang disebut juga dengan little bang creates cosmic soup.


2. Garis edar tata surya


"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al-Anbiya:33)

Menurut sejumlah penelitian, matahari bergerak dengan kecepatan yang luar biasa bahkan mencapai 720 km/jam ke arah bintangVega dalam sebuah garis edar yang bernama SolarApex. Itu artinya, hanya dalam satu hari saja matahri mampu bergerak sejauh 17.280.000 km. Bersama dengan matahari itu, semua planet dalam gravitasi matahari akan menempuh jarak tersebut sesuai garis edarnya.

Sebenarnya, jauh sebelum ilmuwan Barat, seorang ilmuwan muslim bernama Nasiruddin Al-Thusi (1201-1274 M) sudah mengajukan suatu model keplanetan baru yang sekaligus memiliki garis edarnya. Sementara itu Ibn Sahfir (1305-1375 M) telah jauh lebih dulu menggagas konsep heliosentris sebelum Copernicus melakukannya pada awal tahun 1500an.


3. Kecepatan cahaya


"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjidil Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami". (QS. Al-Isra':1)

Pada abad ke 16, seorang ilmuwan bernama Isaac Beekman memulai penelitian mengenai kecepatan cahaya. Dan mulai tahun 1957, kecepatan cahaya telah menjadi standar nasional.

Sementara itu pada 17th General Conference on Measures and Weights, ditetapkan kecepatan cahaya adalah 1 m dari jarak tempuh cahaya pada ruang hampa udara selama waktu 1/299.792.458 detik. Kecepatan cahaya ini juga diteliti oleh ilmuwan muslim bernama Dr. Mansour Hassab-Elnaby pada tahun 1990.


4. Penciptaan berpasang-pasangan




"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS Al-Dzariyat:49)

Berdasarkan ayat ini kita dapat melihat bahwa Allah menciptakan materi berpasang-pasangan. Bukan hanya pria dan wanita, panas atau dingin, maupun siang dan malam, bahkan lebih daripada itu. Benda-benda yang bersifat mikroskopik pun berpasang-pasangan yaitu proton dan elektron.

Seorang ilmuwan asal Inggris bernama Paul Dirac melakukan penelitian yang kemudian diberi nama Parite. Ia berhasil membuktikan bahwasanya semua materi berpasang-pasangan. Berkat penemuannya ini, Dirac berhasil mendapatkan Nobel pada tahun 1933.


5. Gunung sebagai pasak



"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS. An-Naba 6-7)

"Dan Kami telah jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka. (QS. Al-Anbiya':31)

Sebuah perhitungan oleh para ahli geologi di dunia berkesimpulan bahwa radius bumi adalah 3700 mil. Sementara itu lapisan tempat manusia berpijak sekitar 1-30 mil. Hal ini terjadi karena adanya fenomena lipatan, permukaan bumi relatif mudah terguncang.

Seorang ahli geologi bernama Frank F asal Amerika Serikat menuturkan dalam bukunya yang berjudul The Earth bahwa gunung memiliki akar yang kuat di dalamnya yang berfungsi untuk menstabilkan bumi dari goncangan.


6. Dasar lautan yang gelap


"Atau seperti gelap gulia di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun." (QS. An-Nur:40)

Manusia memiliki keterbatasan ketika harus berada di dalam air dengan kedalaman tertentu. Pada tingkat kedalaman tertentu itu, manusia tidak mampu menyelam ke dasar lautan tanpa adanya bantuan alat khusus.

Di dalam sebuah buku berjudul Oceans, dijelaskan bahwa pada kedalaman laut 200 meter, hampir tidak dapat dijumpai cahaya. Sedangkan pada kedalaman 1000 meter, tidak ditemukan cahaya sedikit pun juga. Kondisi ini baru diketahui oleh manusia ketika peralatan modern dan canggih telah ditemukan, sedangkan Al-Quran telah menerangkannya berabad lampau.


7. Proses penciptaan manusia



"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal dagung, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun:12-14)

Pengetahuan mengenai ilmu embrio manusia baru mengalami perkembangan pada abad ke 17 dan mengalami perkembangan yang sangat signifikan di abad ke 20. Namun seperti kita lihat, bahwa Al-Quran telah menjelaskan dengan detail proses perkembangan embrio ini sejak berabad-abad yang lalu.

Bahkan seorang profesor emiritus asal University of Toronto, Amerika bernama Keith L. Moore mengakui bahwa perkembangan embrio manusia yang tertulis dalam Al-Quran sama persis dengan penelitian medis kontemporer dalam bidang embriologi.

Referensi : 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran (Adrie Mesapati, Luki Andriansyah, Gemma A.)


0 Response to "7 Bukti Ilmiah Kebenaran Al-Quran "

Posting Komentar