Sejarah dan Fenomena Simbol The All Seeing Eye




The All Seeing Eye atau mata satu seringkali dikaitkan dengan topik konspirasi. Beberapa pihak mengaitkannya dengan lambang Dajjal. Sementara pihak lainnya menganggapnya sebagai gambar dengan unsur seni yang unik yang seringkali dipakai dalam beberapa karya seni. Namun sebenarnya apa arti lambang The All Seeing Eye atau Mata Satu ini? Dan mengapa akhir-akhir ini lambang ini semakin hari semakin sering terlihat?

Sebagian besar orang mungkin tak menyadari bahwa lambang The All Seeing Eye atau mata satu telah menyelinap dalam kehidupan sehari-hari. Lambang ini seringkali terlihat di tempat-tempat umum melalui logo-logo perusahaan terkenal hingga dipakai di industri hiburan. Maka tak heran jika sadar atau tidak logo ini telah ada di tengah-tengah kita.

Para ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap lambang ini telah menemukan bahwa simbol Mata Satu banyak digunakan pada zaman Mesir kuno. Sementara itu terdapat legenda dan kisah-kisah yang cukup terkenal mengenai lambang misterius ini.

Simbol The All Seeing Eye

Dikisahkan bahwa lambang Mata Satu berasal dari mata Dewa Horus. Dewa Horus sendiri adalah penguasa para dewa dalam mitologi paganis Mesir Kuno yang juga merupakan putra dari Isis dan Osiris.

Menurut legenda yang beredar, tahta Osiris direbut oleh Seth yang merupakan saudaranya sendiri melalui suatu pertarungan yang sengit. Osiris pun tewas dalam pertarungan itu. Melihat ayahnya telah terbunuh, Horus kemudian membalas dendam. Namun sayangnya, dalam pertarungan dengan Seth, Horus harus menelan kekalahan, dan parahnya lagi ia harus kehilangan mata kirinya. Namun kemudian Dewa Ilmu Pengetahuan yang disebut Thoth berhasil memulihkan mata kiri Horus.

Dewa Horus bangsa Mesir Kuno

Menilik dari kepercayaan Mesir Kuno, rupanya mata Horus dipresentasikan sebagai matahari dan bulan. Mata kanan dilambangkan dengan matahari yang memiliki cahaya terang, sedangkan mata kirinya adalah bulan yang memiliki sinar yang lebih redup.

Mata kanan Horus inilah yang dipercaya memiliki kekuatan yang sangat besar dan diyakini memiliki sifat "maha melihat" dalam kepercayaan pagan Mesir Kuno. Dalam mitologi Mesir Kuno pula, mata kanan ini disebut sebagai "Mata Tuhan" (Lucifer).

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa kepercayaan paganis Mesir Kuno telah lama punah seiring dengan runtuhnya kerajaan paganis Mesir Kuno. Namun tunggu dulu! Ternyata para penganut kepercayaan paganis ini masih ada hingga sekarang. Mereka menyatukan diri dengan berbagai kelompok dengan misi menghidupkan kembali kepercayaan mereka pada masa lampau. Salah satu kelompok itu adalah Ordo Kabbalah.

Pada masa Kerajaan Mesir Kuno dahulu, rupanya ordo ini memiliki peran yang sangat penting di kerajaan, yaitu sebagai penasihat Raja Mesir. Penasihat-penasihat raja Mesir Kuno ini juga dikenal sebagai pendeta Amon dan terkenal dekat dengan Raja yang berkuasa saat itu.

Kembali lagi pada Ordo Kabbalah. Kabbalah sendiri merupakan suatu tradisi lisan yang dilakukan untuk meneruskan secara turun temurun pemikiran mereka. Para penganut Kabbalah inilah yang berusaha melestarikan kepercayaan mereka dari masa ke masa. Nah, salah satu dari beberapa simbol Kabbalah ini yang paling dikenal adalah The All Seeing Eye atau Mata Satu atau Wedjat, atau Udjat.

Penggunaan simbol The All Seeing Eye selanjutnya dilestarikan oleh kelompok-kelompok pendukung ajaran ini. Dua kelompok besar dan paling berpengaruh di dunia namun menjalankan kegiatannya secara tak tampak adalah Illuminati dan Freemasonry. Keduanya selalu menyertakan simbol ini dalam berbagai kesempatan. Bahkan salah satu yang paling sering terlihat dan sering digunakan adalah pada uang 1 Dollar Amerika yang secara terang-terangan memasang simbol itu.

The All Seeing Eye dalam uang 1 dollar

Lalu pertanyaannya adalah untuk apa mereka menyertakan simbol itu pada setiap kesempatan? Rupanya tujuan mereka tak lain adalah sebagai simbol eksistensi dan juga kode komunikasi di antara para anggota. Itu saja? Tunggu dulu! Percaya atau tidak sebenarnya mereka telah melakukan semacam doktrinisasi dengan otak serta alam sadar orang-orang yang melihat simbol itu. Itulah sebenarnya misi utama mereka.

Maka tak heran semakin hari simbol ini semakin sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam logo perusahaan-perusahaan terkenal hingga (yang paling rutin menghantarkannya) dunia hiburan. Dengan dukungan dari jaringan perusahaan-perusahaan besar pendukung mereka ditambah lagi dengan kucuran dana yang tak terbatas, mereka dengan mudah menyebarkan simbol-simbol itu.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa informasi akan mempengaruhi alam bawah sadar manusia, apalagi bila informasi itu muncul di saat seseorang sedang beristirahat (gelombang otak ada pada kisaran alpha dan tetha) sambil menonton televisi misalnya. Maka segala informasi tersebut akan masuk ke otak bagian reptil dan diterima tanpa dikritisis lagi sebelumnya. Situasi seperti inilah yang membuat seseorang kemudian dengan mudah menyerap segala sugesti yang masuk ke otak. Maka lambat laun kita akan terbiasa dengan simbol ini dan menganggapnya bukanlah lagi sesuatu yang membahayakan.

Referensi: 50 Misteri Dunia Menurut Al-Quran


0 Response to "Sejarah dan Fenomena Simbol The All Seeing Eye"

Post a Comment