Misteri Penyakit Hemofilia Pada Keturunan Ratu Victoria




Tahun 1861, Pangeran Leopold yang saat itu baru berusia 8 tahun nyaris meninggal dunia saat terkena sakit cacar. Sang ibu yang tak lain adalah Ratu Victoria, menyadari bahwa putra bungsunya ini menderita penyakit misterius dan mematikan. Tak diketahui dari mana asalnya, penyakit ini telah merenggut nyawa anak-anak dan cucu-cucu Ratu Victoria di usia yang sangat belia. Penyakit ini dikenal dengan Hemofilia atau sering juga disebut The Royal Disease.

Dalam artikel 7 Kutukan Paling Mengerikan dan Terkenal di Dunia disebutkan bahwa salah satunya adalah kutukan keluarga Romanov. Keluarga Tsar Nicolas II dari Rusia memiliki putra semata wayang yang bernama Pangeran Alexei Nikolaevich yang menderita penyakit hemofilia. Penyakit yang diderita calon penerus kekaisaran Rusia ini ternyata merupakan penyakit yang diturunkan dari pihak ibunya, yaitu Putri Tsarina Alexandra.

Tsar Nikolas II dan putranya Alexei Nikolaevich

Tsarina Alexandra Fyodorovna adalah anak keenam dari Ludwig IV dan Putri Alice. Putri Alice sendiri adalah anak dari Ratu Victoria. Jadi Tsarina Alexandra adalah cucu dari Ratu Victoria.

Penyakit hemofilia ini diketahui pertama kali muncul di keluarga kerajaan yaitu pada garis keturunan keluarga kerajaan Inggris. Penyakit ini kemudian dianggap sebagai kutukan. Bagaimana tidak, anak-anak laki-laki dari keluarga kerajaan sebagian besar menderita penyakit misterius ini sehingga sebagian besar tak dapat bertahan hingga usia dewasa. 

Penyakit yang menyerang keluarga bangsawan ini  awalnya diketahui semenjak kelahiran putra bungsu Ratu Victoria dan Pangeran Albert yang bernama Pangeran Leopold pada tahun 1853. pada tahun 1861, Leopold menderita penyakit cacar yang hampir membuatnya meninggal dunia. 

Sekilas tentang penyakit hemofilia. Perlu diketahui sebelumnya bahwa penyakit hemofilia hanya diderita oleh pria, namun pembawanya atau diturunkan dalam gen anak perempuana (calon ibu). Bila orang biasa terluka atau mengeluarkan darah, maka dalam waktu singkat luka tersebut akan segera tertutup dengan sendirinya dan mengering. Berbeda dengan penderita hemofilia. Luka karena alasan sepele sekalipun, dapat menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan internal yang serius dan tak jarang berujung pada maut. 

Seorang peneliti bernama John Conrad Otto dari Philadelphia adalah dokter yang pertama kali meneliti penyakit ini pada tahun 1803. Ternyata pada penderita hemofilia ditemukan adanya mutasi dalam satu sel kromosom X dalam proses genetiknya.

Meskipun begitu, anak laki-laki Victoria yang lain seperti Pangeran Edward, Pangeran Alfred, dan Pangeran Arthur lolos dari penyakit ini. Namun ternyata 3 orang anak perempuan Victoria (Vicky, Alice, dan Beatrice) membawa gen penyakit ini yang kelak diwarisi pada keturunannya yang semuanya bangsawan. Semua anak-anak Victoria menikah dengan bangsawan seluruh Eropa. Dan tak heran penyakit ini kemudian menyebar ke seluruh keturunan darah biru di seluruh dataran Eropa.

Silsilah Keturunan Ratu Victoria dan Pangeran Albert yang menderita Hemofilia

Dari diagram di atas kita dapat melihat bahwa sebagian besar anak laki-laki dari garis keturunan Ratu Victoria meninggal dunia di usia sangat muda. Putra bungsu Victoria sendiri yaitu Pangeran Leopold harus menjalani hidup di bawah pengawasan setiap saat. Padahal Pangeran Leopold adalah seorang yang amat cerdas dan suka mencoba hal-hal baru. 

Sementara itu, pengawasan ketat dari sang ibu yang khawatir pada dirinya, membuat Pangeran Leopold merasa tertekan. Tak jarang ia tak mengindahkan larangan orang tuanya. Namun kemampuan pangeran ini untuk hidup bahkan lebih lama dari dugaan amat disyukuri oleh Ratu Victoria. Meskipun pada akhirnya, Pangeran Leopold harus menyerah pada penyakit ini diusianya yang ke 31 tatkala dirinya mengalami pendarahan hebat akibat cedera lutut.

Pangeran Leopold

Sekarang kita membahas tiga putri Victoria yang menjadi pembawa gen/carrier penyakit ini yaitu Vicky, Alice, dan Beatrice dan bagaimana nasib anak laki-laki keturunan mereka.

Putri Victoria atau Vicky adalah putri sulung ratu Victoria. Lahir pada tahun 1840, ia menikah dengan Kaisar Jerman, Frederick III. Dari pernikahannya itu, ia melahirkan 8 orang anak yaitu, William III yang kemudian menjadi Kaisar Jerman, Charlotte, Pangeran Heinrich, Pangeran Sigismund, Putri Victoria, Pangeran Waldemar, Sophie (kelak menjadi Ratu Yunani), dan Margareth yang bergelar Landgravine Hesse-Kassel. Malangnya dua dari anak laki-lakinya mengidap penyakit ini dan meninggal di usia sangat muda, yaitu Pangeran Waldemar (11 tahun) dan Pangeran Sigismund (2 tahun). 

Sementara Putri Alice yang merupakan anak ketiga dan putri kedua Ratu Victoria dan Pangeran Albert, menikah dengan Louis IV Grand Duke of Hesse. Dari pernikahannya ini mereka memiliki 7 orang anak yaitu Aleksandra Fyodorovna, Putri Victoria, Putri Elisabeth, Ernest Louis, Putri Irene, Pangeran Friedrich, dan Putri Marie

Pangeran Friedrich anak laki-laki Putri Alice menderita hemofilia dan meninggal dunia di usia 3 tahun. Sementara putri sulungnya yaitu Aleksandra Fyodorovna adalah nama yang tak asing lagi. Ia adalah istri dari Tsar Nicolas II dari Rusia. Alexandra memiliki 5 orang anak, dengan satu-satunya anak laki-laki yaitu si bungsu Alexei.

Alexei dikenal pengidap hemofilia dan terus sakit sejak kecil. Ibunya yang begitu khawatir pada penyakitnya dan mengingat ia adalah anak laki-laki satu-satunya yang kelak menggantikan ayahnya berkuasa di Rusia, menggunakan berbagai cara agar Alexei dapat sembuh dari penyakit ini. Suatu ketika, Alexei diobati oleh seorang sakti bernama Rasputin

Alexei kemudian dikabarkan membaik kondisinya setelah menerima pengobatan dari Rasputin. Hal ini pulalah yang kemudian menyebabkan Rasputin dekat dengan Tsarina Alexandra selaku istri Tsar Nikolas. Menurut sejarawan, Rasputin juga banyak mempengaruhi keputusan politik yang diambil oleh Tsar. Hal ini pulalah yang kemudian menjadikan Rasputin tak disukai oleh beberapa orang kerajaan yang akhirnya menyebabkan kematiannya dan akhirnya kejatuhan monarki Rusia dan keluarga Tsar seluruhnya dieksekusi.

Sementara itu puri ketiga Victoria yang membawa gen penyakit hemofilia adalah Putri Beatrice. Ia menikah dengan Felipe VI dari Spanyol. Dari pernikahannya itu ia memiliki 4 orang anak yaitu Alexander Mountbatter, Putri Victoria (kelak menjadi Ratu Spanyol), Pangeran Leopold Mountbatten, dan Pangeran Maurice dari Battenberg.

Dua nama pangeran terakhir juga menderita hemofilia dan meninggal dunia di usia 31 dan 23 tahun. Sedangkan Putri Victoria menikah dengan Alfonso XIII dari Spanyol memiliki dua anak laki-laki yang semuanya pengidap penyakit ini yaitu Alfonso dan Gonzalo yang keduanya meninggal dunia di usia muda.

Hampir sebagian besar anak dan cucu laki-laki dari garis keturunan Ratu Victoria (sekitar 16 orang dari tiga keturunan) mengidap penyakit hemofilia dan menyebabkan mereka meninggal di usia sangat muda, beberapa bahkan belum sempat naik tahta. Maka tak heran jika penyakit ini merupakan momok mengerikan bagi keluarga kerajaan selama ratusan tahun dan dianggap sebagai kutukan. Sampai saat ini diperkirakan keturunan Ratu Victoria yang menyebar sebagai bangsawan di seluruh wilayah Eropa dari Spanyol, Jerman, hingga Yunani masih ada yang membawa penyakit ini.


0 Response to "Misteri Penyakit Hemofilia Pada Keturunan Ratu Victoria"

Posting Komentar