Fenomena White Hole di Alam Semesta




Jika kita perhatikan segala sesuatu di alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Misalnya saja proton yang bermuatan listrik positif dan elektron bermuatan negatif. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan pertanyaan atas ditemukannya fenomena Black Hole beberapa tahun yang lalu. Jika ada Black Hole, mungkinkah ada pula fenomena White Hole?

Beberapa  dekade yang lalu dunia astronomi digemparkan oleh penemuan sebuah teori adanya Black Hole (lubang hitam) di luar angkasa. Awalnya, teori ini dianggap mengada-ada dan sangat mustahil. Namun seiring berjalannya waktu dunia fisika modern akhirnya membenarkan adanya fenomena spektakuler ini. 

Beberapa waktu yang lalu, blog merinding.com ini juga membahas Misteri Black Hole, yang disebut juga sebagai sang monster di luar angkasa. Kedua fenomena ini sangat menarik sekaligus agak membingungkan bagi saya untuk menjelaskannya.

Baiklah kita mulai saja. Beberapa dekade yang lalu seperti kita ketahui, keberadaan Black Hole akhirnya terkonfirmasi pada abad ke 20, meskipun sebelumnya fenomena ini cuma teori. Setelah keberadaan Black Hole diakui kebenarannya, muncul kembali sebuah pertanyaan yang mengundang penasaran para fisikawan dan ilmuwan dunia. Pertanyaan itu adalah bila Black Hole sungguh-sungguh ada, mungkinkah ada antitesis dari Black Hole yaitu White Hole (Lubang Putih) yang merupakan "pasangannya" di alam semesta ini?

Sebuah teori menarik kemudian muncul. Teori itu menyatakan bahwa Black Hole sejatinya mirip seperti sebuah terowongan multidimensi yang berada di semesta. Terowongan ini yang pangkalnya menghisap material apa pun yang melewatinya, sebenarnya tidaklah utuh atau tidak berujung (ruang ketiadaan). Mengingat materi-materi yang dihisap Black Hole tadi tidak akan pernah keluar, maka muncul sebuah anggapan bahwa sebenarnya di ujung Black Hole justru ada White Hole.

Ilustrasi Black Hole dan White Hole

White Hole sendiri bisa dikatakan sebagai monster kosmis dan memiliki massa, sudut momentum, ukuran, serta muatan yang sama dengan Black Hole, namun rupanya ia memiliki sifat dan cara kerja yang berbanding terbalik dengan Black Hole. Jika Black Hole berfungsi menghisap segala materi dan cahaya, White Hole justru mengeluarkan cahaya dan materi. Jadi bisa dikatakan bahwa semua materi-materi yang terhisap oleh Black Hole sama dengan materi yang dikeluarkan White Hole. Seimbang bukan?

Proses terbentuknya White Hole hampir sama dengan Black Hole yaitu terjadinya supernova pada satu bintang yang berusia cukup tua di semesta. Ketika pembentukan Black Hole terjadi melalui supernova, inti dari Black Hole itu sendiri akan mengalami big bang yang kemudian menciptakan alam semesta yang baru yang yang materinya berasal dari dimensi lain yang ditelan oleh Black Hole.

Hal yang menarik adalah di antara Black Hole dan White Hole ini adalah Wormholes atau lubang cacing. Teori lubang cacing ini sangat terkenal karena disebut-sebut menghubungkan dengan dimensi lain. Nah, teori ini tentu menjadi favorit bagi penggemar teori time travel kemungkinan adanya penjelajahan waktu.

Wormholes disebut pula sebagai penyalur antar dimensi atau bisa juga dikatakan jalan pintas yang menghubungkan suatu ruang dan waktu yang berbeda. Untuk membantu memahami teori ini, berikut ini adalah ilustrasinya.

Ilustrasi Black Hole, White Hole, Wormhole dan kemungkinan adanya jalan pintas antar dimensi

Sebuah teori menyebutkan pula bahwa White Hole ini memiliki koordinat ruang dan waktu yang tak pasti. Sifatnya yang dapat muncul secara tiba-tiba dan di mana saja serta dapat menghilang kapan pun menyebabkan white hole sangat sulit untuk dideteksi keberadaannya. Itulah yang menyebabkan teori ini masih sebatas dugaan. Beberapa peneliti bahkan mengatakan bahwa White Hole adalah sesuatu yang tidak ada di alam nyata. Mengapa? Karena ternyata keberadaannya berlawanan dengan hukum termodinamika.

Namun seorang peneliti bernama Murray Gell-Man mengatakan bahwa dilihat dari sudut pandang mekanikal kuantum, white hole pasti ada di salah satu sudut alam semesta ini.

Seorang fisikawan dan penggiat astronomi Jerman bernama Dr. Schwarzschild mencoba merumuskan suatu perhitungan matematis untuk membuktikan keberadaan White Hole ini menggunakan perumusan Einstein. Schwarzschild kemudian membuat suatumodel geometri yang terdiri dari White Hole, Black Hole dan dua alam semesta yang terhubung dengan lubang cacing (wormholes). Jadi bisa pula dikatakan bahwa Black Hole, Wormholes, dan White Hole ini satu paket di alam semesta, keberadaannya sama-sama saling mempengaruhi.

Dr. Schwarzschild

Jadi apakah White Hole ini sungguh-sungguh ada? Membutuhkan waktu untuk menjawabnya tentu saja. Kita tunggu saja penelitian mengenai fenomena ini dan semoga mengalami perkembangan pesat ke depannya.


0 Response to "Fenomena White Hole di Alam Semesta"

Posting Komentar