Fenomena Api di Dalam Lautan




Dua orang ahli geologi asal Rusia melakukan penyelaman ke dasar laut di lepas pantai Miami. Saat sedang berada di dasar laut itu mereka melihat suatu fenomena ganjil sekaligus menakjubkan. Aliran air yang sangat panas disertai dengan lava cair mengalir pada retakan batu seperti layaknya proses gunung berapi di daratan. Dan yang lebih menakjubkan lagi, fenomena ini sesungguhnya telah dijelaskan Al-Quran lebih dari 1400 tahun yang lalu...

Suatu fenomena aneh sekaligus menakjubkan terjadi di dasar laut lepas pantai Miami. Sekitar tahun 1990an, dua orang ahli geologi asal Rusia bernama Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov serta seorang rekan mereka asal Amerika bernama Rona Clint melakukan penyelaman untuk meneliti patahan dan kerak bumi di dasar lautan. Mereka lalu melakukan penyelaman hingga sedalam 1750 km menggunakan kapal selam.

Saat sedang berada di dasar lautan itulah mereka melihat pemandangan yang tak biasa. Fenomena aliran air yang sangat panas disertai dengan semburan lava cair yang mengalir pada retakan batu terjadi di bawah laut! Fenomena ini sekilas mirip dengan letusan gunung berapi di darat.

Lava yang amat panas itu bahkan mampu mendidihkan air hingga lebih dari 1000 derajat celcius. Namun ajaibnya dengan tingkat panas yang begitu tinggi, air laut sama sekali tidak mengalami penguapan. Sebaliknya, dengan begitu besarnya debit air di lautan, tak membuat api padam. Keduanya seperti sama sekali tak mempengaruhi. Fenomena ini agak mirip dengan fenomena pertemuan dua lautan.

Selain itu pula, hal yang tak kalah mencengangkannya lagi adalah setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, didapati banyak sekali gunung api yang aktif di bawah laut dan tersebar di seluruh lautan.

Fenomena api di dalam lautan

Lalu bagaiman fenomena aneh ini dapat terjadi? Begini penjelasannya. Kalian pernah mendengar istilah seafloor spreading? Seafloor spreading adalah istilah dalam ilmu geologi dalam menggambarkan pemisahan lantai laut. Pemisahan lantai laut ini dapat terjadi karena kurang padatnya lapisan bebatuan pada bagian permukaan batuan di sekitarnya.

Nah, lava kemudian naik melalui kerak menuju ke celah-celah yang ada di dasar lautan. Setelah itu, cairan lava panas tadi akan menyembur yang disertai pula dengan debu vulkanik. Lava panas yang menyembur tadi suhunya dapat mencapai ribuan derajat Celcius.

Teori Seafloor Spreading

Teori seafloor spreading ini pertama kali diungkapkan oleh Harry Hess, seorang ahli geologi. Hess mendapatkan teori ini sebagai hasil perkembangan setelah sebelumnya teori ini diajukan oleh Alfred Wegener. Dalam teorinya ini, Hess mengatakan bahwa pergerakan benua-benua di bumi adalah hasil dar pemekaran dasar lautan. Penyebabnya tak lain adalah adanya aktivias magma di bawah kerak bumi.

Pada tahun 2009, peneliti-peneliti yang berasal dari NOAA dan R.O.V. Jason melakukan penelitian pada kativitas vulkanik yang terjadi di dasar lautan di wilayah West Mata, Hawaii. Pada penelitian ini disampaikan kesimpulan bahwasanya ada sekitar 60% gunung berapi aktif di antara lempeng tektonik.

Faktanya sebagian besar gunung berapi yang aktif dapat terlihat di permukaan tanah dan gunung-gunung berapi yang aktif itu banyak bersembunyi di dalam lautan. Gunung-gunung berapi yang dapat menciptakan fenomena api di dasar lautan sebagian besar mengelilingi Samudera Pasifik, tepatnya di sepanjang sabuk Ring of Fire.

Meskipun fenomena aneh dan mengagumkan ini telah didapati penyebabnya, namun yang paling mengagumkan adalah ternyata fenomena ini telah diungkap Al-Quran melalui sebuah ayatnya. Seperti kita ketahui, Al-Quran telah diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu, di mana saat itu alat dan ilmu pengetahuan juga belum memadai untuk melakukan penjelajahan di dalam lautan. 

"Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah, atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api, dan di bawah api terdapat lautan."
(HR. Abu Daud)


0 Response to "Fenomena Api di Dalam Lautan"

Post a Comment