7 Kasus Pembunuhan Paling Misterius di Indonesia




Setelah sekian lama, akhirnya blog merinding.com membahas kasus di Indonesia! Ya, atas permintaan dari para pembaca setia merinding.com, akhirnya saya memutuskan untuk membuat artikel ini. Oiya, beberapa waktu yang akan datang, blog ini juga akan membahas misteri dan fenomena aneh di Indonesia. Tungguin yaa..

Terkait masalah kasus pembunuhan, ternyata di Indonesia juga banyak kasus-kasus pembunuhan misterius yang belum terungkap hingga hari, baik itu siapa pelakunya ataupun motif dibalik kasus  tersebut. Meskipun beberapa sudah masuk ke meja hijau, seperti kasus Munir misalnya, namun kasus ini tetap saja misterius sekaligus menarik untuk dibahas.

Baiklah, ini dia 7 kasus pembunuhan paling misterius dan belum terungkap di Indonesia dan masih menyisakan tanda tanya.


1. Oto Iskandar di Nata



Oto Iskandar di Nata adalah seorang pahlawan nasional Indonesia berjuluk si Jalak Harupat. Pria kelahiran Bojongsoang, Bandung ini tercatat sebagai Menteri Negara kabinet pertama Republik Indonesia tahun 1945.

Pada tanggal 19 Desember 1945, menurut beberapa referensi Oto diculik oleh suatu laskar yang bermarkas di Tangerang dan dibawa ke suatu tempat yang terletak di pesisir Pantai Mauk. Itu adalah hari terakhir ia terlihat setelah kemudian dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya belum ditemukan hingga sekarang. Tanggal 20 Desember 1945 ditetapkan sebagai hari kematiannya dan tanggal 6 November 1973, ia secara resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Banyak spekulasi berkembang mengenai kematiannya hingga sekarang. Baik penyebab kematian bahkan di mana jasad sosok yang terkenal pemberani ini dimakamkan masih menyisakan misteri.


2. Marsinah



Marsinah adalah seorang aktivis sekaligus buruh pabrik PT. Catur Putra Surya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pada saat usianya 24 tahun, ia diculik dan ditemukan tiga hari kemudian telah tewas terbunuh pada tanggal 8 Mei 1993. Mayat wanita yang dikenal gigih membela kaum buruh ini ditemukan di hutan yang terletak di Dusun Jegong, Desa Wilangan. Jasad Marsinah ditemukan dalam keadaan penuh luka parah bekas penyiksaan. 

Pada awal bulan Mei 1993 sebelum peristiwa penculikannya terjadi, Marsinah terlibat dalam aksi unjuk rasa. Unjuk rasa itu menuntut 12 tuntutan yang di antaranya adalah kenaikan upah pokok. Unjuk rasa ini pun membuat mogoknya para buruh. Marsinah menjadi salah satu dari perwakilan buruh itu yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.

Hanya berselang beberapa hari kemudian, Marsinah diculik. Kasus pembunuhan sadis pada Marsinah tercatat dalam organisasi buruh Internasional (ILO) dan kasusnya masih misterius hingga sekarang.


3. Ita Martadinata Haryono



Ita Martadinata Haryono adalah seorang aktivis HAM yang dibunuh secara misterius. Ia masih duduk di bangku kelas III SMA Paskalis saat dirinya dibunuh pada tanggal 9 Oktober 1998. Ita ditemukan di kamarnya di bilangan Jakarta Pusat dengan kondisi mengenaskan. Bagian perut, lengan kana, dan juga dadanya ditikam sampai sepuluh kali. Pada bagian lehernya juga ditemukan bekas sayatan.

Kejadian mengenaskan ini rupanya terjadi hanya berselang setelah 3 hari Tim Relawan untuk Kemanusiaan melakukan konferensi pers dan mengatakan bahwa beberapa anggota aktivisnya telah mendapatkan ancaman pembunuhan.

Saat itu pihak berwajib mengumumkan bahwa gadis 18 tahun itu hanya menjadi korban kejahatan seorang yang ingin mencuri dirumahnya, kemudian ketahuan. Sehingga pelaku membunuh Ita. Namun demikian, banyak yang meragukan keterangan polisi tersebut dan berasumsi bahwa pembunuhan terhadap Ita memang telah direncanakan.


4. Fuad Muhammad Syafruddin



Muhammad Fuad Syafruddin atau Udin adalah seorang wartawan asal Yogyakarta yang bekerja di Bernas. Tanggal 13 Agustus 1996, ia dilaporkan dianiaya oleh orang tak dikenal di depan rumah kontakannya di Dusun Gelangan Samalo. Setelah peristiwa penganiayaan itu, ia tak sadarkan diri dan jatuh koma. Udin sempat dirawat di RS Bethesda dan menjalani operasi otak esok paginya. Namun karena luka yang dideritanya amat parah, Udin meninggal dunia sore hari tanggal 16 Agustus 1996.

Kasus Udin menjadi ramai dan sarat akan kontroversi tatkala Edy Wuryanto yang menjabat sebagai Kanit Reserse Umum Polres Bantul dilaporkan telah membuang barang bukti kasus Udin.Barang bukti itu berupa buku catatan Udin beserta sampel darah. Dalam buku catatan itu sendiri diduga berisi data sejumlah kasus. 

Edy Wuryanto akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan. Meskipun tampaknya kasus telah usai, namun banyak yang percaya bahwa sesungguhnya Edy Wuryanto hanyalah kambing hitam. Ada dalang yang sebenarnya bersembunyi di baliknya.


5. Munir



Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM Indonesia yang dikenal sangat vokal dalam membela hak-hak aktivis yang menjadi korban penculikan. Pria kelahiran Malang pernah menangani beberapa kasus yang cukup terkenal di Indonesia, bahkan salah satunya adalah kasus pembunuhan Marsinah.

Munir meninggal dunia dalam perjalanannya dari Indonesia menuju Amsterdam pada tanggal 7 September 2004. Pesawat yang ditumpanginya transit di bandara Changi, Singapura. Saat pesawat GA-974 take off, seorang awak kabin melaporkan bahwa ada penumpang di kursi nomor 40 G yang tak lain adalah Munir menderita sakit. Ia kemudian dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang berprofesi dokter.

Dua jam sebelum mendarat di Amsterdam tanggal 7 September 2004 pukul 08.10 waktu setempat, Munir dinyatakan meninggal dunia. Tanggal 12 November di tahun yang sama polisi Belanda yang melakukan penyelidikan menemukan jejak senyawa arsenik dalam tubuh Munir.

Baca selengkapnya : Misteri Pembunuhan Munir


 6. Kasus Setiabudi 13



Kasus Setiabudi 13 atau Pesona 13 adalah kasus mutilasi misterius yang terjadi tahun 1981. Kasus ini pulalah yang kemudian diyakini sebagai kasus mutilasi pertama yang terjadi di Indonesia.

Dua buah kardus berisi 13 potong mayat manusia ditemukan di trotoar persimpangan Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan. Yang aneh pada kasus ini adalah meskipun mayat terpotong hingga 13 bagian, namun bagian wajah, telapak tangan dan kaki, yang berguna saat proses identifikasi, masih dalam kondisi utuh. Namun polisi tak berhasil menemukan identitas korban, bahkan setelah informasi tentang korban diberitakan besar-besaran. 

Mayat pria yang diduga berusia 18-21 tahun ini sampai hari ini tidak pernah terungkap, begitu pula dengan identitas sang pembunuh.


7. Akseyna Ahad Dori



Akseyna Ahad Dori atau Ace adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan sudah tak bernyawa di Danau Kenanga, Kampus UI, Depok, Jawa Barat. Tubuhnya ditemukan terapung di danau itu pada tanggal 26 Maret 2015 dengan tas ransel berisi batu yang berada di punggungnya.

Kasus kematian Akseyna bisa jadi mirip dengan kasus-kasus yang ada di kisah-kisah misteri. Bagaiman tidak, awalnya ketika ditemukan meninggal dunia tenggelam di danau, banyak dugaan yang menyatakan bahwa dirinya bunuh diri. Mengingat tas ransel yang seperti sengaja diisi batu. Belum lagi ditemukan surat wasiat yang diduga ditulis Akseyna.

Namun beberapa fakta justru membuat kasus ini semakin mengarah pada dugaan pembunuhan. Surat wasiat yang ditulis Akseyna sebelum meninggal diduga rekayasa. Belum lagi penemuan fakta bahwa ia mendapatkan kekerasan fisik dan tubuhnya diseret sebelum akhirnya ditenggelamkan juga menimbulkan kecurigaan. 

Sampai saat ini kasus kematian Akseyna masih misterius setelah hampir 3 tahun berlalu. Namun pihak keluarga masih terus berharap ada titik terang pada kasus ini yang dapat membongkar siapa sebenarnya dalang pembunuhan mahasiswa jurusan Biologi Universitas Indonesia tersebut.


0 Response to "7 Kasus Pembunuhan Paling Misterius di Indonesia"

Posting Komentar