7 Bantahan Teori Konspirasi Pendaratan Manusia di Bulan




Pada tanggal 16 Juli 1969, proyek Apollo 11 yang membawa manusia pertama kali ke bulan benar-benar menjadi kenyataan. Dengan menggunakan roket Saturn IV, Apollo 11 berhasil mendaratkan awaknya tepat pada tanggal 20 Juli 1969. Proyek yang menjadi ambisi besar presiden John F. Kennedy itu pun serta merta menjadi kabar gembira bagi dunia. Terlebih 3 orang awaknya berhasil kembali ke bumi dengan selamat.

Namun rupanya, ada berbagai teori yang ingin membuktikan bahwasanya pendaratan Neil Amstrong di bulan tak lebih dari sekadar rekayasa bernilai milyaran dollar. Teori konspirasi ini rupanya pertama kali muncul di tahun 1974. 

Kala itu seorang pria bernama Bill Kaysing menulis sebuah buku bertajuk "We Never Went to The Moon : America's Thirty Billion Dollar Swindle". Di buku itu Kaysing mengemukakan bahwa Amerika telah memalsukan pendaratan di bulan. Rupanya hal ini merupakan hasil investigasi Kaysing berdasarkan pada bukti foto dan video pendaratan di bulan yang menurut pendapatnya sangat janggal.

Berikut ini adalah 7 bantahan dari teori konspirasi pendaratan manusia di bulan yang telah coba dijelaskan oleh para ahli dan peneliti.


1. Bendera Amerika yang berkibar


Salah satu foto paling terkenal sekaligus kontroversial adalah seorang astronot yang berdiri tepat di depan bendera Amerika. Namun rupanya bendera itu telah menarik perhatian bagi para penganut teori konspirasi. Dasar pemikirannya sederhana, mengapa bendera itu bisa berkibar sementara di bulan sendiri hampa udara. Hanya udara saja yang mampu mengibarkan bendera.

Bantahan: Rupanya untuk bisa berkibar, bendera tidaklah selalu membutuhkan angin. Paling tidak itulah yang terjadi di luar angkasa. Seperti bisa kita lihat pada foto tersebut. Bendera dipancangkan pada tiang vertikal itu juga memiliki semacam tiang horizontal yang menyangga bagian atas bendera. Permukaan bulan yang keras rupanya meyulitkan para astronot saat pertama kali memancangkan bendera harus maju dan mundur agar dapat tertanam dengan baik.

Hal ini rupanya berakibat bendera tersebut berada pada kondisi vakum di bulan yang menyebabkan gerakan bendera tak berhenti. Bendera yang bergoyang itu justru semakin membuktikan lokasi pengambilan gambar sungguh-sungguh di bulan karena gravitasi bulan 1/6 gravitasi bumi.


2. Tidak adanya kawah bekas pendaratan


Salah satu teori konspirasi yang menyebut bahwa pendaratan di bulan hanya rekayasa yang diambil di sebuah studio film mengatakan argumennya bahwa harusnya pendaratan Apollo meninggalkan bekas semacam lubang di permukaan bulan. Sementara itu pada foto-foto yang dirilis pihak NASA, permukaan bulan cenderung mulus seperti tak ada tanda bekas pendaratan sebelumnya.

Bantahan: Untuk dapat melakukan pendaratan sebenarnya justru tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi, tetapi kecepatan yang lambat. Ingat, logikanya tidak ada seorang pun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam, bukan?

Menurut Ensiklopedia Astronautica, semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket yang diperlambat memiliki semburan hanya berkisar 1500 kg ketika mendekati permukaan. Dengan ukuran roket sebesar 2300 inci dan diameter pipa pengeluaran 54 inci, maka semburan roket saat akan mendekati permukaan hanya memiliki tekanan 0,75 kg. Yang artinya tekanan hanya sebesar itu tak akan mampu menciptakan lubang besar atau kawah di permukaan bulan.


3. Bayangan di bulan yang mengarah ke mana-mana



Jika diperhatikan pada beberapa foto astronot dan benda-benda yang  dibawanya pada foto-foto yang dirilis NASA, maka akan didapati bayangan dari benda-benda tersebut memiliki arah yang berbeda. Hal ini kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa ada beberapa lampu sorot yang bekerja di ruangan studio untuk menerangi objek sehingga bayangan mengarah ke arah yang berbeda-beda.

Bantahan: Pada permukaan bulan sebenarnya terdapat kawah, bebatuan, serta gundukan yang otomatis membuat permukaannya menjadi tidak rata. Cahaya yang menyentuh permukaan yang tidak rata itulah yang kemudian akan terlihat membengkok ke segala arah. Terlebih lagi foto-foto yang dipublikasikan NASA memang diambil bukan dari atas, melainkan dari bawah, sehingga bayangan terlihat menuju ke arah yang berbeda-beda.


4. Tidak adanya bintang di langit


Sebuah foo yang diambil dari permukaan bulan memperlihatkan langit gelap menimbulkan tanda tanya bagi penganut teori konspirasi. Menurut mereka tanpa atmosfer langit bulan akan menjadi gelap. Dengan kondisi seperti ini seharusnya objek-objek terang seperti bintang contohnya, dapat dengan mudah terlihat. Namun di dalam foto-foto justru langit terlihat bersih tak ada bintang satu pun juga.

Bantahan: Seorang asronot yang telah enam kali pergi ke luar angkasa bernama Mugrave mengatakan bahwa jika seseorang berada di luar pesawat dan di bawah sinar matahari yang terang, maka ia tidak dapat melihat bintang-bintang. Bintang-bintang dapat terlihat ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan mata seseorang tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan gelap.


5. Tertangkapnya foto batu dengan huruf C di atasnya


Sebuah foto yang telah diclose up pada misi Apollo 11 menunjukkan sebuah batu dengan huruf C di atasnya. Hal ini kemudian menimbulkan spekulasi bahwa batu tersebut digunakan sebagai properti saat syuting. Foto ini menjadi salah satu senjata orang-orang yang percaya teori konspirasi untuk menyerang NASA. Lalu bagaimanakah bantahannya?

Bantahan: Sebuah website yang membahas mengenai anomali bulan menjawab pertanyaan ini. Huruf C pada batu itu adalah sehelai rambut yang tak sengaja tersangkut pada kertas ketika foto diproses. Buktinya adalah foto yang sama yang diproses kemudian sama sekali tidak menunjukkan adanya huruf C tersebut.


6. Jejak kaki Edwin Aldrin


Salah seorang astronot yang menginjakkan kakinya di bumi adalah Edwin Aldrin. Ia rupanya sempat meninggalkan sebuah jejak sepatu pada permukaan bulan. Menurut pemercaya teori konspirasi, bagaimana mungkin Aldrin bisa membuat jejak kaki yang begitu sempurna pada permukaan bulan yang berstruktur kering. Jejak kaki itu seperti dicetak pada debu tanah yang sudah dicampu air. Apalagi mengingat gaya gravitasi di bulan hanya 1/6 bumi.

Bantahan: Sebagian besar permukaan bulan sebenarnya terdiri dari silika yaitu sebuah material unik yang dapat menempel satu sama lainnya. Sementara itu debu yang berada di bulan terbentuk dari sisa-sisa tabrakan asteroid dan mikrometeorit. Partikel-partikel itulah yang membuat permukaan bulan menjadi kasar dan bergerigi sehingga memungkinkan untuk membuat jejak kaki seperti itu.

Sementara itu mengenai gaya gravitasi bulan yang hanya 1/6 bumi dan tidak akan mampu membuat jejak seperti itu walaupun berat astronot hinga 400 kg. Tapi tunggu dulu, menurut teori Newton, di mana pun di seluruh jagad raya ini, massa tetaplah sama.


7. Teori sabuk radiasi Van Allen


Disebutkan oleh teori konspirasi bahwasanya untuk dapat mencapai bulan, pesawat Apollo 11 tersebut harus melintasi sabuk radiasi Van Allen yang dipercaya sangat tidak mungkin untuk dilakukan mengingat radiasi yang bisa ditimbulkannya. Sabuk Van Allen sendiri sejatinya terdiri dari partikel dan radiasi kosmik yang tertangkap oleh medan magneik bumi.

Bantahan: NASA rupanya jauh-jauh hari sebelum proyek ini terlaksana telah memperhitungkan mengenai sabuk Van Allen dan radiasinya. Namun ternyata jumlah radiasi yang diterima astronot saat melewati sabuk Van Allen tersebut hanya 1 rem. Menurut perhitungan yang berlaku tingkat radiasi 100-200 dapat membuat para astronot jatuh sakit, dan radiasi mencapai 300 rem dapa dengan mudah membunuh astronot.

Sabuk Van Allen sendiri berlokasi di 40 derajat Latitude dan 20 derajat di atas dan di bagian bawah equator magnetik. Jadi Apollo sebenarnya hanya bergerak pada posisi 30 derajat. Itulah mengapa para astronot hanya mendapatkan tingkat radiasi yang sangat minim.


0 Response to "7 Bantahan Teori Konspirasi Pendaratan Manusia di Bulan "

Post a Comment