Sejarah Ramalan Bintang dan Kebohongan di Baliknya



Ramalan bintang atau Zodiac atau Horoskop beberapa dekade terakhir ini banyak menarik minat pembaca. Dari mulai majalah, koran, acara televisi, hingga internet belakangan ini menjadi media untuk mencari apa peruntungan mereka untuk bulan ini atau minggu ini. Beberapa orang ada yang mempercayai ramalan ini dan menjadi begitu fanatik padanya. Benarkah ramalan yang didasarkan pada astrologi ini bisa dipercaya?

Kata Zodiac berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata zoodiacos cyclos yang artinya lingkaran hewan. Kata Zodiac sendiri konon telah ditemukan jauh sebelumnya yaitu sekitar abad 4 SM pada masa kebudayaan Mesir Kuno.

Menurut mitologi Yunani, setiap manusia memiliki lambang zodiac berdasarkan pada bulan kelahirannya. Terdapat 12 zodiac menurut mitologi tersebut yaitu aries, taurus, gemini, cancer, leo, virgo, libra, scorpio, sagitarius, capricorn, aquarius, dan pisces. Kedua belas zodiac ini digambarkan dengan berbagai lambang berbeda mulai dari ikan untuk pisces, timbangan untuk libra, dan sebagainya yang menurut sejarah Yunani kuno merupakan lambang dari hewan atau pahlawan yang merupakan lingkup dari dewa-dewi Yunani kuno.

Dalam perkembangannya selanjutnya, zodiak ini ditemukan di masa Babylonia kuno. Setelah itu diketahui menyebar pada masa abad pertengahan di Eropa, dan terus berkembang dan dipercaya di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Artefak bergambar zodiak dari Mesopotamia kuno

Apakah kalian adalah salah satu orang yang sering membaca hal-hal seperti ini? Atau bahkan mendatangi peramal atau dukun atau orang pintar? Berhentilah! Sesungguhnya hal-hal seperti ramalan bintang maupun ramalan-ramalan yang lainnya hanyalah tipuan. Kalian selama ini telah dibohongi.

Ini adalah salah satu ramalan zodiak mengenai watak seseorang yang diambil dari sebuah website ramalan:

...merupakan sosok yang sangat halus dan suka akan kejujuran, memiliki jiwa penyayang yang sangat tinggi terhadap sesama juga terhadap hewan peliharaan, suka berhemat, pekerja keras, dan pantang menyerah...

Jika membaca ramalan tentang watak seseorang berdasarkan ramalan bintang seperti di atas, bisa jadi itu adalah watak yang semua orang inginkan. Jika kalian lebih teliti lagi, ramalan-ramalan seperti itu sifatnya umum dan bisa untuk siapa saja, tetapi dengan lihainya dibuat seolah-olah untuk personal dan spesifik.

Apa kalian pernah mendengar Efek Barnum? Efek Barnum adalah sebuah manipulasi psikologi di mana variabel yang sebenarnya bersifat umum dimanipulasi sedemikian rupa menjadi seolah-olah bersifat spesifik. Efek Barnum ini menyatakan orang akan sangat senang bila merasa istimewa, padahal sebenarnya tanpa sadar, orang lain juga merasakan hal yang sama seperti kita. Efek inilah yang dipakai pada ramalan-ramalan bintang, shio, membaca karakter, hingga ramalan karakter manusia berdasarkan golongan darah.



Misalnya saja seperti contoh salah satu ramalan bintang membaca watak di atas. Di mana dikatakan orang dengan zodiak Leo adalah orang yang tersiksa jika melakukan kejahatan. Sifat seperti itu bukanlah sifat spesifik. Itu adalah sifat dasar manusia di mana manusia akan merasa tersiksa jika melakukan kesalahan atau kejahatan.

Perhatikan kalimat terakhir: "Jika terlanjur melakukan kejahatan, dia akan berusaha menebus atau setidaknya berusaha untuk tidak mengulangi kejahatannya." Apa kalian bisa melihat bahwa ini merupakan sifat umum atau dasar seseorang yang bila melakukan kejahatan akan berusaha menebus dan tidak akan mengulangi.

Jadi mulai sekarang berhentilah membaca apalagi sampai percaya pada ramalan-ramalan seperti ini. Ini juga berlaku pada ramalan-ramalan membaca karakter orang, shio, serta ramalan dengan menggunakan golongan darah juga sama-sama menggunakan efek Barnum.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Ramalan Bintang dan Kebohongan di Baliknya"

Posting Komentar