Sejarah Ksatria Templar (Cikal Bakal Freemasonry)



Sebagian besar orang menganggap berbagai pemberontakan dan gejolak revolusi yang terjadi di Perancis hingga Rusia adalah karena keinginan rakyat untuk bebas dari kezaliman yang dilakukan oleh raja dan para bangsawan. Namun tahukah kalian bahwa ada satu kelompok yang memainkan peranan besar di sini secara sembunyi-sembunyi dan terencana hingga pemerintahan yang sah berhasil digulingkan...

Kelompok Ksatria Templar (The Knights Templar) pertama kali didirikan pada tahun 1118 oleh dua ksatria Prancis bernama Hugues de Payens dan Godfrey de Saint-Omer. Ksatria Templar awalnya dikenal sebagai "Pauper Commilitones Christi Templique Salomonis" yang berarti "Prajurit Miskin Kristus dan Kuil Solomon". Meskipun didirikan pada tahun 1118, namun sebenarnya cikal bakal kehadiran kelompok ini telah ada saat Perang Salib tahun 1095.

Hugues de Payens dan Godfrey de Sain-Omer

Mirisnya Ksatria Templar dan nama julukannya benar-benar tak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Para ksatria yang "miskin" itu memiliki harta yang sangat banyak hingga menguasai perekonomian. Selain itu pula sikap mereka sangat bertentangan dengan gereja. Para ksatria ini ternyata melakukan riual okultis dan paganisme yang benar-benar keluar dari ajaran Kristiani.

Lalu bagaimana dan dari mana para Ksatria Templar ini mendapatkan ajaran yang sebelumnya tidak pernah dikenal itu?

Perubahan yang terjadi pada para ksatria ternyata berawal dari aktivitas penggalian yang mereka lakukan di sekitar Kuil Sulaiman (Temple of Solomon : dalam literasi Yahudi). Menurut kisah yang beredar, Raja Baldwin yang memimpin Yerusalem saat itu memberikan salah satu tempat di istananya untuk ditempati oleh 9 orang templar yang dipimpin oleh Hugues de Payens. Di tempat itu lah mereka melakukan penggalian dan akhirnya menemukan naskah-naskah kuno yang kemudian menginspirasi mereka untuk melakukan penyembahan pada dewa-dewa dan berhala. Naskah-naskah kuno itu tak lain adalah Kabbalah.

Temple of Solomon
Dalam lembaran naskah-naskah Kabbalah itu ternyata mengajarkan berbagai ritual okultis serta praktik ilmu sihir yang berasal dari kebudayaan zaman Mesir Kuno. Para ksatria ini kemudian menjadikan naskah tersebut sebagai pedoman hidup. Ajaran paganis dan okultis ini juga secara mengejutkan telah menyebar ke berbagai penjuru dunia saat ini.

Kitab Zohar (Sumber utama Kabbalah)

Para Ksatria Templar ini selanjutnya hidup serba mewah bergelimang harta. Mereka juga menempati posisi-posisi penting di dalam pemerintahan. Hal ini membuat mereka angkuh dan bersikap seenaknya pada para pemimpin di Eropa, bahkan pada Paus Clement V yang saat itu merupakan pemegang otoritas keagamaan tertinggi.

Hal ini rupanya membuat geram dan marah para penguasa Eropa. Puncaknya adalah keluarnya perintah untuk menghabisi para ksatria templar tersebut yang diprakarsai oleh Raja Prancis, Phillip IV pada tahun 1307. Aksi ini kemudian diikuti oleh para penguasa Eropa lainnya yang didukung pula oleh gereja. Konon Raja Phillip IV memiliki hutang dalam jumlah sangat besar pada templar.

Apakah kalian tahun dari mana istilah Friday 13th? Pada 14 September 1307, Raja Phillip IV memberikan mandat dan perintah untuk melakukan penangkapan pada seluruh templar yang ada di Perancis tepat saat fajar hari Jumat tanggal 13 Oktober 1307. Pada peristiwa itu lebih dari 5000 templar berhasil ditangkap beserta pemimpin mereka Jacques de Molay. Namun sekitar 20 templar berhasil menyelamatkan diri. Mereka yang berhasil ditangkap segera diadili dan dieksekusi.

Proses eksekusi pada para ksatria templar

Ksatria Templar yang berhasil menyelamatkan diri beserta dengan naskah-naskah Kabbalah, hidup dengan penuh ketakutan dalam persembunyian mereka, hingga pada suatu hari nasib baik datang. Penguasa Skotlandia bernama Robert de Bruce mengizinkan para templar untuk tinggal di wilayahnya yang saat itu terputus dengan Vatikan.

Untuk menghindari adanya kecurigaan pada Raja Robert de Bruce, para ksatria templar ini kemudian mengganti identitas mereka menjadi tukang batu yang dikenal juga dengan sebutan Mason. Ksatria Templar lalu berubah identitas menjadi "Freemasonry". Pada perkembangannya mereka berhasil mendirikan berbagai bangunan di Edinburg, Skotlandia. Salah satunya yang terkenal adalah Kapel Rosslyn yang secara erang-terangan dipenuhi dengan berbagai simbol okultisme dan paganis.

Salah satu sudut Kapel Rosslyn

Kelompok Freemasonry ini kemudian mulai menyusun rencana dan langkah-langkah yang  tak lain untuk mewujudkan misi mereka untuk menguasai dunia dengan menciptakan New World Order yaitu tatanan dunia baru dengan satu pemerintahan dan satu kepercayaan dengan ideologi paganis.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Ksatria Templar (Cikal Bakal Freemasonry)"

Posting Komentar