Benarkah Bulan Pernah Terbelah?




Beberapa tahun lalu, dunia Islam ramai oleh kesaksian seorang Muslim Inggris yang menyatakan bahwa bulan pernah terbelah. Kesaksiannya ini didapatkan dari pernyataan seorang ilmuwan antariksa Amerika pada tahun 1978. Ia menyatakan bahwa banyak bukti yang terdapat di permukaan bulan yang dapat menguatkan pernyataan tersebut. Benarkah bulan memang pernah terbelah?

David Musa Pidcock, seorang muslim asal Inggris pata tahun 2004 membuat pernyataan mengejutkan. Menurutnya ia pernah melihat sebuah program di tahun 1978 mengenai kesaksian seorang ilmuwan antariksa Amerika Serikat (yang tidak disebutkan namanya) yang meyatakan bahwa ia melihat bukti-bukti kuat di permukaan bulan bahwa bulan sebelumnya pernah terbelah dua.

Pernyataan ini kemudian pernah dibahas dan ditulis ramai di berbagai media dan bahkan website-website besar di Indonesia yang kemudian menyangkutkannya dengan ayat Al-Quran Surah Al-Qamar ayat 1. 

Berita itu juga diperkuat dengan gambar-gambar bulan dengan patahan atau belahan di permukaannya. Gambar-gambar tersebut didapatkan dari Badan Antariksa Amerika (NASA). Namun pada kenyataannya keterangan dari NASA sendiri tidak menyangkutpautkan gambar tersebut dengan kenyataan bahwa bulan dahulunya pernah terbelah.

Foto-foto patahan/belahan yang terdapat pada permukaan bulan (Sumber:NASA)

Foto-foto NASA di atas menunjukkan belahan atau patahan yang terdapat pada permukaan bulan yang disebut juga dengan Rille. Di bulan sendiri ada banyak Rille, antara lain; Rille Venetian, Rille Hadley, Rille Schroeter, dan Rille Martians. 

Rille sendiri terbentuk dari bekas aliran lava balistik cair yang terdapat di sepanjang permukaan bulan atau bawah tanah permukaan bulan yang kemudian runtuh sehingga kemudian terlihat pada permukaan bulan.

Hasil penelitian Strain dan El-Baz yang dilakukan pada tahun 1976, panjang rille berkisar antara 12 hingga 79 km dengan lebar sekitar 0,8-4,8 km dengan kedalaman dari 100-300 meter. Rille ini semakin mengarah ke utara maka akan semakin dangkal.

Rille memiliki berbagai macam bentuk, ada yang lurus panjang, ada pula yang seperti aliran sungai. Bentuk seperti ini banyak ditemukan di permukaan bulan. Rille memang memiliki panjang ratusan kilometer. Namun kenyataannya adalah Rille tersebut tidaklah mengelilingi seluruh permukaan bulan seolah-olah terbelah (panjang rille hanya 300 km atau sekitar 1/36 dari 10.921 km keliling bulan. Jadi goresan atau patahan itu tidaklah mengelilingi bulan sebagaimana anggapan publik.

Menurut beberapa media, fenomena terbelahnya bulan tercatat dalam beberapa manuskrip kuno. Salah satunya adalah manuskrip Suku Maya. Manuskrip ini menyebutkan bahwa dahulu di bulan pernah terjadi gempa sehingga menyebabkan bulan terbelah dua. Peristiwa ini terjadi sekitar 9 Februari 623.

Sementara itu dalam manuskrip Malabar juga diceritakan bahwa Raja Cheraman Perumal yang melihat fenomena bulan terbelah tersebut langsung memeluk Islam. Namun sejarawan B.S. Rao menyatakan bahwa Raja Cheraman Perumal masuk Islam melalui dakwah di Kerala, India.

Lukisan lelaki Persia menunjuk pada bulan terbelah (abad 16 M)

Beberapa paparan literatur klasik menyebutkan hal ini, namun masih dengan fakta-fakta yang lemah. Selain itu pula, bila kejadian ini memang benar-benar pernah terjadi pastinya akan terlihat di bagian bumi yang lainnya, dan tenu saja akan dicatat dan diabadikan dalam berbagai manuskrip dan sejarah karena merupakan perisiwa besar dan anomali alam yang sangat spektakuler. 

Sementara itu, di kalangan ulama dan cendikiawan muslim sendiri masih banyak perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat bahwa bulan memang benar-benar pernah terbelah, namun tak sedikit yang meyakini bahwa ayat 1 dalam Surat AL-Qamar tersebut sebenarnya bermakna kiasan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Bulan Pernah Terbelah?"

Posting Komentar