Pohon Gharqad dan Bangsa Yahudi




Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu dan pohon berkata, "Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja, kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.
(H.R Muslim)


Hadits riwayat Muslim di atas sebenarnya menjadi tanda tanya beberapa abad yang lalu. Hadits Rasulullah itu terdengar kurang relevan pada saat itu. Mengapa? Karena pada saat itu dan beberapa abad setelahnya bangsa Yahudi selalu berada di bawah perlindungan Islam. Bangsa ini selalu menjadi musuh bagi bangsa lain dan hampir tidak ada tempat bagi mereka di manapun juga.

Masih ingatkah kita bahwa bangsa Yahudi di zaman Nazi Hitler dicari-cari untuk dibantai? Keberadaan mereka terancam di mana-mana. Satu-satunya yang melindungi mereka adalah negara-negara Muslim. Bahkan saat Ratu Isabella berkuasa di Spanyol, bukan hanya muslim yang diusir dan mengalami pembantaian namun juga para Yahudi. Tidak ada bangsa mana pun yang mau melindungi mereka kecuali kerajaan Islam Turki Ustmani.

Lalu mengapa hadits tersebut justru mengatakan bahwa umat muslimin akan memerangi Yahudi? Ternyata setelah 14 abad berlalu barulah terkuak kebusukan Yahudi. Keangkuhan Yahudi melalui negara Israel nya telah mulai mengangkangi dunia sejak abad 20 ini. 

Bangsa Yahudi telah terang-terangan mencaplok negara merdeka Palestina sejak tahun 1948. Israel bukan hanya mengambil wilayah itu dengan mendirikan negara di dalam negara lain, namun juga melakukan agresi dan penjajahan pada rakyat Palestina. Bahkan saat ini, Desember 2017, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani persetujuan pengakuanya bahwa ibu kota Israel yang sebelumnya Tel Aviv menjadi Yerusalem. Dengan menjadikan Yerusalem menjadi ibu kota Israel, kita pasti telah dapat mengira apa yang selanjutnya akan terjadi.

Penandatanganan Persetujuan Amerika Serikat atas Ibu Kota Israel yang baru yaitu Yerusalem, 6 Desember 2017

Pohon Gharqad yang Akan Melindungi Yahudi 

Apa itu pohon Gharqad dan seperti apa bentuknya?

Pohon Gharqad atau The Boxtron Tree memiliki nama latin Nitraria Retusa yaitu jenis tanaman semak berduri yang memilki daun kecil dan buah kecil berwarna merah. Pohon ini merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh bahkan ketika ditanam di tempat kering dan gersang sekali pun. Pohon ini termasuk dalam famili Zygophyllaceae dan memiliki tinggi rata-rata 1-2,5 meter.

Gharqad memiliki batang dan dahan berwarna putih. Bunganya berbau harum, berleher panjang, serta berwarna putih kehijauan. Buah Gharqad berbentuk kerucut, berwarna merah, dan dapat dimakan. Pohon ini tumbuh menjalar seperi gulma. Saat masih kecil, ia akan terlihat seperti semak belukar, namun ketika tumbuh besar, pohon ini akan memiliki batang yang kokoh untuk dipanjat dan daun yang sangat rimbun sehingga dapat digunakan untuk tempat persembunyian.


Pohon Gharqad

Satu hal menarik adalah meskipun mereka tidak percaya pada nubuat akhir zaman yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, namun nyatanya mereka melakukan penggalakan penanaman pohon Gharqad di Israel. Namun mereka berdalih bahwa penanaman besar-besaran pohon Gharqad adalah untuk tujuan reboisasi dan penghutanan.

Jewish National Fund (JNF) adalah badan yang mengatur pengenai pengelolaan tanah di Israel ternyata telah melakukan penanaman hingga 250 juta pohon Gharqad di bawah Departemen Pertaniannya. Mereka merencanakan bahwa pada 2030 mendatang Pohon Gharqad akan tumbuh memenuhi negara tersebut.

Seorang Rabi tengah menanam Pohon Gharqad

Paul F.Steinber dan Anne Marie Oliver dalam bukunya "The Road to Martyrs' Square: A Journey Into The World of The Suicide Bomber" mengatakan bahwa Israel telah menanami sebagian besar pemukiman wilayah Tepi Barat Israel hingga daerah Gaza dengan pohon Gharqad ini. Pohon ini juga dikabarkan ditanam di sekeliling Gedung Parlemen Israel, Knesset serta di Gerbang Jaffa, Yerusalem. 


0 Response to "Pohon Gharqad dan Bangsa Yahudi"

Posting Komentar