Merinding.com

Merinding.com

Membongkar Sejarah : Siapa Sebenarnya Dracula?




Bila disebutkan nama Dracula, pasti sebagian besar orang akan langsung mengingat sosok makhluk penghisap darah yang tinggal di sebuah kastil. Bahkan ada beberapa film Hollywood yang menggambarkan sosoknya sebagai seorang pahlawan. Namun tahukah kalian bahwa sebenarnya sejarah telah diputarbalikkan sedemikian rupa, hingga orang-orang melupakan wajah asli dari salah satu orang terkejam dalam sejarah ini.

Bram Stoker boleh jadi adalah tokoh penting dalam mempopulerkan nama Drakula. Stoker adalah seorang penulis asal Irlandia yang menuliskan novel bertajuk Dracula. Novel ini ditulis dalam kurun waktu 7 tahun dimulai dari tahun 1881, dan mulai diterbitkan bagi umum pada tahun 1897.

Dalam novel besutan Bram Stoker dikisahkan Dracula adalah seorang bangsawan vampir yang berasal dari Rumania, tepatnya kota Transylvania. Diceritakan pula bahwa Dracula takut pada bawang putih dan sinar matahari. Dari catatan-catatan Bram Stoker didapati bahwa dirinya menemukan nama Dracula dalam buku karya William Wilkerson berjudul "An Account of The Principalities of Wallachia and Moldavia". Kemungkinan besar penulis ini memang terinspirasi dari Vlad Tepes, yaitu seorang Pangeran yang menguasai Wallachia pada abad 15.

Bram Stoker
Ciri-ciri Drakula yang selama ini kita lihat adalah sosok pria dengan tubuh tinggi tegap, bermata merah, dan berkulit pucat. Ia juga digambarkan selalu mengenakan setelan jas bersayap serta sarung tangan, ia juga meminum darah manusia dan tak pernah mati. Setidaknya itu adalah ciri-ciri yang selama ini sering digambarkan sineas Hollywood tentang sosok ini.

Dari tahun 1922, tak terhitung lagi banyaknya film-film yang mengambil sosok ini menjadi tokoh utama ataupun pemeran pendukung dalam ceritanya.

Sosok Drakula dalam film-film

Sejarah Sebenarnya Tokoh Dracula (Vlad Dracul)

Vlad III Dracul atau Vlad Tepes lahir pada musim dingin tahun 1431 di Sighisoara, Transylvania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II) dan ibunya bernama Cneajna. Nama Dracul berasal dari Bahasa Latin "draco" yang berarti dragon, karena ayahnya bergabung dengan Ordo Naga. Sementara itu nama Tepes berasal dari kebiasaannya menghukum orang-orang dengan cara disula. Ia juga sering disebut The Imparler. Vlad Dracul memiliki dua orang kakak tiri yaitu Mircea II dan Vlad Calugarul, dan seorang adik tiri bernama Radu cel Frumos.

Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang saat itu harus berjuang merebut Wallachia dari tangan kekuasaan Janos Hunyadi. Dalam usahanya perebutan itu, ia dibantu oleh kerajaan Turki Utsmani. Setelah berhasil merebut Wallachia, Vlad III mengirim dua putranya yaitu Vlad III dan Radu cel Frumos sebagai bentuk terima kasih dan kesetiaannya pada Turki Utsmani.

Selama berada di Turki dua putra Vlad II ini memeluk agama Islam dan belajar ilmu agama. Mereka juga diajarkan seni berperang bersama dengan prajurit lainnya. Keduanya bahkan handal dalam menyusun strategi perang. Radu cel Frumos yang memiliki wajah rupawan hingga dijuluki The Handsome adalah tipikal orang yang giat belajar dan taat. Ia juga memimpin pasukan khusus Yeniseri. Berbanding terbalik dengan sang kakak Vlad Dracul. Sejak kecil ia memiliki kesenangan menyiksa hewan hingga mati. Dan kerap terlihat menyaksikan eksekusi hukuman mati.

Radu cel Frumos

Pada tahun 1448, ayah Vlad Dracul dan kakaknya Mircea tewas dibunuh oleh penyerangan Janos Hunyadi. Kerajaan Turki kemudian mengutus Vlad Dracul untuk merebut kembali wilayah Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Bersama dengan tentara Turki ia akhirnya berhasil mengalahkan Janos Hunyadi. Setelah itu sebagian tentara Turki kembali ke negaranya sedangkan sebagian lagi masih menetap di Wallachia.

Teror dan kekejaman Vlad Dracul pun dimulai. Ia berkhianat dan menyatakan diri memisahkan diri  dari Kerajaan Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkap lalu disekap di ruang bawah tanah. Mereka kemudian diarak tanpa pakaian dan dieksekusi di pinggiran kota Wallachia. Para prajurit ini dieksekusi dengan cara disula yaitu menusuk duburnya dengan balok hingga menembus tenggorokan, kemudian jasad mereka dipancangkan.

Tak kurang dari 300.000 umat islam telah menjadi korban kebiadabannya. Tahun 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu di Wallachia. Ia juga memerintahkan pembakaran para petani muslim di Wallachia. Tak puas dengan hal itu, ia juga menangkapi sekitar 30 ribu para pedagang Turki beserta seluruh keluarga mereka pada tahun 1459. Para pedagang ini beserta keluarganya yang terdiri dari wanita dan anak-anak ditelanjangi dan disula. Sungguh pemandangan yang mengerikan dan menyayat hati.

Ilustrasi Penyulaan yang dilakukan Vlad Dracul

Mengetahui bahwa Sultan Turki, Muhammad II mengirim pasukannya untuk menyerangnya Vlad Dracul memiliki siasat licik dengan memerintahkan pasukannya meracuni sungai Danube untuk membunuh pasukan Turki. Para tentara Turki ini berhasil dikalahkan oleh Vlad. Pasukan yang tersisa menjalani eksekusi penyulaan massal. Tak tangung-tanggung mayat para prajurit ini dipancang di kiri dan kanan jalan sejauh 10 km.

Pasukan Turki kemudian datang kembali dipimpin oleh adik Vlad Dracul yaitu Radu cel Frumos. Vlad Dracul berhasil didesak dan dikepung hingga ke Benteng Poenari. Benteng ini memiliki struktur tanah yang sulit untuk ditaklukkan sebenarnya dan inilah yang membuat pasukan Turki sebelumnya selalu gagal dalam mengalahkan Vlad. Namun pada usaha mereka kali ini, Wallachia berhasil direbut. Hal ini terjadi pada tahun 1475.

Benteng Poenari (Cateata Poenari)

Setahun kemudian, pasukan Turki yang dipimpin oleh Sultan Muhammad II berhasil mengalahkan Vlad Dracul dan membunuhnya di tepi Danau Snagov pada Desember 1476. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke Konstantinopel, sedangkan badannya dikubur di Biara Snagov.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membongkar Sejarah : Siapa Sebenarnya Dracula?"

Posting Komentar