7 Bukti Columbus Bukanlah Penemu Amerika




Bayangkan sebuah daerah yang didiami oleh suku-suku hidup berdampingan dengan damai selama bertahun-tahun. Hidup dengan mengandalkan alam di sekitar mereka sekaligus melestarikan lingkungan di mana mereka tinggal. 

Kemudian pada suatu hari datanglah bangsa asing bersama pasukannya menginvasi wilayah itu. Mereka merampok, menjajah, memperkosa, menyiksa, dan membunuh orang-orang suku asli yang mendiami tanah itu. Itulah apa yang dilakukan Christopher Columbus yang digembar-gemborkan sebagai "penemu" Amerika saat menginjakkan kakinya pada tanggal 12 Oktober 1492 di benua yang kemudian dikenal dengan nama Amerika.

Sejak duduk di sekolah dasar, kita dikenalkan dengan Christopher Columbus yang diklaim sebagai penjelajah yang berhasil menemukan benua Amerika. Namun sebenarnya ada sejumlah bukti dan fakta yang menunjukkan bahwa penjelajah asal Italia itu bukanlah penemu pertama benua Amerika. Berikut ini adalah 7 bukti Columbus bukanlah penemu Amerika:


1. Laksamana Cheng Ho



Laksamana laut asal China yang bernama Zheng He (di Indonesia dikenal dengan Cheng Ho). Cheng Ho adalah seorang penjelajah ulung yang berasal dari China. Ia dilahirkan tahun 1371 di wilayah Kunyang, sebelah barat Provinsi Yunan. Laksamana Cheng Ho dilahirkan di tengah-tengah keluarga muslim yang taat. Ayah dan kakeknya diketahui juga pernah melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Laksamana Cheng Ho diketahui telah lebih dulu melakukan pelayaran dan menginjakkan kakinya di benua Amerika 70 tahun sebelum Christopher Columbus "menemukan" benua itu bahkan dengan armada kapal yang jauh lebih besar daripada milik Columbus.

Penjelajahan Columbus pada abad ke 15 itu dilakukan dengan menggunakan navigasi dan peta kuno yang berasal dari penjelajahan Cheng Ho. Diketahui bahwa laksamana Cheng Ho melakukan pelayaran antara tahun 1421-1423 dengan menyelusuri jalur selatan dengan melewati Afrika hingga Amerika Selatan.


2. Catatan Columbus 



Beberapa hari setelah menginjakkan kakinya di benua yang kemudian bernama Amerika, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1492, Christopher Columbus ternyata melihat kubah-kubah masjid dalam pelayarannya di benua itu. Ia lalu menuliskannya pada catatan pelayarannya yang ia lakukan antara Gibara dan Pantai Kuba.

Hal yang menarik adalah Columbus mengira bahwa wilayah itu sama sekali tidak berpenghuni, dan menganggapnya sebagai wilayah perluasan Spanyol. Namun saat ia mendarat di sana, ia benar-benar menemukan bangunan masjid yang digunakan oleh penduduk lokal untuk beribadah.

Columbus juga mengakui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah penganut Islam. Islam ternyata telah menjadi agama yang dipeluk oleh penduduk yang terutamanya mendiami wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Karibia. Islam masuk ke wilayah ini dengan cara perdagangan serta pernikahan pendatang dengan penduduk lokal.


3. Suku Indian 




Salah satu suku asli Amerika adalah Indian Cherokee. Suku asli yang mendiami Amerika ini ternyata telah beragama Islam jauh sebelum kedatangan Columbus. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Arab bahkan telah menginjakkan kakinya jauh lebih dulu daripada penjelajahan yang Columbus lakukan dengan bantuan dana dari Ratu Isabella.

Suku Indian Cherokee mayoritas menganut agama Islam. Hal ini dapat pula dilihat dari aksara kuno suku Cherokee. Bukan hanya itu saja, muslim Cherokee berpakaian layaknya pakaian muslim. Laki-laki suku ini memakai pakaian panjang dengan sorban sebagai penutup kepala. Sedangkan wanitanya berkerudung. Jika kalian melihat foto-foto Indian Cherokee, maka kalian akan menemukan fakta menarik tersebut yang tidak banyak diketahui oleh umum.

Selain Cherokee, suku-suku asli lainnya di Amerika yang telah mengenal Islam adalah Arawak, Siaox, Apache, Chavia, Arikana, Makkah, Mohawk, Nazca, Zulu, Hohokam, Zuni, Mahigam, Hupa, dan Hopi.


4. Naskah Perjanjian



Sebuah naskah perjanjian yang hingga kini masih berada di gedung arsip Perpustakaan Nasional di Washington D.C menjadi saksi bisu bahwa memang dahulunya suku asli Indian yang mendiami benua Amerika adalah muslim. Dalam naskah tersebut tertulis jelas nama kepala suku Indian Cherokee yaitu Abdel Khak and Muhammad Ibnu Abdullah.

Sementara itu pada tahun 1830, presiden Amerika Andrew Jackson memberikan izin resmi tinggal bagi bangsa Eropa di Amerika. Hal itu tertuang dalam "Indian Removal Act". Hal itulah yang kemudian membuat populasi suku asli Amerika ini habis. Ribuan suku asli diusir dari tanahnya bahkan beberapa dibantai oleh para pendatang.


5. Fakta Pelayaran Columbus



Pelayaran Christopher Columbus menyeberangi Samudera Atlantik hingga sampai ke benua Amerika adalah perjalanan yang didanai oleh Ratu Isabella dari Kastilla Spanyol. Proyek pelayaran ini merupakan upaya pemimpin Spanyol yang berhasil menaklukkan Andalusia itu untuk menemukan "dunia baru".

Dalam pelayaraannya perdananya menyeberangi Atlantik, ternyata Columbus dibantu oleh dua orang hartawan sekaligus nahkoda kapal berpengalaman. Nahkoda kapal tersebut keduanya adalah muslim masing-masing bernama Martin Alonso Pinzon yang menahkodai Kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menahkodai Kapal Nina. Kedua orang ini diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Sultan Maroko dari Dinasti Marinid (1196-1465) dan Abu Zayan Muhammad III (1362-1366).


6. Daerah-Daerah dengan Nama Islam





Jika kita cermati maka kita akan mendapati bahwa banyak sekali nama tempat serta negara bagian dengan nama-nama Islam. Misalnya saja di tengah kota Los Angeles terdapat nama wilayah teluk El-Morro, Alhambra, dan Al Amitos. Sementara itu di Illinois terdapat nama wilayah Albany, Andalusia, Attalla, Tullahoma, dan Lebanon. Di Amerika Selatan juga terdapat tempat-tempat dengan nama Islam seperti Cordova, Al-Cantara, dan Bahia.

Di wilayah Pantai Timur terdapat sebuah pegunungan dengan nama Appalachia (Afala-Che) dan Pegunungan Absarooka (Abshaaruka) di Pantai Barat.

Menurut Dr. Youssef Mroueh terdapat kurang lebih 565 nama tempat, pegunungan, desa, sungai, dan negara bagian dengan nama Islam. Salah satunya adalah kota Medina yang menjadi nama tempat di beberapa negara bagian di Amerika antara lain di Idaho, New York, North Dakota, dan Illinois.


7. Artefak Perunggu di Alaska



Gesper perunggu dan sebuah peluit perunggu berhasil ditemukan di situs Rising Whale di Cape Espenberg, Alaska. Para arkeolog berkesimpulan bahwa usia artefak-artefak itu diperkirakan berusia sekitar 800 tahun.

Artefak-artefak itu diperkirakan merupakan alat yang berasal dari China atau Yakutia. Penemuan ini membuktikan bahwa di sekitar wilayah Alaska telah terjadi kegiatan jual beli antara penduduk lokal dengan pedagang dari Asia yang terjadi jauh sebelum Christopher Columbus mencapai benua Amerika pada tahun 1492.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Bukti Columbus Bukanlah Penemu Amerika"

Posting Komentar