Merinding.com

Merinding.com

Di manakah Sebenarnya Bahtera Nuh Terdampar?




Sekitar 5000 tahun yang lalu, banjir bah melanda dunia. Kejadian maha dahsyat ini tercatat dalam kitab suci berbagai agama. Dalam peristiwa tersebut dikisahkan Nabi Nuh membuat bahtera untuk menyelamatkan umatnya dan juga berbagai makhluk hidup dari ganasnya terjangan banjir. Setelah beribu-ribu tahun berlalu banyak yang melakukan penelitian mengenai di mana sebenarnya letak bahtera Nuh tersebut terdampar terakhir kalinya?

Nabi Nuh diutus Allah SWT untuk kaum Bani Rasib. Bertahun-tahun lamanya Nabi Nuh berdakwah agar kaum tersebut beriman pada Allah, namun kebanyakan mereka malah ingkar. Hanya sedikit sekali yang menjadi pengikut Nabi Nuh. Nabi Nuh kemudian memohon kepada Allah agar mengirimkan banjir kepada kaum tersebut.

Sebelum banjir bah maha dahsyat terjadi selama kurun waktu 40 hari 40 malam tersebut, Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat sebuah bahtera besar untuk menampung para pengikutnya yang beriman dan juga hewan-hewan berpasang-pasangan agar selamat dari banjir tersebut. Bahtera tersebut menurut beberapa sumber dibuat dalam kurun waktu sekitar 120 tahun.

Banjir bah pun terjadi. Tidak ada satu pun kaum Bani Rasib yang ingkar yang selamat pada peristiwa itu. Bahtera yang menampung para pengikut Nabi Nuh serta hewan-hewan dari berbagai spesies yang ada di dalam bahtera itu berhasil selamat dan terapung cukup lama di lautan luas hingga akhirnya menemukan daratan.

Replika bahtera Nuh

Lalu di manakah sebenarnya bahtera kapal Nabi Nuh tersebut terdampar? Pendapat yang paling banyak ditemukan dari website maupun blog-blog di luar sana menyebutkan bahwa bahtera tersebut berada di Gunung Ararat. Meskipun banyak pendapat berbeda, namun Al-Quran menyebutkan bahwa bahtera Nuh terdampar di atas Gunung Judi. 

Pencarian terhadap bahtera Nuh telah lama dilakukan. Masa awal pencarian yaitu sekitar tahun 1883 yaitu setelah peristiwa gempa bumi dan letusan gunung berapi yang menghancurkan desa di kaki gunung Ararat. Kerajaan Turki Ustmani (Ottoman) saat itu segera mengirimkan tim ekspedisi untuk meninjau lokasi. Saat melakukan peninjauan itulah mereka diduga menemukan bahtera Nuh.

Gunung Ararat

Menurut keterangan, hanya sedikit saja bagian bahtera itu sekitar 20-30 kaki yang menjulur keluar karena sisanya tertutup oleh lapisan es. Sementara itu pada proses pemeriksaan jenis kayu yang digunakan pada pembuatan kapal tersebut konon merupakan jenis kayu yang tak lagi tumbuh di bumi.

Tahun 1916 pada masa pemerintahan Kaisar Tsar Nicolas II (sebelum terjadinya Revolusi Bolshevik) Rusia pernah mengirimkan 150 orang ahli yang khusus meneliti mengenai bahtera Nuh ini. Mereka brhasil mengukur panjang badan kapal yang terlihat (karena sebagian lainnya berada di dalam salju) yaitu sepanjang 500 kaki. Namun sayangnya setahun kemudian revolusi terjadi yang mengakibatkan jatuhnya Tsar Nicolas II. Laporan mengenai penelitian bahtera Nuh ini pun jatuh ke tangan General Leon Trostky yang kemudian menghilang.

Pada tahun 1953, George Jefferson Green dilaporkan mendapatkan foto-foto sesuatu yang mirip sebuah bahtera atau kapal besar yang berada di gunung Ararat. Beberapa waktu kemudian ia dibunuh dan foto-foto tersebut menghilang tanpa pernah dipublikasikan.

George Jefferson Green

Dua tahun kemudian tahun 1955, seorang warga Perancis bernama Fernand Navarra melaporkan telah menemukan 5 buah potongan kayu di gunung Ararat. Kayu yang terlihat dari zaman purba itu kemudian menghasilkan sebuah pernyataan bahwa potongan-potongan kayu tersebut berasal dari 5000 tahun yang lalu, persis sama seperti kejadian banjir bah Nabi Nuh. Namun ironisnya ketika dilakukan penelitian mendalam di sebuah Universitas di Amerika terbukti bahwa potongan-potongan kayu tersebut hanya berusia 1400 tahun saja.

Fernand Navarra dan temuannya

Jadi di manakah sebenarnya bahtera Nuh terdampar? Belum ada penemuan yang benar-benar memuaskan dan dapat menghasilkan kesimpulan yang matang mengenai keberadaan bahtera maha besar ini. Namun ahli tafsir Al-Quran terkemuka yaitu Ibnu Katsir menyatakan bahwa gunung atau bukit Judi merupakan bukit besar yang letaknya berada di sebelah Timur Jazirah Ibnu Umar hingga ke Sungai Dajlah. Di bukit tersebut terdapat desa bernama Ats Tsamanin di mana tinggal  anak cucu keturunan orang-orang yang diselamatkan oleh Nabi Nuh.

Wallahu a'lam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di manakah Sebenarnya Bahtera Nuh Terdampar?"

Posting Komentar