Merinding.com

Merinding.com

Insiden Penembakan John F. Kennedy




Siang hari yang cerah tanggal 22 November 1963, masyarakat Texas memenuhi jalanan di sekitar Dealey Plaza. Hari itu mereka kedatangan tamu istimewa yaitu Presiden John F. Kennedy beserta istrinya Jacqueline Kennedy yang melakukan kunjungan ke Texas. Namun saat melewati jalanan Dealey Plaza tersebut, tiba-tiba sebuah peluru mengenai dada presiden yang kemudian menyusul peluru selanjutnya yang tepat mengenai kepala sang presiden tepat di hadapan jutaan pasang mata masyarakat Amerika Serikat..

Di antara insiden penembakan kepala negara, bisa jadi penembakan yang terjadi pada John F. Kennedy adalah peristiwa penembakan kepada kepala negara yang paling memilukan dalam sejarah. Bagaimana tidak, presiden Amerika Serikat ke 35 yang terpilih tahun 1960 tersebut ditembak di atas limusin terbuka yang tepat mengenai kepalanya. 

Kejadian mengerikan sekaligus memilukan ini terjadi tepat di hadapan warga Texas yang berdiri menyaksikan rombongan presiden yang lewat di jalanan Dealey Plaza juga di hadapan jutaan warga dunia yang menyaksikan acara tersebut langsung dari televisi.

Insiden penembakan John F. Kennedy ini pun menimbulkan spekulasi yang menyebar luas yang menyatakan bahwa pembunuhan pada presiden yang merupakan senator asal Massachusetts ini merupakan konspirasi tingkat tinggi di mana banyak fakta dan bukti-bukti yang terjadi pada insiden tersebut seolah-olah disembunyikan dan sengaja dihilangkan.

Musim gugur tahun 1963 beberapa bulan sebelum insiden penembakan terjadi, terjadi perdebatan yang cukup sengit di Gedung Putih mengenai rencana Presiden John F. Kennedy, salah satunya adalah menarik pasukan Amerika dari Vietnam. Hal tersebut ternyata membuat timbulnya berbagai ancaman keselamatan presiden makin meningkat bahkan 6 bulan sebelum kejadian penembakan di Dealey Plaza, Texas.

Ancaman-ancaman tersebut diduga berasal dari beberapa pihak yang memang diketahui gerah pada kebijakan-kebijakan yang dibuat Kennedy. Mereka yang diduga pihak-pihak yang mengancam pesiden tersebut mulai dari kelompok fanatik dari Partai Republik, kubu gerakan fasis dari daerah selatan, musush-musuh CIA, para mafia, hingga kelompok anti Fidel Castro yang merupakan pemimpin pergerakan rakyat Kuba saat itu.

Di tengah situasi yang memanas dan juga berbagai ancaman itulah, Presiden John F. Kennedy mengunjungi Dallas, Texas. Kunjungan Presiden Kennedy ke Texas sendiri adalah guna mencari dukungan untuk mengalahkan Partai Republik, di mana diketahui basis dukungan besar berasal dari Texas. Seperti diketahui bahwa pada 1964, Amerika Serikat akan menggelar pemilihan presiden.

Lyndon Johnson dan John F. Kennedy

Namun hal tersebut tampaknya tidaklah mudah. Keputusan Presiden John F. Kennedy mendepak Lyndon Johnson yang merupakan tim sukses Kennedy berbuntut panjang. Lyndon Johnson sendiri merupakan warga asli Texas. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kekecewaan di hati masyarakat Texas. Diduga kuat bahwa saat itu masyarakat Texas mulai mengalihkan dukungannya pada Partai Republik, padahal pemilihan presiden hanya tinggal beberapa bulan lagi.

Hal inilah yang kemudian mendorong John F. Kennedy untuk mengunjungi Texas dan berupaya merebut kembali hati masyarakatnya. Ia kemudian mengunjungi Texas selama 2 hari dan berencana pergi ke San Antonio.


Detik-Detik Insiden Penembakan John F. Kennedy

Hari itu tanggal 22 November 1963 menjelang siang, pesawat kepresidenan tiba di bandara Texas. John F. Kennedy terlihat memakai setelan jas rapi dan sang istri, Jacqueline Kennedy terlihat anggun mengenakan setelan wol Channel berwarna merah muda.

John F. Kennedy dan Jacqueline Kennedy Ketika Tiba di Bandara Texas 1963

Rombongan presiden langsung bertemu dengan gubernur Texas, John Bowden Connally beserta istrinya Nelly Connally. Mereka pun kemudian memutuskan untuk menyapa warga Texas yang telah ramai di sekitar Plaza Dealey. Kebetulan saat itu pun cuaca sedang cerah sehingga Presiden memutuskan untuk menyapa warga dari dalam limusin Ford terbuka. Saat itu, Presiden John F. Kennedy duduk di bangku paling belakang beserta sang istri Jacqueline Kennedy. Di bangku depan diisi oleh Gubernur John Connaly dan istrinya Nelly Connally.

Presiden John F. Kennedy dan ibu negara terlihat menyapa warga Texas

Presiden dan istrinya terlihat menyapa ramah warga Texas yang berdiri di sepanjang jalan. Saat itu pukul 12.30 saat rombongan dan iring-iringan melewati jalanan di depan Texas School Book Depository tiba-tiba sebuah peluru mengenai punggung atas John F. Kennedy yang membuatnya ambruk di kursi belakang limusin.

Presiden Kennedy ambruk setelah ditembak, ibu negara terlihat berusaha menutup kap mobil

Jacqueline Kennedy yang duduk di sampingnya terlihat sangat terkejut dan begitu panik. Hanya dalam hitungan detik, peluru selanjutnya pun kemudian mengenai bagian kepala dan tenggorokan Presiden Kennedy. Tampak ibu negara yang panik dan ketakutan itu berusaha menaiki kap limusin untuk menutup atap limusin. Darah berlumuran di setelan wol Channelnya.

Presiden John F. Kennedy pun langsung dilarikan ke Parkland Memorial Hospital. Robert McClelland dan Dr. Kenneth Salyer langsung bertindak melakukan operasi. Menurut dokter yang melakukan operasi dan pembedahan tersebut, sisi kanan kepala presiden mengalami cedera parah. Kondisi bagian otaknya sebelah kanan hancur, bahkan sebuah lubang bekas peluru menganga di kepalanya.

Meskipun bagian otaknya hancur, namun dokter yang melakukan operasi tersebut mengatakan bahwa presiden masih bernafas saat itu. Namun tepat pada pukul 13.00, kepala bagian bedah syaraf, Dr. Kemp Clark mengumumkan bahwa Presiden John F. Kenndey telah meninggal dunia. Saat itu John F. Kennedy baru berusia 46 tahun.


Penangkapan Orang Yang Diduga Penembak John F. Kennedy

Hanya 2 jam setelah insiden penembakan tersebut, seorang pria bernama Lee Harvey Oswald ditahan dengan alasan pembunuhan terhadap seorang polisi Dallas. Lee Harvey Oswald sendiri adalah seorang karyawan di Texas School Book Depository. Diduga ia telah menembak Kennedy dari atap gedung tempatnya bekerja.

Penangkapan Lee Harvey Oswald

Anehnya, malam harinya ia langsung didakwa atas tuduhan pembunuhan seorang polisi yang lainnya, yaitu JD.Tippit. Dan yang lebih mengherankannya lagi adalah keesokan harinya, tiba-tiba pihak kepolisian mengumumkan bahwa pembunuh Presiden John F.Kennedy adalah Lee Harvey Oswald. Namun Oswald sendiri membantah segala tuduhan dan menyatakan bahwa dirinya hanyalah kambing hitam dari peristiwa tersebut.

Pada tanggal 24 November 1963 keesokan harinya, Lee Harvey Oswald direncanakan akan dipindahkan dari Kepolisian Dallas ke penjara County. Namun tiba-tiba Oswald ditembak oleh seorang pria bernama Jack Ruby, seorang pemilik club malam sebelum Oswald dibawa ke pengadilan. Penembakan tersebut menyebabkan Oswald langsung tewas di tempat kejadian.

Jack Ruby

Sejumlah dokumen dan transkrip pembicaraan mengenai rencana pembunuhan Kennedy pun ditemukan di lantai 10 Ruby Carousel Club. Ternyata pada 4 Oktober 1963, terjadi pembicaraan mengenai rencana pembunuhan antara Jack Ruby dan Lee Harvey Oswald dan Jack Ruby di Ruby Carousel Club.

Jack Ruby sendiri kemudian ditangkap dan dihukum atas pembunuhan terhadap Lee Harvey Oswald. Namun ia kemudian memenangkan banding atas hukuman matinya. Ruby sendiri meninggal dunia pada 3 Januari 1967 akibat sakit kanker.

Meskipun kasus ini seperti selesai dengan kematian Lee Harvey Oswald dan Jack Ruby namun tidak sedikit pihak yang mempercayai bahwa ada pihak tertentu yang berada di balik pembunuhan John F. Kennedy. Mengingat tidak mungkin orang seperti Lee Harvey Oswald maupun Jack Ruby sampai memiliki kepentingan untuk membunuh presiden. Hal ini juga diyakini banyak pihak mengingat banyaknya kebijakan yang kemudian berubah saat mangkatnya sang presiden.

Bahkan setelah lebih dari 50 tahun peristiwa tersebut terjadi, banyak orang yang mempercayai bahwa kematian sang presiden terkait dengan teori konspirasi dan hubungan dengan Rotschild. Just like Abraham Lincoln's assassination...



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Insiden Penembakan John F. Kennedy"

Posting Komentar